PANAS…?
Siang hari yang panas banget
sampe-sampe keringat bercucuran. Bowo pun mengiup di bawah pohon rindang untuk
menurunkan suhu tubuhnya yang panas dan juga ada tukang es dugan yang berjualan
di pinggir jalan di bawah pohon rindang tersebut.
Bowo memesan es dugan ke mamang
penjual es dugan. Segera di siap satu gelas es dugan untuk pembelinya. Bowo pun
menikmati es dugan yang segar itu. Suhu tubuh Bowo pun turun banget di tambah
udara bertiup sejuk banget kalau duduk di bawah pohon rindang.
Enak-enak menikmati es dugan lewat
cewek cantik dengan pakean yang serba mengundang hasrat naik. Suhu tubuh Bowo
naik melihat cewek tersebut karena lewat di depan matanya....biasa mata lelaki.
Dengan cepat Bowo meminum es dugan untuk menurunkan suhu tubuhnya yang naik
gara-gara pemandangan yang gimana gitu.
Es dugan di gelas habis juga.
Segera Bowo membayar es yang di minumnya sama mamang penjual es dugan. Bowo pun
berjalan lagi untuk menuju rumahnya.
Lewat cewek cantik yang pakean
fulgar lagi di depan mata Bowo langsung suhu tubuh naik. Eeee kaki Bowo
dilindas sepedah yang bawa cewek cantik yang gak bisa mengendalikan sepedahnya.
Maunya Bowo marah gitu ke cewek
yang bawa sepedah. Malah gak jadi suhu tubuh hampir meledakkan diri seperti bom
atom....jadi gak jadi karena yang di hadapi cewek cantik.
Pada akhirnya di biarkan cewek
cantik tersebut dan Bowo memaafkan ketidak sengajaannya. Bowo pun menahan sakit
di kakinya. Sampai di rumah di komperes di ceburkan di ember yang berisi air.
"Ademnya," kata Bowo.
Bowo pun bersantai sampe rasa
sakitnya menghilang di kakinya baru setelah itu duduk lah Bowo di teras. Tapi
ternyata suhu tubuh Bowo tidak menurun. Jojo pun melihat keadaan temannya yang
aneh saat main ke rumahnya langsung di sentuh keningnya Bowo.
"Panas...banget...Bowo..kaya
kamu sakit," kata Jojo.
"Pantesan....rasanya saya gak
karuan," kata Bowo.
"Kalau begitu banyak istirahat!"kata
Jojo.
"Iya," saut Bowo.
Bowo pun lebih baik istirahat ke
dalam untuk bersantai di sambil nonton Tv. Ketiduran Bowo di sofa.
Bangun-bangun magrib. Suhu tubuh Bowo pun menurun jadi normal gitu.
Lalu Bowo pun keluar rumah untuk
melihat lingkungannya. Lewat cewek cantik tetangganya dengan pakean yang
mengundang gimana gitu. Suhu tubuh Bowo naik lagi.
"Kacau ini mah....saya sakit
lagi ini...mah," kata Bowo.
Segera masuk rumah dan menutup
pintu. Lalu segera mandi Bowo tujuannya agar suhu tubuh turun. Akhirnya
berhasil Bowo menurunkan suhu tubuhnya lagi.
Bowo pun lebih baik duduk di kamar
setelah sholat magrib dan lebih banyak berzikir. Jojo pun main lagi ke rumah
Bowo dan membawakan makan dan minuman sekalian obat untuk menurunkan panas.
Bowo pun menerima kebaikan temannya
tersebut. Jojo pun senang kalau Bowo gak...sakit. Saat ngobrol di depan rumah
Bowo dan Jojo. Lewat juga cewek cantik dengan pakean yang gimana gitu. Bowo
tidak naik lagi suhunya. Malah Bowo jojong aja ngobrol sama Jojo dan mengabaikan
pemandangan yang mengundang hasrat naik.
Setan pun yang ngikutin Bowo dari
tadi untuk membuat keadaan gak karuan pun kalah.
"Coba dia...ibadah....saya
bisa terus membuat dia menaikan suhu hasrat nafsunya......setiap melihat cewek
berpakaian fulgar," kata Setan.
Setan pun pergi meninggalkan Bowo
dengan menghilang. Bowo pun selesai ngobrol dengan Jojo langsung melaksanakan
sholat isya di kamarnya dan setelah itu berzikir. Rasa tenang dan adem di dalam
diri Bowo sampai waktu tidur pun dateng.


0 komentar:
Post a Comment