MIMPI DONO
Pagi yang cerah di sebuah komplek perumahan. Nisa keluar dari
kediamannya untuk berangkat kerja. Tiba-tiba sebuah mobil dateng ke rumah Nisa.
Sedangkan Nisa di depan halaman melihat mobil berhenti sangat terkejut. Lalu
keluar seorang pemuda dari mobil mewah dengan penampilan cool abis. Nisa
tambah terkejut dengan kedatangan pemuda tersebut.
"Kasino....," kata Nisa.
"Gimana penampilan saya....hari ini?" kata Kasino
meminta penilaian.
"Waaaaa......keren...banget....," jawab Nisa sambil
melihat dari dekat.
"Ayo...tuan putri saya anter ke kantor.....," kata
Kasino dengan pujian memikat.
"Baik........lah pangeran yang tampan...saya bersedia ikut
dengan anda," jawab Nisa dengan penuh pesonanya.
Nisa pun naik mobil mewahnya Kasino. Lalu dengan segera Kasino mau
menghidupkan mobilnya. Sedang Nisa sudah duduk dengan nyaman di mobil. Dateng
sebuah Mobil hitam menghadang laju mobil yang mau di jalankan.
"Sial...pagi-pagi ada yang mau buat onar," kata Kasino
dengan jengkel.
"Jangan-jangan........Kak Black," kata Nisa dengan
ketakutan dan terkejut.
Keluarlah dari mobil hitam sesosok pemuda yang berjas hitam dengan
2 pengawal yang berbadan besar. Kasino pun keluar dari mobil untuk mencari tahu
masalah yang terjadi. Ketika melihat orang keluar dari mobil Kasino mati ketakutan.
"Wah...gila...banget pengawalnya badannya besar
banget.....saya bisa babak belur di buatnya," gerutu Kasino.
"Wah......bener Kak Black," celoteh Nisa.
Black menyuruh anak buahnya menangani Kasino. Dengan mati
ketakutan Kasino hanya diam saja tanpa berkutik apapun. Lalu Black menghampiri
Nisa yang keluar dari mobil.
"Ada...apa Kak Black dateng pagi-pagi begini?," tanya
Nisa.
"Masalahnya sepele saya mau kamu membayar hutang," kata
Black.
"Tapi....Kak...saya bulum punya uang sekarang.....,"
kata Nisa berusaha menjelaskan keadaannya.
"Banyak alasan......Dudu dan Didi....angkut nie cewek ke
mobil," suruh Black.
"Baik Bos," jawab Dudu dan Didi.
Dudu dan Didi membawa Nisa dengan paksa. Sedangkan Kasino
melihatnya sedikit geram dan mencoba menolong Nisa. Tapi di tonjok oleh Dudu ke
bagian muka. Kasino seketika tumbang dan terbaring aspal.
"Kasino........," teriak Nisa.
"Diam...............," kata Dudu.
Akhirnya Nisa masuk ke dalam mobil hitam bersama Black dan anak
buahnya. Mobil hitam langsung di bawa cepat oleh Didi. Selang berapa saat
sampai di gudang. Nisa pun mulai di intrograsi oleh Black lebih ekstrim lagi.
Karena ketakutan Nisa terus berteriak " tolong" terus-menerus.
"Ini...cewek berisik banget......," kata Dudu.
"Bukam aja dengan kain...," kata Didi.
"Saya tidak mau.....," ujar Nisa.
Di sisi lain Dono mendengar suara minta tolong dengan pendengaran
super sensitif. Padahal Dono lagi asik berjualan koran di pinggir jalan. Dengan
cepat Dono berganti pakaian dan berubah menjadi Super Dono. Terbanglah Dono
dengan kecepatan penuh untuk mencari suara yang meminta pertolongan.
Sampailah Super Dono di gudang. Terlihat oleh mata Super Dono seorang gadis
cantik yang di sukainya di sandera.
"Lepaskan....cewek itu," kata Super Dono.
Black dan anak buahnya melihat Super Dono begitu juga dengan Nisa
dengan pose yang cool.
"Wah ada pahlawan kesiangan......pake kostum aneh....,"
kata Black.
"Iya.....Bos....," saut Dudu dan Didi bergantian.
"Super Dono....," kata Nisa dengan pandangan senang.
Black menyuruh anak buahnya untuk menghajar Super Dono. Di
tinjulah Super Dono bertubi-tubi oleh Dudu dan Didi. Tetap saja serangan itu
tidak membuat goyah Super Dono. Malahan Dudu dan Didi kelelahan menghajar Super
Dono.
"Ayo teruskan tinjuan..kalian yang kuat," kata Super
Dono.
"Brengsek.........," saut Black yang kesal.
"Ayo kita hajar dia.......," kata Dudu.
"Baiklah.......," saut Didi.
"Pahlawan ku........," kata Nisa dengan pandangan
berbinar-binar.
Dudu dan Didi menghajar lagi Super Dono dengan tinjuan dan
tendangan. Tetapi tetap saja Super Dono tidak goyah juga.
"Ah....bosan saya.....," kata Super Dono.
Super Dono menghajar Dudu dan Didi dengan pukulan cukup kuat
sampai pingsan ke duanya.
"Anak buah yang payah........makannya yang banyak sampai badannya
besar. Tetap saja kalah lawan Super Dono. Ehhhhhh...ini rugi
bandar...........namanya," kata Black.
"Bandar.......maksudnya bandara," saut Nisa.
"Bukan itu...maksudnya? dasar.....nyeleneh...," kata
Black.
"Saya kira in.....," ujar Nisa.
"Eeeeeeh.....malah bahas yang gak penting...," saut
Super Dono.
"Nieeee...pacarmu..salah denger......," kata Black.
"Iiiiiii...pacaran.....sejak kapan saya pacaran dengan
dia," kata menyangkal Super Dono.
"Jadi...kamu tidak suka dengan saya seksi dan cantik ini....dasar
naif," kata Nisa menunjukkan dirinya.
"Ahhhhhh..gak nyambung lagi...., ya udah saya
ralat......Super Dono penolong dan niiiii...cewek yang bernama Nisa yang harus
di tolong," kata Black.
"Nahhhh..itu yang bener...," saut Super Dono.
"Padahal saya suka dengan Super Dono," gerutu Nisa
sambil cembetut.
"Itu...mah....derita loe...cinta bertepuk sebelah
tangan," kata Black.
"Ya...pribahasa lagi...deh...kaya pelajaran SD
aja.....," saut Nisa.
"Sudah...diam......dasar cewek mulutnya dua," kata tegas
Black.
Nisa pun diam dan membisu. Black mulai membuka jasnya dan
mengulung lengan bajunya. Black mulai ancang-ancang mau menghajar Super Dono.
Dengan santai Super Dono melayani Black. Terjadilah pertarungan antara
Super Dono dan Black. Mulailah Black meninju Super Dono dengan kekuatan penuh.
Tetap saja serangan tersebut tidak mempan buat Super Dono.
"Bener-bener kuat..niiii orang.....keturunan terakhir dari
planet kripton," kata Black.
"Bagaimana.......sampai di sini saja pertarungan kita!?"
ujar Super Dono.
"Kita......kita....loe aja kali," kata Black.
"Kali.......kali......berapa.......?," tanya Super Dono.
"Eh...alah.....malah.....nyeleneh lagi," saut Black.
"Yang ...mulai siapa.......?," tanya Super Dono.
"Masa...bodoh...deh siapa yang mulai?," kata Black yang
kesal.
Nisa pun dateng ke hadapan Super Dono dan Black dengan
membawa papan rode ke 2. Di tambah penampilan Nisa yang seksi banget.
"Haaaaaaa," kata Super Dono dan Black.
Air liur mengalir deras keluar dari mulut Super Dono dan Black
karena melihat kecantikan Nisa.
"Hei...kalian berdua..gak segitunya kali...memandang saya
yang seksi dan aduhai...ini," kata Nisa.
"Iya..bener..juga......saya..kaya ajing
.........," saut Super Dono kembali jadi cool lagi.
"Iya..saya harusnya elegan...kok kaya anjing meneteskan
air liur........," kata Black menjelaskan omongan Super Dono.
"Sudah.....cewek cantik lebih baik diam di situ," kata
Super Dono.
"Saya di puji Super Dono.....," saut Nisa dengan muka
kemerahan.
"Hey...man...loe salah lagi, kalau berurusan dengan cewek
jangan banyak pujian......nanti orang yang puji salah tingkah," kata
nasehat Black.
"Jadi.......saya yang salah......., kalau begitu Kak senior
dalam urusan cinta bisa memberi sedikit wejangan," permintan Super Dono.
"Boleh...aja.......... yang bener itu abaikan saja wanita
salah tingkah itu. Sudahlah ribet urusan dengan cewek sok ke cantikan...apalagi
urusan perasaannya...bikin pusing," kata Black dengan penuh ketegasan dan
terus terang.
"Ya..udah kita abaikan.. tuuuu cewek.., lebih baik kita
lanjutkan pertarungan kita," kata Super Dono.
"Baik......," jawab Black dengan lantang.
"Ya...lagi-lagi saya di abaikan," gerutu Nisa dengan
muram durja.
Black mulai mengambil sebuah minuman di dalam saku celana. Di
tenggak habis minuman tersebut. Black menjadi bersemangat kembali sampai
meledak-ledak.
"Berubah...," kata Black.
"Tunggu....dulu..........ini kisahnya Superman di adaptasi
atau Kamen Rider yang di adaptasi?," tanya Super Dono.
"Sebenar...sih.......Superman, tapi Penulisnya.....menambahkan
aksi.....Kamen Rider," kata Black.
"Ya...udah di teruskan aja," kata Super Dono.
Black sontak berubah menjadi Kesatria Baja Hitam.
"Tunggu.....dulu...kenapa Kesatria Baja Hitam?,
...kan....Kesatria yang lainnya aja masih banyak.....?," tanya Super Dono.
"Kalau saya pikir sih lebih...baik yang lagi tren kan Kamen
Rider Buid," kata Black.
"Nah....itu benar...sekali," saut Super Dono.
"Kalian berdua ini ingin bertarung.....atau lagi berdebat
urusan cerita anak kecil........," teriak Nisa.
"Jangan...ngomong asal bicara...ya.., itu cerita bukan cerita
anak kacil, tapi kebanggaan saya sebagai pecinta komik pahlawan super,"
kata Super Dono membela diri.
"Saya juga...........suka .....Kesatria Baja Hitam dan Para
Kamen Rider selanjutnya," pembelaan Black.
"Dasar anak kecil....," kata Nisa.
"Wah....kamu pake..kata-katanya Wonder Women
.......ya," kata Super Dono.
"Agak...mendekati dengan kata-kata Wonder Women," kata
Black di perjelas.
"Kalau...saya punya kekuatan saya hancurkan kalian
berdua....dengan kekuatan bulan akan menghandurkan kalian berdua," kata
Nisa dengan tegas.
"Ternyata dia...pecinta Sailormoon," kata Super Dono.
"Wah...ternyata dia bener-bener putri bulan....," kata
Black.
"Bodok...amat..., jijik....banget saya dengan kalian.
Pertarungan gak selesai- selesai. Saya masih banyak urusan tahu," kata
Nisa yang kesal.
"Iya...bener juga.......nyelenehnya kepanjangan," kata
Super Dono.
"Iya...juga.......penulisnya ...lagi ngelantur....ini kan
cerpen.....bukannya naskah sinetron atau film," kata Black.
Black berubah menjadi Kamen Rider Black dan menghajar Super
Dono dengan tinjuan mautnya. Super Dono pun terpental jauh sampai keluar dari
gudang.
"Boleh juga serangan kamu Kamen Rider Black," celoteh
Super Dono.
Super Dono bangkit langsung menyerang Kamen Rider Black dengan
tinjuan. Kamen Rider Black menahan serangan Super Dono dengan tangan yang kuat.
Terjadilah pertarungan hebat di keduanya. Baku hantam terjadi antara Super Dono
dan Kamen Rider Black. Pertarungan tersebut tidak ada mau mengalah sama sekali.
Lalu Super Dono terbang ke langit.
"Dasar curang...malah terbang ke langit," kata Kamen
Rider Black.
Kamen Rider Black langsung melompat dan mengunakan senjata
pamungkasnya.
"Tendangan maut.....," teriak Kamen Rider Black.
Serangan mematikan dari Kamen Rider Black yang hebat dan kuat di
terima dengan mutlak oleh Super Dono.
"Ahhhhhhhh," teriak Super Dono.
Super Dono terkena serangan mematikan tersebut....sampai terpental
jauh. Kamen Rider Black turun dari langit dengan pose yang mengagumkan. Super
Dono pun jatuh ke bumi dekat Nisa.
"Pahlawan....ku...," kata Nisa.
"Maaf...kalau saya selama ini membohongi perasaan saya, bahwa
saya cinta sama kamu," kata Super Dono yang narsis banget.
Kamen Rider Black melihat moment romantis itu.
"Kalian berdua...lagi urusan apa sih.......? jangan-jangan
lagi termehek-mehek..ya..atau mengukap rahasia pacaran kalian....kaya acara di
televisi...lagi tren...nya..sekarang......demi mempengaruhi perasaan penonton
aja," kata Kamen Rider Black yang tegas.
"Maaf....saya dan dia .....ehhhhhhh...gimana....ya?
menerangkanya," kata Super Dono yang malu.
"Iya............saya juga...!?" saut Nisa.
"Sebelas dua belas............sama aja.... Ada Apa Dengan
Cinta?" kata Kamen Rider Black.
"Itu...saya bisa jawabnya..........kalau cinta terus terang
aja....," kata Super Dono.
"Bukan Cinta ...tokoh wanitanya kan...jadi sorotannya tentang
perjalan arti sebuah cinta. Jawaban...adalah..........gak ada masalah dengan
cinta...ya cuma perasaannya aja...kaya ia kaya engak..," kata Nisa.
"Survei membuktikan benar........sekali,"saut Kamen
Rider Black.
"Loooooooooo....kok jadi .......kuis Famili You atau Famili
100," kata Super Dono.
"Itu...sih...sama. aja," saut Nisa.
"Makin....lama..makin ribet kisah cerpen ini........,"
kata Kamen Rider Black.
"Iya...juga.....ya," saut Super Dono dan Nisa.
"Ayo...kita mulai pertarungan ini......," kata Kamen
Rider Black dengan lantang.
"Ayo...siapa takut?," jawab Super Dono dengan lantang.
"Semangat pahlawan ku.....," kata Nisa dengan penuh
dukungan.
Super Dono mulai bergerak cepat dan menghajar Kamen Rider Black
dengan tinjuan yang sangat hebatnya. Tiba-tiba Indro dateng membawa air
seember, lalu di siramin ke muka Super Dono.
"Aduh.........kenapa saya basah kuyup?," tanya Dono.
"Kamu tadi..ngigok...gak karuan
...jadi...sampe...sampe...saya bengep dengan tinjuan kamu. Ketika saya ingin
membangunkan kamu. Jadi cara terbaik saya siram aja kamu dengan air
seember," kata Indro.
"Jadi ...tadi saya...mimpi............toh......., mana
Nisa..........nya?," tanya Dono.
"Nisa...di pangilin..........., masih sama Kasino.....urusan
kerjaan..... Ini nih kalau kebayakan mimpi jadi terbuai keadaan," kata
penjelasan Indro.
"Jadi....mimpi...semuanya...., Indro saya minta maaf karena
memukul kamu tidak sengaja.....saya kira..in......penjahat," ujar Dono
dengan memohon.
"Iya......saya...maafkan..........," jawab Indro dengan
bijak.
Dono dan Indro bergerak dari ruang kantor pergi menuju kamar mandi
"Dono....terimakasih ..atas selimutnya tadi malem," kata
Indro.
"Iya....," jawab Dono dengan rendah diri.
Dono dan Indro segera mandi pagi untuk membersihkan diri mereka
dan segera berganti pakaian untuk menjalankan tugas di bengkel dengan suasana
yang segar.


0 komentar:
Post a Comment