MENGALAHKAN NAGA
Kaido sedang duduk di istananya di pulau tengkorak.
"Pelayan bawakan aku minuman dan makan yang enak!" perintah Kaido.
Pelayan pun segera membawa makan dan minuman yang mereka siapkan untuk rajanya.
"Raja silakan di minum dan makanan yang enak ini," kata ketua pelayan.
Kaido langsung memakan makan yang di sediakan pelayannya dengan penuh lahap banget.
"Eemmm," kata Kaido sambil mengunyah.
Kaido terus makan sampai memuaskan dirinya, lalu minum arak yang enak banget. Lalu Kaido pun bangun dari tempat duduknya dan mulai merubah dirinya menjadi naga yang besar banget. Pelayan istana pada kabur semuanya karena raja mulai mengamuk dengan wujud naganya. Kaido pun terbang ke luar dari istananya menuju pulau di seberang.
Rakyat pada panik karena Kaido telah keluar dari istananya dengan wujud yang menyeramkan seekor naga yang besar banget. Kaido mencari anak buahnya yang setia.
Jenderal Jack kalah bertarung dengan Zeng si ahli pedang. Jenderal Jack mulai ketakutan karena rajanya keluar dari istana menunjukkan kebuasannya. Zeng yang mengalahkan Jack dalam pertarungan segera meninggalkan tempat pertarungan dengan kuda yang cepat sekali.
Kaido pun melihat ke sana ke sini, terlihat dengan baik Zeng di atas kudanya untuk menjauh dari dirinya. Kaido mendekati Zeng.
"Zeng bekerja sama dengan ku. Kita lupakan masalah di masa lalu," kata Kaido membujuk.
"Aku tidak mau. Menjauh dari ku!" kata Zeng.
Zeng pun memacu kudanya untuk berlari lebih cepat lagi agar menjauh dari Kaido. Ya Kaido pun mengabaikan Zeng karena tidak bisa di bujuk dan mencari anak buahnya yang lain. Terlihat Panglima Yun di mata Kaido. Segera Kaido mendekati Panglima Yun.
"Hey Yun," sapa Kaido.
"Raja, anda mabuk ya," kata Panglima Yun.
"Tidak," kata Kaido yang ngeles, tahu-tahu cekukan dan keluar bau arak dari mulut Kaido yang seekor naga besar.
Panglima Yun, tahu rajanya berbohong jadi di abaikan, lalu Panglima Yun melaporkan sesuatu tentang pemberontak yang ada di gunung Kalimanjaro. Kaido dalam keadaan mabuk, ya marah sih. Maka itu Kaido pun bergerak menuju gunung Kalimanjaro, lalu mengeluarkan semburan api yang dasyat banget ke gunung Kalimanjaro.
Padahal di gunung Kalimanjaro ada orang-orang sedang rapat di di bawah istana kerajaan yang di runtuhkan kerajaannya sama Kaido. Semua orang di tempat persembunyian berusaha kabur dari serangan api yang dasyat yang di keluarkan seekor naga jadi-jadian.
Lufy dan Hart melihat gunung Kalimanjaro di hancurkan oleh Kaido yang menjadi seekor naga yang besar banget. Lufy marah karena di gunung Kalimanjaro ada teman-temannya. Segera Lufy berlari untuk bertarung dengan Kaido, padahal Hart berusaha untuk menenangkan Lufy untuk tidak bertarung dengan Kaido.
Lufy tidak peduli yang terpenting menghajar Kaido, maka tetap dengan tujuannya. Dengan cepat Lufy sudah berada di samping Kaido yang seekor naga besar banget. Lufy pun berubah menjadi King Kong dan langsung meninju Kaido yang seekor naga besar.
Naga pun jatuh ke tanah. Semua orang kabur dari tempat pertarungan tersebut. Lufy terus menyerang Kaido lagi sampai di jatuhkan terus agar tidak bangun. Efek dari pertarungan tersebut mengenai temannya Lufy, ya si Lira. Lufy menolong Lira dan bertanya tentang keberadaan Nia. Lira memberitahu yang sebenarnya tentang Nia yang di hempaskan Kaido.
Lufy pun marah dan segera menghajar Kaido lagi dengan tinjuan beruntunnya. Kaido pun mulai sadar dari mabuknya. Pertarungan yang sebenarnya di mulai. Kaido pun berubah ke wujud manusianya, begitu dengan Lufy. Keduanya mengerahkan teknik pertarungan yang cepat dan kuat. Lufy dihajar Kaido dengan tinjuan yang kuat sampai terpental jauh.
Lufy teringat kata-kata gurunya "Kamu harus mati rasa dalam pertarungan apa pun, untuk kamu jadi lebih kuat lagi".
Lufy pun bangkit dari keadaannya dan mulai bergerak cepat ke Kaido dan melancarkan serangan tinjuan yang kuat banget. Serangan itu memang di tahan Kaido dengan kedua tangannya. Lufy melanjutkan serangan dengan tinjuan dari tangan ke duanya dan terus bergantian untuk menjebol pertahanan Kaido dan wal hasil berhasil meninju Kaido di mukanya sampai terpental jauh.
Lufy pun tidak memberikan Kaido bangkit lagi, maka itu bergerak cepat menuju Kaido yang berusaha bangkit. Lufy pun meninju Kaido dengan tinjuan yang sangat kuat banget ke arah perut Kaido dan akhirnya Kaido pun muntah darah.
Maru dengan cepat mengambil kesempatan dari ketidak berdayaan Kaido dengan memenggalnya dengan pedang yang sangat tajam.
"Aku berhasil membunuh mu Kaido. Bales dendamku telah telah terlaksana, karena kamu Kaido telah membunuh raja ku yang aku hormati...raja Kesuma," kata Maru.
Maru pun menyarungkan pedangnya. Lufy dan Maru meninggalkan tempat tersebut. Panglima Yun, mengetahui rajanya Kaido mati di bunuh Maru, maka itu mulai melepaskan jabatannya dari panglima perang dan menjadi rakyat, lalu segera pergi meninggalkan tempat tersebut bersama anak buah yang lain.
***
Ternyata teman-teman Lufy selamat dari serangan api naganya Kaido yang dasyat sampai menghancurkan puncak gunung, begitu juga dengan Nia. Karena sudah mengalahkan Kaido dan anak buahnya yang sekarang meninggalkan pulau tersebut. Maka Maru mulai mengangkat rajanya yang keturunan raja Kesuma, si Arjuna. Lufy dan teman-temannya di ajak makan dan minum di istana untuk merayakan kemenangan dan mengalahkan Kaido yang selama 20 tahun berkuasa telah membuat rakyat sengsara banget banget.
Rakyat pun senang penderitaan selama 20 tahun telah berakhir, maka perayaan kemenangan terus di jalan dengan baik dengan penuh kemeriahan.


0 komentar:
Post a Comment