BLACK
ANTMAN
Malam begitu larut sekali. Seorang pemuda berkostum berwarna
hitam. Bersembunyi di kegelapan malam di sebuah gang kecil penuh dengan barang
rongsokan. Dengan pandangan tajem memandangi sebuah gedung yang di jaga oleh
seorang sapam.
"Waktunya bertindak," kata Black Antman.
Dengan mengatur sistem pada alat yang di pakai di tangan kanannya.
Black Antman mulai melangkah keluar dan seketika sistem membuat Black Antman
menjadi kasat mata. Dengan cepat Black Antman melewati semua penjagaan seorang
sapam Bank. Sampailah Black Antman di sebuah ruangan kerja. Terlihat brangkas
uang di bawah meja kerja.
"Kayanya pekerjaan saya sedikit sulit," kata Black
Antman.
Black Antman menggunakan sistem pengecil tubuh di ikat
pinggangnya. Dengan sekejab Black Antman menjadi kecil. Dan berusaha masuk dengan
melewati celah kunci sampai ke dalam brangkas. Terlihat sebuah dokumen penting.
Black Antman menaruh alat pengecil dengan sekejab dokumen pun mengecil.
"Akhirnya apa yang saya butuhkan sudah saya dapatkan?"
kata Back Antman.
Keluarlah Black Antman dari berangkas lewat lubang kunci. Lalu
setelah keluar Black Antman dengan memecet alatnya di pinggang berubah kembali
menjadi ukuran semula. Tapi tiba-tiba sebuah alat sengatan listrik menancap di
dada Black Antman.
"Ahhhhhh........," teriak Black Antman.
Alat sistem kasat mata rusak di tangan kanannya karena arus
pendek. Black Antman menunjukkan wujud aslinya.
"Siapa yang melakukan ini?" kata Black Antman sambil
mencabut panah di dada.
"Saya.....yang melakukannya. Bagaimana rasanya? sakit terkena
sengatan dari pistol pengejut," kata Antman.
"Brengsek.....," teriak Black Antman.
Black Antman menyerang Antman dengan sebuah pukulan. Tapi
tiba-tiba berubah menjadi kecil. Sontak Black Antman berubah juga jadi
kecil. Black Antman yang marah menyerang Antman dengan beberapa tinjuan dan
pukulan. Dengan santai Antman melawannya dengan menangkis serangan
tersebut.
Keduanya tidak mau mengalah pada pertarungan yang sengit. Black
Antman berhasil memojokkan Antman sampai tidak bisa bangkit lagi. Tiba-tiba
Antman memencet sistem perubahan kembali wujudnya. Sontak Black Antman
terpental. Lalu dengan cepat memencet sistem perubahan kembali wujudnya.
Lalu terdengar alaram yang begitu ngaring.
"Kayanya ketahuan," kata Black Antman.
"Gimana...lagi?" saut Antman.
Sistem alat Black Antman kembali pulih. Lalu dengan cepat Black
Antman kembali kasat mata.
"Sampai jumpa lagi Antman," kata Black Antman.
"Dia..mencoba kabur lagi," kata Antman.
Dengan menggunakan sistem sensor panas mencoba mendekteksi si
Black Antman. Tapi Black Antman berubah menjadi kecil dan kabur secepat mungkin
keluar dari Bank. Antman kehilangan jejak dari Black Antman. Agar tidak ke
tangkap sapam Antman berubah menjadi kecil dan keluar dari Bank dengan bantuan
semut kesayangannya.
Black Antman dengan santai masuk sebuah lorong kecil dan kembali
ke wujud semula. Masuk gang yang gelap dan kembali non aktifkan sistem kasat
matanya.
"Waktunya pulang...ke markas untuk laporan," kata Black
Antman.
Black Antman dengan menggunakan motor yang di
parkirkan di sebuah gang yang cukup sempit. Melajulah Black Antman sampai ke
markasnya yang cukup jauh. Dengan kecepatan penuh mengendarai motor Black
Antman sampai di sebuah gudang tua. Dengan perlahan Black Antman masuk ke dalam
gudang tua.
Di dalam gudang tua telah duduk seorang bos penjahat bernama
Predator menunggu kedatangan Black Antman. Dengan segera Blackman memarkirkan
motornya. Melangkah maju menuju ke Predator.
"Bagaimana dapet dokumennya....?" tanya Predator.
"Beres............, tapi sedikit terlambat karena ada
penghalang," kata Black Antman sambil menyerahkan dokumen ke Predator.
"Maksud.....mu Antman..........," saut Predator.
"Ya..begitulah...," kata Black Antman.
"Pekerjaan kamu bagus. Dokumen ini bener yang asli. Klain
saya ..bisa senang. Karena data penggelapan Bank tidak jatuh ke tangan pihak
berwajib. Uang bayaran kamu sudah saya tranfer ke rekening kamu.......beserta
bonusnya," kata Predator.
"Terima Kasih..," kata Black Antman.
"Kalau begitu pertemuan kita....sampai di sini," kata
Predator.
"Baiklah.....," saut Black Antman.
Predator bergerak menuju mobil mewahnya. Sedangkan Black Antman
naik motornya dan pergi meninggalkan gudang tua. Dengan cepat Black Antman
melaju motornya sampai ke sebuah hutan. Terlihat mobil box dan Black Antman
memasukkan motornya ke dalam box. Dengan cepat berganti pakaian selayaknya
warga yang baik. Lalu keluar dari box dan segera menutup rapat-rapat box.
Pemuda yang gagah dan tampan bernama Jonatan langsung naik ke dalam mobil box.
Dengan segera membawa mobil box keluar dari hutan menuju daerah
perkotaan.


0 komentar:
Post a Comment