PENGAMEN LAWAK
Toni sudah seharian mengamen hasilnya cukup beli nasi bungkus. Keadan hidupnya Toni sudah pusing di garis kemiskinan. Suatu ketika ada kelompok stan up comedy jalan yang sedang berlatih untuk mengesplor kemammpuan lawaknya. Toni menontonnya dengam mempelajarinya. Semua orang seneng sambil bertepuk tangan karena kebolehan para stan up comedy jalan mengocok perut para penonton sampai ketawa-ketiwi.
"Saya...mau mencoba menjadi...pelawak seperti mereka," kata Toni.
Stan up comedy jalan usai manggung di jalanan untuk melatih keberanian untuk bisa membuat penonton awam tertawa riang. Toni berkenalan dengan salah satu stan up comedy ....bernama Solihun.
Dengan baiknya Solihun menanggapi niatnya Toni yang ingin belajar lawak. Ya...Solihun menyarankan ke Toni untuk berbincang lebih jauh di rumah. Toni....ya..menerima saran Solihun yang mengajaknya...untuk ngobrol di rumahnya untuk belajar ngelawak.
***
Esoknya. Sesuai janji Toni main ke rumah Solihun. Langsung open saja....Solihun mengajarkan Toni cara lawak stan up comedy. Dengan tekun Toni belajar....sampai bisa. Karena keterbatasan waktu urusan belajar dan cari makan. Ya...Toni sendiri lebih sadar diri.
Solihun memaklumi keadaan Toni. Jadi...ya..Toni....pamitan dari rumah Solihun untuk bekerja. Sambil mengamen Solihun mengumpulkan data-data penting yang di dapatkan di lingkungan sekitar. Lalu mencobanya stan up comedy saat mengamen untuk sedikit mengetahui sejauh mana kemampuan Toni melawak.
Lagu-lagu yang di mainkan Toni biasa sesuai syair di ubah Toni tujuannya sedikit ngelawak. Dari satu tempat ke tempat lain....Toni mencobanya agar merespon masyarakat berkenaan lawak jalannya.
Tetap...hasilnya normal. Toni...pun putus asa dengan usahanya. Toni membangkitkan inginannya berhasil maka Toni memicu semangat di dalam dirinya "Saya pasti bisa...melawak".
Toni perus mengamen sampe hasilnya cukup makan satu hari setiap harinya. Kadang Toni pun bingung untuk membayar kos-kosan yang harganya mahal juga.
Toni mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi dengan sedikit syair lagu di ubah lagi agar bisa membuat orang tertawa. Awalnya biasa aja akhirnya luar biasa karena ada yang tertawa dan mendekati Toni sambil memberikan uang "Mas...lucu..nyanyian sampean".
Toni...seneng ada yang nanggepi lawak nyanyiannya lucu. Pundi-pundi uang di kumpulkan hasil banyak. Waktu pun tiba. Solihun mengajak Toni manggung stan up comedy jalanan.
Toni menerima ajakan Solihun. Saat manggung Toni...gerogi dan blang semua...ide cerita yang di siapkan. Tapi Solihun melihat keadaan Toni yang gugup itu. Langsunglah di berikan arahan yang baik oleh Solihun "Harus percaya diri dan bisa jadi stan up comedy....yang membuat orang tertawa riang".
"Iya...saya bisa," jawab Toni.
Toni kembali kepercayaan dirinya untuk manggung stan up comedy jalanan. Mulai bercerita Toni...tentang dirinya seorang pengamen jalan di tambahkan memainkan gitar baru menyanyikan syair lagu yang di ubah Toni agar orang tertawa.
Respon penonton positif banget. Banyak yang tertawa dengan lawakan Toni. Solihun bangga dengan muritnya saat manggung dan akhir manggung juga. Semenjak itu Toni ikut komuntas stan up comedy untuk mengasah kemampuannya sekaligus mengubah nasifnya.
Waktu pun menunjukkan kesempatan itu juga. Ada ajang...stan up comedy yang di adakan stasiun Tv ternama di kota tempat Toni tinggal. Semua anak komunitas ikut ajang stan up comedy.
Dengan keyakinan menang dalam hati Toni. Di jalankan dengan baik stan up comedy tersebut oleh Toni mengalahkan satu persatu peserta yang ikut ajang tersebut.
Sampai akhirnya.....Toni berhenti usahanya hanya menjadi juara tiga. Toni tetap bangga dengan hasil kerjanya dan tak akan menyerah untuk belajar lagi untuk menjadi stan up comedy yang lebih baik lagi. Hadiah dari perlombaan stan up comedy mengubah nasif Toni....yang susah...menjadi lumayan alias sederhana gitu....gak kaya-kaya banget.
Rasa syukur di panjatkan karena tawaran lawan terus ada saja untuk menolong kehidupan Toni....alias naik jenjang pekerjaan. Toni....tidak sampai di situ untuk mengetahui bakatnya. Terus melatih diri sampai untuk meningkat vokal suaranya untuk bisa menyanyi lebih bagus lagi. Saat kesempatan itu dateng....Toni sudah siap untuk menyanyi dan melawak untuk terus bertahan di jenjang nasif yang stabil cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.....tidak ke kurangan.
Toni tidak lupa dengan asalnya...siapa yang mengajarkan dirinya...menjadi seorang yang ada artinya. Ya..Toni berterima kasih kepada Solihun yang mau jadi gurunya untuk melawak dan teman-teman komunitas stan up comedy jalanan.
Hiduplah...Toni dengan gemilang dari seorang pengamen menjadi...seorang stan up comedy...yang punya nama besar di kenal di mata masyarakat.


0 komentar:
Post a Comment