ROH ARINI

Posted By Cerpen universal on Thursday, July 25, 2019 | July 25, 2019

ROH ARINI

Malam hari yang di terangi bulan purnama. Arini berdiri di tengah taman bunga sedang memainkan biolanya dengan baik. Suara biola mengalun merdu membangunkan Hendri yang ketiduran di ruang kerjanya.

"Siapa yang memainkan biola malam-malam," kata Hendri.

Hendri tertarik dengan suara biola yang merdu dan keluar dari rumahnya yang besar. Dengan menaiki kudanya Hendri ..menungganginya dengan baik si kuda untuk membawanya ke tempat orang yang memainkan biola.

Sampai di taman bunga. Hendri turun dari kuda yang di tungganginya. Berjalanlah Hendri dengan pelan-pelan alias tidak berisik tidak mengganggu orang memainkan biola. Hedri terus melangkah menuju orang yang memainkan biola yang merdu banget.

Ternyata Arini terusik dengan kedatangan Hendri. Arini menghentikan main biolanya. Segera bergerak Arini meninggalkan tempat tersebut dengan berlari. Hendri memanggil gadis yang memainkan biola di taman bunga "Hey...tunggu...jangan takut dengan saya...ingin...mengenal kamu".

Arini tidak perduli panggilan orang tidak di kenalnya sampai ke dalam hutan. Hendri kecapean mengejar gadis pemain biola tersebut, tapi larinya tak wajar. Hendri sedikit pusing di kepalanya, lalu jatuh ke tanah.

***
Jam dinding berbunyi dengan keras menunjukkan tepat jam 12 malem. Hendri bangun dari tidurnya di meja kerjanya.

"Mimpi...apa kenyataan ya?" kata Hendri yang bingung.

Hendri bangun dari tempat duduk bergerak keluar dari ruangan kerjanya menuju dapur untuk mencari minum karena terasa haus. Hendri pun tiba-tiba berhenti di ruang tengah melihat sebuah lukisan di dinding seorang gadis bermain biola bergaun putih di tengah taman ....pada malam di terangi bulan purnama.

"Ini...lukisan...sama...dengan mimpi saya," kata Hendri.

Hendri lebih mengamati lukisan tersebut. Di sudut kanan paling bawah ada tulisan sebuah nama "Arini".

"Jadi....nama gadis dalam lukisan ini...Arini," kata Hendri.

Hendri mengabaikan lukisan itu dan juga mimpinya....menuju dapur untuk minum segelas air dingin di kulkas. Setelah itu ke kamar tidurnya.....di mana Lara istrinya Hendri sudah tidur...duluan di tempat tidur. Hendri masuk kamar tidur dengan tidak berisik agar tidak mengganggu istrinya yang tidur dengan nyenyak dan tenang.

***
Arini pun keluar dari lukisan di dinding menuju keluar dari rumah yang kaya istana menuju taman untuk bermain biola dengan baik sampai mengeluarkan suara merdu dari dawai yang di gesek Arini. Kakek Josep dari balik jendela melihat langit yang bercahaya bulan purnama dan juga melihat Arini yang keluar dari rumah.

"Roh...Arini tetap saja...ingin bermain biola seperti biasanya....padahal sudah puluhan tahun kamu meninggalkan.....saya...karena mengidap penyakit yang langka," kata Kake Josep.

Kakek Josep terus mendengarkan alunan musik yang merdu dari biola yang di mainkan Arini.

"Saya...terasa kembali...ke masa lalu bersama...mu Arini. Menonton Arini bermain biola di taman bunga yang indah," kata Kakek Josep mengenang masa lalunya.

Waktu pun menidurkan Kakek Josep. Ternyata tidur bukan sembarang tidur, tapi tidur selamanya alias meninggal. Esok paginya Hendri dan istrinya Lara mengurus jenazah Kakek Josep untuk di kuburkan dengan layak di sebelah makam istrinya tercinta.....Arini.
Blog, Updated at: July 25, 2019

0 komentar:

Post a Comment