AIR MATA TERAKHIR LESTI
Ibu Mira pun kecewa dengan keadaanya kemiskinan di tambah Janda di tinggal mati. Anak satu-satu Lesti selalu mengikuti Ibunya dengan baik walau sebenarnya Ibunya galak sekali karena frustasi dengan keadaan hidupnya. Saat pulang dari pasar Ibu Mira bersama Lesti yang membawa belanjaan yang berat banget tapi di usahakan dan di kuat-kuatkan membawanya. Lesti terjatuh karena terselandung jadi barang bawaan jatuh semuanya.
Lesti berteriak "Ibu...tolong."
Ibu Mira terbawa pikiran frustasinya dan bukan menolong anaknya tapi malah marah-marah dan berkata "Bangun sendiri dan jangan manja."
Ibu Mira malah bergerak cepat pulang ke rumah meninggalkan anaknya yang kesusahan dengan ngoceh sendiri alias ngedumel tentang keadaannya yang miskin.
Ada Ibu-Ibu lingkungan sekitar yang iba membantu Lesti untuk memasukkan belanjaan yang bertabur di jalan ke dalam sangkeknya lalu berkata "Lain kali lebih hati-hati Lesti bawa belajaannya."
"Iya..Ibu...terima kasih bantuannya."
Ibu-Ibu yang membantu Lesti pergi untuk melanjutkan urusannya. Lesti pulang ke rumahnya dan sampai di rumah membereskan semuanya sendiri tanpa bantuan Ibunya setelah itu menjalankan sholat tepat waktu.
Bertahun-tahun begitu sampai Lesti mandiri dan menjadi gadis dewasa yang tegar dan tak manja. Lesti mendapatkan kerjaan untuk membantu Ibu Imah yang kerjaan menjahit pakaian.
Usaha keras Lesti berhasil dengan baik dengan buah kebaikan di bayar dengan uang cukup banyak oleh Ibu Imah. Padahal perjanjiannya bayaran hasil kerja Lesti telah sesuai tapi hasil kerja Lesti bagus jadi ada nilai kepuasan pelanggan jadi Ibu Imah menambahkan hasil bayaran pada Lesti.
Lesti pun berucap "Terima kasih banyak Ibu."
"Iya...sama-sama."
Lesti sebenarnya ingin mengembangkan usahanya jadi mandiri dengan membeli mesin jahit sendiri. Ibu Imah memberikan saran yang baik untuk Lesti untuk menawarkan mesin jahit yang bisa di kredit dari temannya Ibu Imah.Lesti pun mendengarkan saran yang baik dari Ibu Imah dan berusaha untuk mencobanya menjalankan dengan baik.
Lesti pun pamit pulang karena urusan pulang. Tapi seperti biasanya belanja dulu ke pasar untuk membeli kebutuhan rumah. Dan setelah dapet semua barang yang di perlukan pulang ke rumah. Sampai di rumah langsung di masak semua bahan-bahan yang di beli Lesti dari pasar menjadi masakan yang enak untuk Ibunya tersayang dan siap di meja makan untuk santap di meja makan.
Ibu Mira baru pulang dari kerjaan dan selalu berdandan cantik dengan menggunakan kosmetik kawe.
"Ibu makan," ajakan Lesti.
"Kebetulan Ibu laper...capek nyari rezeki," kata Mira.
Ibu Mira menyantap makan buatan Lesti dengan lahapnya dan Lesti ikutan makan juga menemani Ibunya setelah itu baru sholatlah Lesti sebagai muslim yang baik.
Ibu Mira ada urusan kerjaan jadi pergi lagi. Setiap hari jalani Ibu Mira menjalaninya hidupnya dengan kerja keras sampai terus mempercantik diri dengan kosmetik kawe. Tak sadar terjadi efek pemakaian pada wajahnya Ibu Mira dan akibatnya rusak.
Ibu Mira frustasi lagi dengan kebodohannya itu mencelakai dirinya. Tetap saja Ibu Mira di jalani hidupnya seperti biasa dan berkeinginan untuk operasi plastik. Lesti pun ingin membantu Ibunya dengan uang tabungannya agar wajah Ibunya kembali semula dan itu pun memakan banyak waktu dan kerja keras.
Ibu Mira menghadap Bosnya pemilik organ tunggal dengan keadaanya sebenarnya dan harus manggung nama juga kerjaan. Padahal Ibu Mira minta di beliin kosmetik untuk menutupi wajahnya rusak. Tetap Bosnya Ibu Mira gak peduli malah mengancam "Mau kerja gak kalau gak mau ya..sudah saya pecat kamu."
"Jangan dong Pak."
"Ya..sudah..sekarang latihan sama Tino sana...!"
"Iya."
Bos pun pergi meninggalkan Ibu Mira dan Tino di tempat latihan. Ibu Mira gak ada pilihan lagi latihan dengan Tino yang sedang main kibordis. Tino punya rencana untuk mendekati Ibu Mira seorang janda. Dengan berbuat baik pada Ibu Mira melancarkan niatnya untuk mengambil hati sampai seusai kerjaan di anter pulang pake motor Tino ya...minjem temannya demi memberikan kenyamanan.
Tino terus merayu Ibu Mira sampai main ke rumahnya berkali-kali dan akhirnya bicara untuk menikahi Ibu Mira. Karena sudah lama menjanda Ibu Mira ada yang mau menerima keadaan dirinya yang wajahnya cacat. Ya...di terimalah Toni jadi suami Ibu Mira dengan acara sederhana saja...ya..akat nikah saja gak ada...acara ramean maklum orang susah cukup tetangga yang tahu.
Toni berhasil rencana menikahi Ibu Mira dan Lesti menerima Toni jadi Bapak barunya. Walau sebenarnya Lesti tahu bahwa suami Ibunya adalah muhrim yang bahaya maksud boleh dekat tapi hanya sekedar karena bisa jadi fitnah. Lesti lebih baik pisah dari rumah Ibunya dan memilih ngontrak sendiri agar aman. Ibu Mira marah-marah dengan ke putusan Lesti. Tapi dengan alasan Lesti yang masuk akal ya...sang Ibu akhirnya mengerti. Dan juga Lesti sering juga pulang ke kontrakan Ibunya untuk beres-beres rumah dan mengkhawatirkan keadaan Ibunya.
***
Saat Lesti hendak pulang ke rumah tak sengaja berpapasan dengan Bapak Toni. Lalu siasat di mulai oleh Bapak Toni untuk meminta uang dengan Lesti dengan alasan akan menghancurkan perasaan Ibunya Lesti dengan menceraikan padahal Lesti tahu...Ibunya mencintai Bapak Toni. Pada akhirnya Ibu Lesti patah hati.
Lesti khawatir dengan keadaan Ibunya....ya..gimana lagi..di berilah uang sesuai permintaan Bapak Toni...padahal uang itu di gunakan untuk bayar kontrakan dan menjalankan usaha menjahitnya. Ya...demi Ibunya...di ikhlaskan uangnya untuk Bapak Toni. Usaha Bapak Toni berhasil dengan meminta uang dari Lesti dan di gunakan pacaran dengan diam-diam. Bapak Toni menjadi-jadi dengan ulahnya yang brensek itu tapi Ibu Mira tidak tahu.
Suatu ketika Lesti bertemu dengan Irwan di jalan teman masa kecil yang telah dewasa yang selalu memperhatikan Lesti dari dulu hingga sekarang. Irwan berkeinginan untuk melamar Lesti jadi istrinya. Padahal Lesti juga suka dengan Irwan dan di jalani hubungan Irwan dan Lesti masih perteman dulu karena belum ada restu.
Bapak Toni tahu hubungan Lesti dan Irwan dan langsung di bicarakan sama istrinya..ya...Ibu Mira. Omongan Bapak Toni bukan melanggengkan urusan Irwan dan Lesti ke pernikahan, tapi menghasut lewat Ibu Mira agar di gagalkan. Irwan dateng ke rumah Ibunya Lesti untuk meminta melamar dengan omongan biasa dulu ya..Irwan dulu, tapi di tolak Ibu Mira....ya..jadi Irwan gak jadi menikahi Lesti.
Sebelumnya Ibu Mira sudah ngomong sama Lesti sebelum Irwan dateng ke rumah "Kalau kamu di menikah kamu tidak bisa nolong Ibu. Banyak hal ini dan itu...bukan Ibu lagi tapi untuk urusan rumah tangga kamu. Jadi kamu tidak bisa membiayai Ibu..untuk operasi pelastik."
"Tapi..Ibu... Lestri bisa mengaturnya dan bisa berbakti kok."
"Ah..sudahlah....sekarang kamu...ngomong..begini, tapi besok beda. Jadi tunda dulu kamu menikah itu...."
"Iya..Ibu."
Lesti pun kecewa karena tidak restui oleh Ibunya. Sedang Irwan benar-benar kecewa dengan sikap Ibunya Lesti yang menolak niat baiknya. Tapi Irwan dengan sabar menunggu cinta Lesti karena punya pikiran positif "Mungkin lain waktu bisa dapet restu dari Ibunya Lesti."
Irwan tetap menjalankan cintanya dengan penuh ke optimisan walau banyak penghalang.
***
Ibu Mira saat pulang kerjaan...eeer dapet telpon dari Bosnya untuk manggung lagi. Tapi Ibu Mira tidak bisa takut jatuh panggung karena alasan gak enak badan...ya di maklumi oleh Bosnya Ibu Mira. Di dalam rumah Lesti pun baru selesai kerjaannya dan hendak masuk kamarnya untuk sholat. Bapak Toni punya niat buruk ingin menggagahi Lesti karena keadaan sepi. Tapi Lesti brontak dengan berkata kasar ke Bapak Toni padahal awalnya di hormati, tapi kalau urusan menjaga diri rasa hormat hilang begitu saja.
Tiba-tiba jatungnya sakit dan hampir roboh dan berusaha bertahan duduk di kursi dengan menahan sakit dengan di pegang dadanya pake tangan kanan. Bapak Toni yang berpikir buruk menjadi baik melihat keadaan Lesti alias iba. Bapak Toni benar-benar khawatir dan takut Lesti kenapa-kenapa?
Ibu Mira masuk rumah melihat keadaan Bapak Toni dekat dengan Lesti yang sedang duduk. Pikiran pendek muncul pada Ibu Mira dan marah-marah pada Bapak Toni dan Lesti karena prasangkanya ada main di belakang Ibu Mira saat kerja.
Bapak Toni ngeles dan memojokkan Lesti bahwa "Lesti yang menggoda saya."
Ibu Mira lebih marah memarahi Lesti yang keadaannya sedang sakit karena salah mendidik Lesti menjadi wanita penggoda atau wanita gak bener. Lesti membela dirinya untuk menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya dan bukan wanita penggoda yang di tuduhkan kepadanya karena pernyataan dari Bapak Toni.
Karena dari pada perkara lebih panjang lebar lebih baik Lesti keluar dari rumah kontrakan Ibunya kembali ke kontrakannya sendiri dengan menahan sakit di jantungnya. Setelah agak sehatan menjalan sholat sebagai muslim yang baik.
***
Waktu pun menunjukkan kebenaran. Bapak Toni jalan bareng denga cewek cantik dan kepergok Ibu Mira dan bertanya Ibu Mira tentang cewek bersama Bapak Toni. Karena telah ketahuan sama Ibu Mira...istrinya Bapak Toni ya...di omongin saja bahwa "Bahwa cewek ini pacar saya. Jadi selama ini saya mau dengan kamu mau numpah hidup...."
Ibu Mira kecewa mendengar omongan tersebut "Kamu..bener-bener..cowok brengsek."
"Terserah..omongan..kamu. Kita putus. Cerai...."
Bapak Toni pergi dengan pacarnya dan Ibu Mira di tinggal begitu saja dengan meratap ke sedihan di dalam hatinya. Lesti pun tahu Ibunya telah pisah dengan Bapak Toni dengan kabar desas desus dari warga.
Lesti ingin bertemu dengan Ibunya di kontrakannya dengan membawa makanan yang di taruh di dalam rantang. Sebenarnya Lesti masih takut dengan Ibunya...karena takut di marah-marahi dengan keadaan Ibu yang sekarang.
Dalam rumah Ibu Mira sakit karena dengan memikirkan keadaanya yang kacau. Saat pintu depan di buka bertemu dengan anaknya yang membawa makan yang di taruh di dalam rantang.
Lesti pun minta maaf ke Ibunya dan berkata "Lesti ingin bawain Ibu makan saja kok."
Ibu Mira menerima niat baik anaknya yang membawakan makan untuknya. Lalu Lesti pun pamit pulang. Ya...Ibu Mira membiarkan Lesti saja. Makan yang di buat Lesti di makan Ibu Mira. Rasa sakitnya pun hilang alias sembuh dan bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Datenglah tamu. Ibu Lina yang punya kontrakan...ingin menagih uang kontrakan ke Ibu Mira yang menunggak tiga bulan. Padahal Ibu Mira telah memberikan uang kontrakan ke suaminya si Bapak Toni untuk di bayarkan ke Ibu Lina. Tapi ternyata berdasarkan pernyataan Ibu Lina tidak menerima sepeser pun uang dari Bapak Toni.
Ibu Mira sadar dengan keberengsekan mantan suaminya itu. Ibu Mira meminta waktu untuk membayarnya karena keadaannya. Tapi ternyata Ibu Lina lebih memilih mengusir Ibu Mira dengan dalih sudah ada yang mau ngontrak dan sudah bayar awal lagi.
Ibu Mira mulai kacau dengan keadaanya dan harus pindah kontrakan pada hal gak uang sepeser di tangan dan gak tahu harus kemana. Ibu Lina pergi begitu saja tampa memikirkan keadaan Ibu Mira. Lesti tahu kabar Ibunya dapet masalah lewat omongan warga. Segera dateng ke kontrakan Ibunya dan bicara baik-baik dengan Ibunya untuk tinggal bersama Lesti.
Ibu Mira pun gak ada pilihan lagi ikut dengan Lesti di kontrakannya. Saat Lesti kerja. Ibu Mira membuat makan untuk Lesti. Hal itu terus berlangsung baik sampai menjelang bulan ramadhan untuk puasa dan Ibu membuatka saur untuk Lesti supaya saur bersama dan menjalan puasa bersama seperti dulu.
Hubungan Lesti dan Irwan berjalan baik sampai sekarang. Tapi Lesti kena serangan jatung pada saat itu sedang ngobrol dengan Irwan urusan kerjaan. Karena khawatir dengan keadaan Lesti di bawalah ke rumah sakit sama Irwan dan memberikan kabar pada Ibu Mira.
Segera dateng Ibu Mira ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya dan bertanya kepada Dokter tentang keadaan Lesti yang sebenarnya. Dokter tidak bisa berkata-kata lagi keadaan Lesti sudah parah.
Ibu Mira menangis sedih dengan Lesti di ujung tanduk kematiannya dan juga Ibu Mira tidak tahu anaknya mengidap penyakit. Irwan pun sedih melihat keadaan Lesti yang ambang kematian. Lesti pun sadar dari komanya dan berkata "Ibu Lesti telah mengumpulkan uang untuk operasi wajah Ibu yang di simpan di lemari."
"Nak..Ibu..gak peduli dengan wajah..Ibu yang penting sembuh."
"Maaf Ibu... Lesti gak kuat lagi."
Lesti menutup matanya sambil mengeluarkan air mata kesedihan.
"Lesti," panggilan Ibu Mira ke anak tersayangnya.
Lesti pun meninggal dunia. Irwan sedih karena Lesti meninggal dunia karena penyakit yang diidapnya. Segeralah diadakan pemakan Lesti yang baik dan layak berdasarkan permintaan Ibu Mira dan Irwan membantunya.
Ibu Mira pun mengikuti pesan terakhir yang di simpan di lemari. Ternyata benar uang tabungan Lesti untuk operasi wajah Ibunya yang rusak dan ada surat wasiat Lesti di bacanya dengan seksama oleh Ibu Mira.
Setelah membaca surat terakhir Lesti. Ibu Mira menangis sedih sekali harapan Lesti adalah selalu dicintai oleh Ayah dan Ibunya. Ibu Mira sadar banget dengan segala kesalahannya dan langsung menjalankan tobat nasuha di bulan ramadhan demi dirinya dan anaknya yang tercinta yang telah membibing Ibunya kembali kejalan yang benar meminta ampunan pada Alloh SWT karena perbuatan selama ini di sengaja atau tidak di sengaja dan selalu mengirim doa untuk Lesti agar tenang di alam barzah.


0 komentar:
Post a Comment