PENYIHIR
Sebuah kota yang tenang sekali. Ada seorang anak bernama Radit yang memiliki kemampuan bukan layaknya manusia. Radit pagi itu seperti biasa begerak dengan cepat dan melompat dari satu rumah ke rumah dan hampir menginjak ekor kucing. Tapi Radit tetap berusaha dengan baik mengatur kesimbangannya saat melompat sampai pada toko kue kesukaannya.
Radit turun dari atap rumah dan mendarat ke tanah dengan posisi yang setabil. Radit masuk ke dalam toko kue.
"Hai..kak Liana yang cantik ..beli kuenya," kata Radit.
"Seperti biasanya ya," saut kak Liana.
"Iya."
Radit pun membayar dengan 3 koin emas pada kak Liana. Sedangkan kak Liana memberikan sebungkus kue yang banyak banget.
"Terima kasih..kak," kata Radit.
"Ya...sama-sama," saut kak Liana.
Radit pun keluar dari toko rumah dan langsung segera lompat naik dari satu atap rumah ke atap rumah lain dan langsung berhenti pada rumah yang cukup tinggi.
"Kota ku indah juga ya," kata Radit
Radit pun bergerak dengan cepat sekali sambil melompat ke sana dan kesini sampai menuju sebuah hutan belantara. Di tengah hutan yang lebat sekali ada seorang anak bernama Sasuke duduk di atas batu menunggu temannya yang janjian di situ.
"Lama banget...belum dateng...Radit..ya," kata Sasuke.
Radit pun dateng turun dari pohon yang cukup tinggi dan berdiri di hadapan Sasuke.
"Lama..amet sih Radit," kata Sasuke.
"Maaf...deh. Saya sarapan pagi dulu dengan makan kue yang banyak," penjelasan Radit.
"Ngomong-ngomong..itu tanduk di kepala makin lama makin tumbuh saja. Kaya seperti bentuk perwujudan dari iblis saja," kata Sasuke yang polos.
"Ah..buas saya ini tanduk di kepala bukan apa-apa?! Jadi jangan terlalu khawatir. Saya manusia biasa bukan iblis," pernyataan dari Radit.
"Oh..iya jadi belajar.sihirnya?" tanya Sasuke.
"Jadi..saya bawa banyak buku yang saya ambil dari perpustakaan sihir daerah sini," kata Radit.
Radit mengeluarkan buku sihir dari tas dan di taruh di atas batu besar.
"Hebat..banget..kamu bisa dapet buku sihir ini," pujian dari Sasuke.
"Hebat..lah. Saya mengambilnya diam-diam tidak ketahuan dari penjaga perpustakaan," kata Radit.
"Tapi ngomong-ngomong kamu bisa....mempelajari buku sihir ini?" tanya Sasuke.
"Bisa..kok," jawab Radit yang membuat pernyataan sok pintarnya.
Radit mengambil salah buku sihir di atas batu dan mulai membuka buku sihir. Radit membacanya dengan seksama lalu di praktekkannya dengan arah tangan kanan di majukan ke depan. Radit mulai membaca mantra sihir.
"Keluarlah kekuatan besar dari tangan saya," teriak Radit dengan penuh percaya diri.
Ternyata Radit tidak bisa mengeluarkan sihir dari tangan kanannya.
"Benarkan gak bisa," kata Sasuke yang duduk di atas batu.
"Saya..akan coba lagi," kata Radit dengan percaya diri.
Radit membuka lagi lembaran buka sihir. Dengan seksama Radit membaca buku sihir dan segera di praktekkan dengan dua tangan.
"Keluarlah energi sihir terbesar," teriak Radit dengan penuh semangat.
Tetap Radit tidak bisa mengeluarkan sihirnya.
"Kan benar..kamu tidak bisa mengeluarkan sihir. Jangan-jangan kamu tidak berbakat," kata Sasuke.
Radit pun malu di omongin oleh Sasuke seperti itu lalu melempar buku dan ternyata jatuh di antara buku yang lain di atas batu.
"Saya coba lagi," kata Radit dengan percaya diri.
Radit maju beberapa langkah ke depan dan dihadapannya ada sebuah batu besar. Mulailah Radit berkonsetrasi dengan memejamkan matanya lalu tangan kanan di kepalkan. Terjadilah fenomena yang luar biasa. Energi alam berkumpul pada tangan Radit. Sedangkan Sasuke merasakan keanehan dari alam.
Radit pun percaya dengan energi yang terkumpul pada tangannya. Mulailah meninju Radit pada batu besar di depannya. Batu mental dengan sangat cepat sekali ke udara.
"Hore..berhasil kamu Radit," kata Sasuke.
"Iya..saya berhasil memukul batu besar itu sampai terpental jauh," kata Radit.
Radit senang dengan keberhasilan pertamanya. Batu terbang di udara dan jatuh di sebuah rumah peternakan banteng. Gara-gara peternakan hancur berantakan. Banteng pada ngamuk dan keluar dari pagar pembatas menuju hutan. Radit melihat segerombolan banteng datang kehadapannya.
"Kabur," kata Radit
"Kabur," kata Sasuke.
Segerombolan banteng marah mengejar Radit dan Sasuke. Dengan sekuat tenaga mereka berdua berlari dan tidak di seruduk oleh segerombolan banteng yang marah. Di sisi lain nenek penyihir yang bernama Diana sedang tawar menawar di toko penyihir yang mematok harga yang terlalu mahal. Nenek Diana marah-marah dan membuat takut pemilik toko dan akhirnya masuk ke dalam tokonya dan tidak melayani lagi. Segerombolan banteng yang marah masuk ke daerah perkotaan. Nenek Diana melihatnya dan begitu dengan para warga yang lainnya.
Terlihat dari jauh Radit dari oleh matanya nenek Diana. Dan saat berpapasan dengan nenek Diana masih di kejar oleh segerombolan banteng marah Radit melihat nenek Diana marah dengan ulahnya. Radit tambah kacau dan terus berlari dengan cepat dan menggendong Sasuke yang mulai keletihan.
Nenek Diana mulai mengeluarkan tongkat sihirnya dan di bacalah mantra. Energi alam berkumpul pada tongkat nenek Diana dan langsung menghempaskan pada segerombolan banteng yang marah. Sekejab semuanya terpental oleh pusaran energi seperti udara yang berbentuk tornado. Radit dan Sasuke terjebak arus udara tersebut.
Segerombolan banteng pada pusing dan akhirnya jatuh ke tanah dengan rapih. Radit jatuh juga ke tanah dan Sasuke menindihnya.
"Sakit...," teriak Radit.
"Maaf..," saut Sasuke dan turun dari tubuhnya Radit yang tergeletak di tanah.
Nenek mendekati Radit dan Sasuke.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya nenek Diana dengan marah-marah.
"Maaf..nenek," jawab Radit dan Sasuke.
Para warga pun marah dan menimpuk nenek Diana dan terkena pada kepalanya. Tetap nenek Diana diam.
"Dasar..penyihir," kata para warga kota yang membenci mereka.
"Kalian tidak boleh melakukan itu," pembelaan Radit untuk nenek Diana.
"Dasar penyihir pembuat onar dan pembuat kehancuran. Pergi dari kota ini!" kata para warga yang membenci nenek Diana dan Radit.
Nenek Diana diam begitu juga dengan Radit.
"Ternyata mereka di benci para warga..karena status mereka," celoteh Sasuke.
"Kalian berdua dengarkan ocehan dari para warga yang membenci kita. Ayo kita pergi dari sini," kata nenek Diana.
"Tapi..nenek," kata Radit.
Nenek langsung menggunakan sihir pada tongkatnya dan keluarlah udara berbentuk tornado. Setelah itu Radit dan nenek Diana pergi dari tempat tersebut dengan menggunakan sapu terbang.
"Ternyata saya di benci warga kota," celoteh Radit.
"Kalau sudah tahu jangan bikin ulah lagi di kota," nasehat nenek Diana.
Radit pun diam. Nenek Diana membawa sapu terbangnya ke rumahnya yang melayang di udara menggunakan balon udara. Sampai di rumah Radit di hukum untuk membersihkan rumah. Nenek Diana mengawasi kerjaan Radit.
"Radit...jangan bikin ulah lagi di kota," nasehat nenek Diana.
"Iya. Tapi."
"Jangan membantah lagi," kata nenek Diana yang memotong omongan Radit.
"Iya. Nenek udah selesai pekerjaannya bersih-bersih..saya boleh istirahat," kata Radit.
Nenek merasa sakit pada tubuhnya dan di sembunyikan.
"Ya..sudah istirahat sana," kata nenek Diana.
"Hore," kata Radit dengan senang sekali.
Di dalam kamarnya Radit belajar dengan membaca buku sihir. Dalam buku menjelaskan ada telur monster ketika menetas makluk buas tersebut menghancurkan apa saja di hadapannya. Radit pun selesai belajar dan akhirnya tidur dengan tenang di kasur yang empuk. Keesokan harinya Radit belajar ilmu sihir di tengah hutan dan Sasuke pun ikutan.
Seperti biasa Radit mencoba sihir yang berhasil dia gunakan dengan penuh konsetrasi penuh. Ternyata Radit termakan oleh sihir di kepalan tangannya dan berusaha untuk menghilangkannya. Mondar-mandir dengan bingun untuk menghilangkan sihir di tangan kanannya. Sasuke pun panik juga melihat Radit yang mulai kacau balau.
Akhirnya Radit bisa memadamkan energi yang mulai membakar tangan kanannya.
"Jangan-jangan kamu cuma beruntung saja menggunakan sihir kemarin," kata Sasuke.
"Ngomong apa kamu?" kata Radit.
"Kenyataannya sekarang kamu gagal mengendalikan sihir pada tangan kanan kamu," kata Sasuke.
"Mungkin juga..saya beruntung kemarin. Tapi hari ini saya coba agar berhasil menggunakan sihir pada tangan kanan saya," penjelasan Radit.
"Terus berusahalah sampai mencapai impian menjadi kenyataan dan jadi kuat dan akhirnya jadi penyihir hebat," dukungan Sasuke memberi semangat pada Radit.
"Saya harus berhasil," saut Radit dengan penuh semangat.
Di tengah pembicaran antara Radit dan Sasuke terlihat di atas langit ada sebuah telur monster yang melesat menuju kota. Radit tahu telur itu berbahaya, maka di bagilah tugas. Sasuke pergi duluan ke kota untuk memperingatkan warga untuk menjauh dari telur monster. Sedangkan Radit pulang ke rumah untuk membawa alat-alat untuk melawan monster.
Sampai di kota terlihat telur monster yang besar banget dan para warga kota mendekatinya. Sasuke dateng dengan ke tempat tersebut dan memperingatkan para warga untuk menjauh dari telur monster. ternyata para warga tidak menggrubis dari peringatan yang di berikan oleh Sasuke sang anak kecil. Radit yang membawa perlengkapan untuk bertarung dengan bantuan kalilawar sihir untuk cepat sampai di tujuan.
Tapi karena Radit membawa banyak barang malah kalilawar sihir tidak bisa mengangkat Radit dan hambir jatuh ke tanah. Dengan usaha keras akhirnya sampai juga di atas telur monster dan kalilawar sihir benar-benar kecapean sekali.
"Hay..para warga pergi dari sini!" perintah Radit.
"Anak..kemarin yang bikin ulah. Pergi sana!" kata para warga kota semuanya.
Telur monster pun retak dan keluarlah monster berbentuk beruang saat itu Radit melompat dan langsung menyerang monster beruang dengan ramuan peledak. Tetap monster beruang tidak mempan. Lalu Radit menggunakan golok yang sangat besar dan kuat dan di hantamkan di kepala monster beruang.
Ternyata golok patah karena kepala monster beruang sangat keras sekali. Radit pun di tinju oleh monster beruang sampai terpental dan hancurlah rumah. Monster beruang mulai menghancurkan kota. Para warga kocar-kacir. Sasuke pun melarikan diri agar tidak di bunuh oleh monster beruang. Radit pun bangun dari tempat jatuhnya dan berusaha untuk melawan monster beruang yang sangat kuat itu.
Dengan teringat dengan latihannya mengendalikan sihir pada tangan kanannya. Radit mulai mengepalkan tangan kanannya dan bergerak melompat dan menyerang monster beruang dengan tinjuannya. Sang monster beruang terpental jauh dari kota. Akhirnya semua selamat dari kehancuran, lalu Radit pun pingsan kehabisan energi. Sasuke yang khawatir langsung menolong Radit yang pingsan dan di bawa pulang kerumahnya. Para warga yang membenci Radit enggan menolongnya.


Hanya disini semua permainan online bisa di mainkan dengan 1 userid saja loh
ReplyDeleteada Togel Poker Sbobet Sabung Ayam Batu Goncang Tembak Ikan Slot
dan masih banyak games online betting lain nya yang bisa anda mainkan disini dengan modal 20rb saja
yukk segera daftar kan diri anda dan bergabung bersama kami hanya di DEWALOTTODOTME
dengan pelayanan Terbaik dan Terbonafit serta BO yang berpengalaman yuk segera bergabung.. bb 7BF59345
Izin share yah min^^
ReplyDeleteVAZBET - Agen Bola Piala Dunia - Agen Casino dan Poker Online Terpercaya Indonesia
Agen Bola SBOBET | Agen Bola UBOBET | Agen Casino | Agen Tembak Ikan Terpercaya | Agen Sabung Ayam
Tembak Ikan Online
Agen Fafa Slot
Agen Casino Terpercaya
Agen Bola Piala Dunia
Agen Poker Terpercaya
Agen Sabung Ayam
Agen Bandar Togel Klik 4D
Daftar Vazbet
Mau dapat keuntungan yang besar ? Silahkan daftar dari sekarang juga dan rasakan berbagai promo yang sangat menarik di ESIABET ,me ^^
ReplyDelete??????????????????
MIN BET Rp.10.000
MIN BET PARLAY Rp.5.000
Menyediakan 4 Pasaran : SBOBET,IBCBET,CM368,OPUSGAMING
??????????????????
BONUS MENARIK DARI ESIABET :
- UANG TUNAI SEBESAR 2.000.000
- BONUS MEMBER BARU 20%
- BONUS CASHBACK MINGGUAN 5% - 10%
- BONUS NEXT DEPOSIT 5%
- BONUS ROLLINGAN POKER 0.5%
- BONUS REFERRAL 5%
??????????????????
*KONTAK KAMI
?Whatapps: +85569988390
??FB : MAFIA BOLA
??IG = BANDARESIABET303