PEMBURU SILUMAN

Posted By Cerpen universal on Wednesday, January 30, 2019 | January 30, 2019

PEMBURU SILUMAN

Seorang anak kecil bernama Cent yang berjualan di pinggir pasar dan menawarkan jualannya. Warga sekitar tertarik dengan barang yang di tawarkan. Datenglah segerombolan preman dateng dan membubarkan para warga yang ingin membeli jualan Cent.

"Cent...kamu di suruh jaga barang..bukan di jual seenak kamu," kata preman bertubuh gemuk bernam Robet.

"Tapi saya butuh makan....untuk hidup," penjelasan Cent.

"Hajar aja ini.....yang membuat alasan," kata preman bertubuh kurus bernama Cikung.

Robet makin marah di komporin temannya dan mencekit Cent dan hendak di tinju.

"Ampun...," kata Cent.

Rasa iba pun timbul pada diri Robet dan hendak melepaskan Cent. Tapi malah di komporin lagi sama preman yang lainnya yang berperawakan berewok yang bernama Gungun. Robet naik pitan lagi dan hendak meninju Cent. Dalam keadaan mulai panas dan terjepit Cent berpikir sesuai intingnya saja. Menendang bagian kemaluan si Robet.

"Aduh.....," teriak Robet kesakitan.

Semua preman menolong Robet yang kesakitan. Saat itu Cent bergerak cepat dengan berlari dengan sangat cepat.

"Mana..Cent?" tanya Robet.

"Kabur ...Bos," jawab Cikung.

"Kejar....!" perintah Robet.

Semua preman mengejar Cent. Sedangkan Robet berusaha bangun dan menahan sakit di kemaluaannya. Di sisi lain ada Ibu dan anaknya menghindari keributan di pasar. Tak sengaja anak kecil menabrak seorang pemuda yang perawakan aneh. Karena kecerobohan anak kecil itu jatuh dan tergelincir mau masuk ke dalam sungai. Pemuda langsung menangkap anak kecil itu dan di berikan kepada Ibu. Sedangkan pemuda yang menolong langsung pergi meninggalkan Ibu dan anaknya. Padahal sang Ibu yang di tolong anaknya ingin berterima kasih. Keburu pergi pemuda tersebut. Tetapi sang anak kecil melihat wajah pemuda yang menolongnya.

"Ibu..wajahnya," kata anak kecil.

"Sudah..jangan dihiraukan. Yang penting kamu selamat," kata Ibu sambil memeluk anaknya.

Ibu dan anaknya pergi meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan Cent terus di kejar oleh para preman sampai ke pinggir kali. Cent pun di tangkap oleh Robet dan hendak di tinju. Tapi pandangan mereka berubah melihat seorang pemuda yang perawakan yang aneh. 

Cent pun menyadarinya. Tapi Robet yang marah tidak menghiraukan pemuda tersebut. Lama kelamaan pemuda di kirain melihat Cent dan para preman. Setelah memperhitungkan sekitarnya Cent melihat sesuatu di aliran kali yang berwarna hitam. Para preman tidak sadar dan masih saja ingin menghajar Cent. Keluarlah siluman lumpur hitam dan menyerang para preman dan Cent. Semua ketakutan sekali dan berusaha untuk melarikan diri dari siluman lumpur hitam. 

Pemuda yang berada di atas jembatan langsung melompat dan menarik pedangnya dari sarungnya. Lalu Pemuda menolong Cent yang di perangkap oleh siluman lumpur hitam. Sabetan pedang memutus lumpur yang menjerat Cent. Segera Cent di bawa oleh pemuda tersebut dan di lempar jauh menghindari dari keberadaan siluman lumpur hitam.

Sang pemuda langsung menebas siluman lumpur hitam dengan kuat dan cepat. Siluman lumpur hitam kalah dan hancur binasah. Cent pun mendekati pemuda tersebut.

"Kakak..tidak apa-apa?" tanya Cent.

Pemuda tetap diam membisu.

"Kakak ..tidak bisa bicara?" tanya Cent kembali.

Pemuda tetap membisu.

Pemuda langsung menyarungkan pedangnya dan meninggalkan tepat pertarungan. Tapi tiba-tiba pemuda mengalami hal yang aneh. Topeng pemuda terlepas dari wajahnya yang menutupi penuh kerusakan. Setelah membunuh siluman lumpur hitam keajaiban datang wajah pemuda menjadi sempurna dan bagus.

"Wajah.. Kakak," kata Cent.

Pemuda tetap diam saja. Lalu sang pemuda berjalan dengan cepat sekali. Cent pun mengikuti kemana saja pemuda tersebut karena lebih aman dan terlindungi. Sampai di suatu daerah Cent bertemu dengan seorang kakek buta. Ternyata kakek buta kenal dengan pemuda tersebut. Sang kakek buta memberitahukan nama pemuda yang di ikuti Cent adalah Sikai si Pemburu Siluman.
Blog, Updated at: January 30, 2019

0 komentar:

Post a Comment