TRAGEDI
Sampai di kediaman Water. Petugas segera membawa jenasa ayahnya water untuk di persiapan pemakamannya besok hari. Lana dateng bersamaan dengan petugas Langsung memeluk Water. Semalaman Lana menemani Water sedang berduka. Water masih terkenangan masa ia kecil sampai dewasa bersama ayahnya. Sedangkan sang ayahnya hanya menceritakan bahwa ibunya adalah putri yang sangat cantik jelita. Buku kenangan bersama ayah bersama istrinya selalu di simpen dengan baik dan kenangan bersama Water.
Pagi pun menjelang. Water dan Lana bersiap untuk pergi ke pemakaman. Mereka berdua berangkat dengan mobil Lana. Selang beberapa saat mereka berdua sampai. Para kerabat sudah di pemakaman. Para saudara Water dan teman-teman karib ayahnya selalu memberi semangat agar Water tabah. Tetesan air mata Water mengalir ketika sang ayah masuk ke dalam liang lahat. Semua yang ikut dalam pemakaman itu pun berduka.
Waktu pun berlalu cepat pemakam ayah Water selesai. Lana dan Water pulang bersama. Sampai di rumah Water menyendiri dan menyepi. Sedang Lana pulang dan membiarkan Water sendirian. tiba-tiba makluk asing masuk ke rumah Water. Berbau amis dan busuk menyergap Water yang sedang berduka. Water terkejut dan bangun bertarung dengan mereka. Secara insting kekuatan Water bangkit menghajar musuh sampai terpental keluar dari rumah Water.
Karena kalah dalam pertarungan akhirnya mereka semua pergi meningalkan rumah water di tepi pantai. Water mengejar para monster tersebut. para monster ikan masuk ke dalam laut. Water sedikit terkejut dalam kejadiaan tersebut. terlihat dari kejauhan di tengah lautan ada sebuah cahaya yang menyilaukan. Para monster laut semuanya pada kabur.
Selang beberapa saat cahaya itu menghilang. Tiba-tiba sesosok wanita sudah di samping Water. Sangking terkejutnya Water sontak menjauh dari gadis berpenampilan aneh tersebut. tak di sangka di duka sang gadis berpenampilan aneh tersebut layaknya satria wanita menghajar Water. Dengan sigab berusaha menangkisnya dengan tangan kosongnya sebelah kiri. Sangking kuat serangan tersebut Water terpental jauh dan hampir terjatuh.
“Hanya segini pewaris tahta laut.” Kata pejuang wanita.
mendengar kata-kata tersebut Water sedikit terkejut mendengarnya.
“Siapa kamu sebenarnya?,” tanya Water.
“Saya Admira, tangan kanan ratu laut,” kata Admira.
“Saya tidak mengenal anda,” sahut Water sambil menyerang.
Dengan kekuatan penuh Water meninju Admira. Sontak dengan pertahan yang kuat dapat menangkis serangan Water tanpa pertahan sedikit pun. Beberapa kali Water menyerang tetap saja seperti di permainkan Admira. Waterpun marah sekali. kekuatannya yang bersayam dalam dirinya bangkit. Serangan Water cukup mematikan. Dengan cepat Admira mampu menandingi serangan dari Water. Baku hantam terjadi keduanya. Tinjuan dan tendangan saling bergantian. Tidak mau mengalah sedikit pun. Pada hal beberapa kali Water berhasil menjatuhkan Admira. Tetap saja Admira lebih terlati di hajarnya Water dengan tinjuan ke arah mukanya. Terpentallah Water sampai menambrak perahu-perahu yang bersandar di tepi sungai. Dengan mengelap darah yang keluar dari mulutnya Water. Langsung bangkit dari puing-puing perahu yang hancur.
Water berlari keluar langsung menyerang Admira kembali sontak pergerakan Water terhenti. Admira mengunakan kekuatan laut untuk mengikat Water. Sekuat tenaga Water berusaha lepas dan jeratan kekuatan Admira. Sampai-sampai Water di tengelamkan dalam gelombang air berbentuk bulat. Rasa tubuh Water mati rasa. Kadar oksigen berkurang membuat Water kehilangan kesadaraanya dan pada akhirnya pingsan. Admira melepaskan kekuatan lautnya. Mendatangi Water yang pingsan dan mengangkatnya, lalu membawanya ke lautan untuk menghadap ratu laut.


0 komentar:
Post a Comment