KAPTEN BINTANG
Hari yang cerah, dimana Tan sedang melatih diri tengah hutan. Untuk meningkatkan fisiknya dan instingnya. Berlari melewati rute yang telah di perhitungkan Tan. Setiap hari berlatih dengan maksimal Tan merasakan kekuatannya bertambah. Dengan mencoba memukul pohon yang besar. Dengan memusatkan kepalannya di tangan langsung meninju pohon besar tersebut.
“Bruuk.........kreee.......baaaakkkk,” suara tinjuan di teruskan suara pohon tumbang.
Tan merasa senang latihannya berhasil. Tetapi dalam meningkatkan tubuh sampai maksimal Tan tidak puas di situ saja. Tan terus berlatih dengan baik. Pada saat melewati rute yang ditentukan. Terlihat sebuah Bus mengalami kesulitan hampir masuk jurang. Pada hari pada saat hujan deras. Rute yang dilewati mengalami longsor tanah, melihat kejadian tersebut Tan langsung bergerak cepat naik ke puncak tebing. Karena pada saat itu Tan berada di lembah. Aksi Tan seperti hewan liar sampai ke tempat kejadiaan. Dengan segera mendorong mobil Bus agar tidak jatuh ke jurang. Dengan mengeluarkan seluruh kekuatannya pada akhirnya Tan berhasil.
Penumpang dan sopirnya di Bus senang karena di tolong Tan. Selang berapa saat hujan berhenti. Kemudian bala bantuan datang untuk mengefakuasi tempat tersebut. Tan segera meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan latihannya. Hari pun berlalu sudah setahun lebih menyepi Tan dan akhirnya meninggalkan tempat latihannya. Tan pulang ke rumah. Melihat kota ke sayangannya yang sudah lama ia tingalkan.
Saat lagi melihat keindahan kota sambil makan es krim dan duduk di taman kota. Terlihat dari kejauhan kejadian. Banyak warga yang berlarian karena panik. Tan segera menuju ke sana dengan cepat. Terlihat sekelompok penjahat sedang merampok Bang. Degan cara mengendap-endap Tan menghancurkan satu persatu penjahat yang bersejata.sampai pada akhirnya berhadapan dengan Bosnya penjahat. Tan ketahuaan tindak tanduknya. Ditembak berantai. Tan berlari dan melompat menghindari serangan tersebut. Dengan mengambil sebuah benda berbentuk pena di atas menja dan langsung bersembunyi lagi di sebuah pembatas yang berlapiskan baja. Tan punselamat. Dengan memperhitungkan gerak langkah musuh. Tan dengan sekejab melempar pena tersebut di bagian tangan musuh. Sampai menjatuhkan senjatanya sangking terkejut. Kemudian dengan cepat Tan memukulnya bagian perutnya. Pada akhirnya bos penjahat pingsan. Polisi segera datang mmeriksa keadaan. Sedangkan Tan meninggalkan tempat tersebut.
Setelah mempelajari lebih lanjut tentang kotanya. Tan berkesimpulan bahwa kotanya lagi sakit. Semenjak itu Tan menjadi pahlawan kota dan dikenal sebagai Kapten Bintang. Selalu berjuang demi kedamaian kota tercinta.


0 komentar:
Post a Comment