JATI DIRI

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

JATI DIRI

Dalam istana laut Admira membawa Water. Langsung masuk ke kamar ratu laut. Setelah beberapa lama pingsan pada akhirnya Water bangun. Kepalanya pusing sekali sambil memegang kepalanya dengan tangan kanannya. Kemudiaan pintu terbuka, masuk Admira dengan membawa makan dan minuman untuk Water. Lalu di taruh di meja dekat tempat tidur.

“Dimana saya,” kata water.sambil bangun dari tempat tidur.

“Di istana Laut,”  jawab Admira.

“Laut.......,” terkejut Water.

Dengan melihat sekeliling ruangan ternyata terlihat ruangan yang megah.  Water melihat sebuah  jendela ruangan melihat dari ruangan tersebut pemandangan istana laut dan para makluk lainnya.

“Kenapa aku dibawa kesini ?,” tanya Water.

“Ratu ingin bertemu dengan mu,” jawab Admira.

“Ratu.......,”  terkejut Water.

“Ia, bener sekali,” ujar Admira.

“Apa yang di ingin dari saya?,” tanya Water.

“Biar ratu yang menjawabnya. Ayo kita keruangannya,” kata Admira..

Mereka berdua meninggalkan kamar menuju ruangan ratu. Dengan perlahan-lahan mereka ke dalam ruangan ratu. Water sambil melihat sekeliling istanah yang megah. Sampai pada pintu gerbang yang besar. Para penjaga  membukanya pintunya.  Terlihat lah ratu yang sedang duduk di tahtanya. Admira dan Water langsung menghadap.

“Hormat saya Ratu,” salam Admira dengan menunduk sambil tangan kanan di dada.

“Ya silakan Admira,” sang ratu menjawabnya.

Water yang terlihat bingung dan mengikuti gerakan Admira. Ratu turun dari tahta dan menyambut Water.

“Kamu telah dewasa dan mirip sekali dengan ayahmu,” kata Ratu.

“Bagaimana ratu tahu dengan ayah ku ?,” tanya Water dengan penasaran.

“Pertemuaan itu sudah lama, saat itu saya muda, Ayahmu Water adalah orang yang baik. ternyata saya tidak salah mencintainya. Setelah kamu lahir, saya meningalkan mu dengan ayahmu. Saya langsung mengurus kerajaan laut,” penjelasan Ratu.

“Jadi kamu adalah ibu ku,” terkejutnya  Water.
“Itu bener, saya Adalah ibu. Adela nama ku, “ jawab Ratu.

Water terkejut nama itu di ucapkan. Ayah sering bercerita dan juga di dalam buku kenangan pun namanya  sama dengan nama ibu ku yaitu Adela.Dalam keadaan itu Water berusaha tenang.

“Gimana dengan penyeranga monster laut,”  tanya  Water.

“Sebenarnya istana laut dilema. Terjadi pemberontakan dari dalam istana laut. Karena telah lama kekosongan tahta Raja. Maka itu  panglima Mordo melakukan ku deta,” penjelasan Admira.

“Jadi maksudnya saya dibawa kesini?,” tanya Water.

“Itu benar anakku. Kamu pewaris kerajaan yang sah. Maka  ku persiapkan baju kebesaran kerajaan dan  senjata trisula kerajan laut sebagai simbulnya,”penjelasan Ratu Adela sambil menunjukkan barang kerajan.

Dengan penjelasan yang padat dan singkat Water menerima semuanya. Selang beberapa saat  Water memakai baju kerajaan laut dan menyanding trisula di tangan kanannya. Terlihat  senang di mata ratu Adela melihat anaknya yang gagah.

“Siapkan pelantikan raja yang baru,” perintah Ratu Adela.

“Baik  Ratu,” jawab Admira dan para prajurit laut.

Keluar dari ruangan tahta istana kerajaan laut Admira dan prajurit menyiapkan pelantikan tersebut. Tiba-tiba seorang prajurit kerajaan tergesa-gesa datang ke dalam ruangan.

“Salam ratu. Ada  kabar buruk. Panglima Mordok menyerang daratan,” kata prajurit kerajaaan laut.

“Sial... sudah lama Mordok merencanakan ini. Siapkan prajurit  kerajaan laut dan segera menghentikan peperangan yang sia-sia ini,” kata Ratu Adela.

Ratu Adela bertidak cepat beserta Water bergegas untuk berperang menghentikan ambisi Mordok.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment