FOUR AMOR
Kesepakan terjadi di kirimlah Zero. Bergegaslah Zero keruang kopit kapal luar angkasa. Dengan panduan komandan Arm dan profesor Ohm melesatlah roket ke luar angkasa. Sampai di luar angkasa Zero membelokkan orbit pendaratannya langsung ke kapal induk musuh. Kapal Zero di tembakin sampai kapsul penyelamat berhasil memasukan zero ke kapal induk. Zero dengan mengeluarkan pedang saibernya menebas musuh sampai hancur. Terus menyelinap sampai pada pimpinan kapal musuh. Zero menyerang dengan cepat langsung di tembak oleh Apolo salah satu penghianat dari kesatuan komandan Arm.
Zero terluka parah dan di tangkap oleh pimpinan musuh bernama Dar. Sedangkan Dina mendapat info terakhir dari zero misi gagal. Megaman sekali karena sohibnya tertangkap. Megaman berjanji untuk menyelamatkan segera. Tetapi komandan Arm menahan Megaman supaya tidak bertindak gegabah. Tiba-tiba Dina dapat kabar dari timnya ternyata satu Robot Raksasa menghancurkan kota. Komandan memerintahkan Megaman untuk menyelamatkan kota.
“Siap,” kata Megaman.
Bergegas Megaman keluar dari ruang kerja komandan Arm.
“Tunggu dulu Megaman, bawa ini,” kata profesor Ohm.
“Apa ini profesor Ohm?,” tanya Megaman.
“Alat itu akan membantu dalam pertarungan,” kata profesor Ohm.
“Baik,” jawab dengan serius Megaman.
Alat yang di berikan profesor Ohm di maksukan kedalam sistem di bagian dadanya. Sistem komputer menerimanya dan mulai beradaptasi. Megaman merasakan sesuatu peningkatan energi. Setelah itu Megaman pergi ke kota mengunakan motor roket. Selang berapa saat sampai Megaman di Kota Metrol yang terah porak –poranda di hancurkan Robot Raksasa. Segera Megaman lebih dekat lagi ke robot raksasa.
Sang Robot Raksasa menembak Megaman. Efek ledakan dari serangan Robot Raksasa membuat Megaman terpental dari motor roketnya. Megaman berusaha melompat dari motor roket dan mengunakan sistem percepatan langsung selamat lendingnya di tanah. Robot-robot kecil keluar dari mulut Robot Raksasa. Menyerang kota Metrol dengan kehancuran lebih parah.
“Kalau begini mah sulit banget,” gerutu Megaman.
Megaman mengubah sistem tangan kanannya menjadi senjata plasma siap menyerang musuh. Dengan berlari Megaman sambil menenbak robo-robot kecil sampai hancur. Megaman terus meningkatkan lompatannya dengan sistemnya ke bangunan agar bisa dekat dengan musuh besar. Megaman terus menembak dengan akurat ke robot-robot kecil yang bikin ribet. Sampailah Megaman di hadapan Robot Raksasa.
“Cukup sulit kayanya sih,” celoteh Megaman.
Megaman langsung meningkatkan serangan ke tangan kanannya langsung menembak ke arah robot raksasa.
“Buuuuuus......,” suara serangan meriam plasma Megaman.
Energi plasma dengan cepat mengenai Robot Raksasa mengenai bagian tubuh. Serangan Megaman yang kuat itu membuat Robot Raksasa rusak cukup parah. Kemudian Robot Raksasa membalas dengan serangan roketnya ke arah Megaman. Melihat serangan yang banyak itu Megaman berlari menghindari serangan tersebut. dari satu ke gedung lain. Terkadang Megaman menembakin dengan senjata bren plasmanya.
“Ha.......akhirnya selesai juga serangan musuh.......haaaaaa, “ kata Megaman mengambil nafas karena kelelahan serangan berantai.
Roket dateng langsung mengenai Megaman
“Booommmmmm,” suara ledakan.
Megaman terpental dari atas gedung ke jalan pusat kota.
“Sial........,” kata Megaman sambil memukul jalan aspal.
Bangun Megaman dari kekalahannya, kemudian mengunakan alat terbaru yang diberikan profesor Ohm. Sistem Megaman langsung terkoneksi dengan baik. sumber energi penuh dan berubahlah Megaman menjadi Megaman X Four Amor. Dengan perubahan terbarunya Megaman X Four Amor melesat dengan roket pendorong di tangan dan di kakinya ke arah Robot Raksasa.
Sampailah Megaman X Four Armor di hadapan Robot Raksasa kemudian menembakan energi yang besar dari tangan kanan yang berubah.
“Buussssssssss,” suara serangan dari bola energi plasma.
Serangan sangat kuat dari Megaman X Four Amor menjebol tubuh Robot Raksasa. Tumbanglah sang Robot Raksasa yang menghancurkan kota metrol. Megaman X Four Amor turun dari dari tanah dengan sempurna segera mendatangi keberadaan Robot Raksasa jatuh. Terlihat sebuah energi keluar dari mata Robot Raksasa membentuk sebuah gambar mengenai keberadaan Zero di tahan dan mengalami kerusakan parah.
Megaman X Four Amor marah melihatnya kemudian mengerahkan seluruh energi tembakan yang sangat dasyat ke Robot Raksasa yang masih aktif.
“Buussssss............booooommmmmmmm,” suara serangan yang dasyat.
Seketika Robot Raksasa lebur dengan kekuatan yang memukau dari Megaman X Four Amor. Sedang robot-robot kecil seketika hancur juga karena sistem komandonya hancur. Megaman kembali kewujudnya semula dan pergi meninggalkan area pertarungan kembali ke markas dengan jemputan yang di kirim oleh komandan Arm. Setelah unit bantuan segera mengefakuasi daerah tersebut.


0 komentar:
Post a Comment