RAKSASA CAHAYA MERAH
Malam pun datang di tambah suhu dingin bertiup dengan kencang. Sesosok pemuda berusaha keras mendaki gunung Jayawijaya. Dengan terpaan udara dingin yang menembus baju yang di pakai pemuda dengan sabar dan berani terus mendaki sampai puncak. Usaha yang begitu gigih sampai terpeleset karena tempat pegangan retak dan nyaris jatuh dari gunung yang di daki. Pada akhirnya pemuda berhasil mendaki gunung Jayawijaya dengan penuh kelelahan dan susah payah. Sedangkan temannya berhasil lebih dulu dan mendatangi sebuah lingkaran bercahaya dan memasukan tangan kirinya ke dalam lingkaran tersebut.
Sang cahaya lingkaran menolak pemuda yang berbaju hitam. Kemudian pemuda yang berbaju putih dengan terlihat kelelahan memanjat dan kedinginan karena salju lebat turunnya, berusaha mendatangi lingkaran cahaya kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam lingkaran bercahaya tersebut. Pemuda berbaju putih berhasil mengambil sebuah benda dari lingkaran cahaya. Sebuah benda berbentuk pedang kecil dengan lambang 5 elemen. Setelah itu pedang kecil berkoneksi dengan Pemuda berbaju putih. Memberikan kekuatannya ke dalam tubuh Pemuda berbentuk lingkaran di dada. Secara berangsur-angsur cahaya makin terang mengubah Pemuda menjadi Raksasa Cahaya dan membentuk wujudnya menjadi merah.
Sang Raksasa Cahaya berwarna merah kembali ke wujud pemuda berbaju putih dan sambil memegang pedang kecil berlambang 5 elemen. Temannya sang pemuda berbaju hitam mendatangi pemuda berbaju putih.
“Hemmmm,” suara kecil pemuda berbaju hitam sambil menepuk pundak temannya.
“Ya.....,” jawab pemuda berbaju putih suara kecil sambil mengangguk.
Kemudian pemuda berbaju putih menggunakan pedang kecil dengan mengacungkan ke atas. Sedangkan temannya memegang pundaknya. Bersinarlah pedang kecil, lalu terbanglah kedua pemuda ke langit sampai keluar angkasa di lindungi oleh kekuatan dari cahaya pedang kecil. Terus terbang mereka berdua sampai di sebuah lubang cahaya di luar angkasa. Kemudian 2 pemuda tersebut masuk kedalam lubang cahaya tersebut . sampailah ke 2 pemuda tersebut ke sebuah planet dan turun di sebuah perkemahan.
******
Berdasarkan data temuan dari sebuah buku kuno peningalan masa lalu. Ada sebuah kerajaan Matahari dengan peradabannya yang maju tengelam di dasar laut. Pemuda bernama Yugo dan seorang gadis cantik bernama Siyayu pendamping dalam bidang arkiologi tertarik dengan lambang yang terdapat di sebuah tulisan di buku kuno yang mereka temukan ketika menjelajah di sebuah gunung Merapi. Dua orang pemuda pemudi memutuskan untuk menyelam ke dasar laut dengan kapal selam.
Dengan persiapan yang matang akhirnya Yugo dan Siyayu pergi menyelam ke dasar lautan yang luas dengan menentukan lokasi yang ditentukan. Kapal selam bergerak dengan dikendalikan oleh Yugo dengan baik dan sedangkan Siyayu sebagai nafigasi yang baik. Mereka berdua sambil melihat sekeliling menikmati keindahan laut.
“Disana.....,” kata Siyayu menunjukkan arah.
“Baik,” jawab Yugo sambil mengendalikan kapal selamnya.
Siyayu melihat sebuah bangunan kuno begitu dengan Yugo meluncurlah kapal selam dengan cepat tapi dikendalikan stabil. Sebuah artefak kuno di dasar laut terlihat. Kapal selam yang mutahir mereka berdua menjelajah lautan yang luas sampai menemukan sebuah negeri masa lalu yang tengelam di dalam lautan.
“Wah indahnya,” kata Siyayu.
“Ya itu benar sekali,” jawab Yugo.
“Coba kita kesana,” ujar Siyayu.
“Baiklah,” saut Yugo.
Yugo langsung mengendalikan kapal selamnya menjelajah kebuah bangunan berbentuk kota besar menyerupai makam kemudian terlihat sebuah piramida bawah laut. Tiba-tiba sebuah kotak yang menyerupai makam terlihat dari bentuk ukiran di atasnya meledak.
“Dommmm,” suara ledakan di dalam air.
Mereka berdua tersebut langsung menuju ledakan dan melihat sesuatu.
“Coba ambil itu,” kata Siyayu.
“Baik ,” jawab Yugo.
Dengan mengendalikan alat tangan robot di kapal selam langsung dengan cepat memanjang dan mengambil artefak dan tarik kembali tangan robot. Kapal selam pun di kendalikan dengan baik dan pergi dari runtuhan kuno di bawah laut.
******
Dua orang dekat dengan keberadaan Monster Kumbang. Kemudian sang Monster Kumbang menyuntikan sebuah cairan ke dalam salah satu dari mereka berdua. Sedangkan satunya di terlempar oleh temannya yang terkena suntikan oleh Monster Kumbang. Setelah sang Monster Kumbang mencabut suntikan racunnya kepada pemuda. Sontak sang pemuda berubah menjadi jahat. Pemuda lain datang kemudian di suntikan juga oleh Monster Kumbang. Keduanya mengila dan saling menyerang terjadilah pertengkaraan yang hebat.
Keluarlah anak kecil dari sebuah tenda yang kumuh memanggil salah seorang dari kedua orang yang keracunan tersebut dengan pangilan ayah. Anak kecil tersebut berlari mendatangi ayahnya. Dengan sifat jahatnya ayahnya yang keracunan melempar anaknya dengan sangat kuat sampai masuk tenda. Lalu temannya yang keracunan terus saja menyerangnya. Pertengkaran keduanya terus bekecamuk sampai tidak ada yang mau mengalah.
Dua pemuda turun dari langit. Pemuda berbaju putih memeriksa anak yang terpental ke tenda. Ternyata masih hidup dan menekan jantungnya, layaknya pertolongan pertama. Kemudian bangunlah anak kecil seperti bernafas kembali. Sedangkan pemuda berbaju hitam berkelahi dengan 2 orang yang keracunan kejahatan.
Anak kecil bangun dari tempatnya dan berlari keluar dari tenda dan memangil ayah. Pemuda berbaju putih menahanya sambil merangkulnya. Terlihat oleh anak kecil tersebut tiga orang sedang berkelahi. Tiba-tiba sang Monster Kumbang dateng dan membunuh ke dua orang yang keracunan. Sedangkan berbaju hitam langsung menghindari serangan Monster Kumbang.
Pemuda berbaju putih menghampiri temannya berbaju hitam dan meningalkan anak kecil di tenda. Kemudian Pemuda berbaju putih mengeluarkan sebuah pedang kecil belambangkan 5 elemen dan berubah wujud menjadi Raksasa Cahaya Merah. Bertarunglah sang Raksasa Cahaya Merah mengeluarkan energi cahaya penghancur dari tangan kanannya dan tangan kirinya menyilang, lalu di tujukan ke Monster Kumbang. Karena tidak bisa mengendalikan kekuatan malah menembak ke langit.
“Coba lebih fokus,” kata Pemuda berbaju hitam.
“Hee.......,” jawab Raksasa Cahaya Merah.
Sang Raksasa Cahaya Merah mulai menyerang dengan energi penghancur dari tanggan kanannya langsung menuju Monster Kumbang lagi-lagi membelok mengenai gunung.
“Coba lagi,” kata Pemuda berbaju hitam
Mendengar perkataan temannya sang Raksasa Cahaya Merah menyerang kembali dan mengenai lengan kiri Monster Kumbang.
“Darr....,” suara ledakan.
Monster Kumbang melihat tangannya kirinya terluka akibat serangan dari Raksasa Cahaya Merah langsung mengamuk. Maju menyeranglah Monster Kumbang kehadapan Raksasa Cahaya Merah sampai tumbang. Raksasa Cahaya Merah ke habisan waktu berubahnya dan berubah kembali menjadi anak Pemuda berbaju putih.
******
Sebuah negeri yang indah terdapat di pimpin oleh Ratu yang cantik Nannia, tinggal di sebuah istana yang megah dan para pengawalnya yang setia menjaganya. Sang Ratu Nannia dan para pengikutnya memuja pohon kehidupan dan dewa petir secara turun menurun sesuai dengan artefak kuno. Sang Ratu Nania mengadakan pertemuan di ruang kerjanya. Lalu dalam pertemuan itu sang Ratu Nannia menanyakan satu persatu kepada pengwal setianya tentang keadaan setiap daerah. Para pengawal menerangkan satu persatu keaadaan daerah yang mereka awasi. Hasil dari pembicaraan yang panjang. Daerah yang dijaga para pengawal kerajaan dalam keadaan aman. Kemudian pertemuan tersebut di akhiri dengan sang Ratu Nannia menyuruh salah satu pengawalnya bernama Yun untuk mengecek daerah yang berkemungkinan bermasalah.
“Baik yang mulia,” kata Yun meneriman perintah.
Sang pengawal setia langsung mengikuti perintah ratu Nannia dan meningalkan istana yang megah. Yun pergi berkeliling dengan menggunakan sebuah pesawat untuk melihat negerinya. Setelah berpatroli Yun pergi ketempat sebuah istana. Dengan menurunkan kapalnya dengan baik, lalu Yun turun dari pesawat. Segera Yun mendatangi seorang Profesor di kediamannya. Di dalam ruangan Yun di sambut dengan baik robot kecil yang lucu. Kemudian sang robot kecil yang lucu membolehkan sang pengawal masuk menemui sang Profesor bernama Ging.
“Bagaimana keadaan hari ini?,” tanya Yun.
“Ya begitulah, baik....,” jawab sang Profesor Ging dengan egonya.
“Perkembangan hari bagaimana apakah baik saja ?,” tanya Yun kembali.
“Ya...sebenarnya baik engak buruk juga engak,” jawabnya dengan tertawa meledek.
“Kukkkkuuu...,” jawab sang robot kecil yang lucu menanggapi omongan tuannya.
Kemudian dengan menekan sistem sencor tangan Profesor Ging. Keluarlah layar yang besar. Sang Profesor Ging memperlihatkan kepada pengawal Monster Kumbang berkeliaran di sarangnya. Salah satu Monster Kumbang menyerang Monster Dino dengan menyuntikan racun dan Monster Kumbang lain juga menyuntikan racun Monster Tergiling. Setelah itu sang Monster Kumbang pergi. Kedua Monster yang keracunan berubah menjadi jahat dan bertarung. Profesor Ging dan Yun menyaksikan pertarungan itu.
******
Setelah memakam dua orang di bunuh oleh Monster Kumbang. Tiba-tiba Sang Monster menyerang kembali. Pemuda berbaju putih mengeluarkan pedang kecilnya, lalu mengeluarkan cahaya dan berubah kembali menjadi Raksasa Cahaya Merah dan bertarung menghadapi serangan Monster Kumbang.
“Tetap fokus,” kata Pemuda berbaju hitam.
“Ya...,” jawab Raksasa Cahaya Merah.
Bertarunglah Raksasa Cahaya Merah menghadapi Monster Kumbang. Serang cepat Monster Kumbang membuat Raksasa Cahaya Merah kewalahan. Serangan berikutnya dari Monster Kumbang, sang Raksasa Merah Langsung mengelak dengan seleding kemudian menyerang dengan sinar penghancur dari tangan kanannya dan tangan kirinya menyilang ke arah siku. Serangan sinar penghancur Raksasa Cahaya Merah membelah Monster Kumbang menjadi dua.
“Booooommmmm.........,” suara ledakan dari Monster Kumbang.
Sang Raksasa Cahaya Merah kembali kewujudnya menjadi anak manusia.
******
Sang Ratu Nannia meningalkan istananya pergi sebuah pohon kehidupan. Selang beberapa saat sang Ratu Nannia sampai dengan sendiri tanpa pengawalan. Di sisi lain sang arkelogi yang menemukan artefak kuno lagi memeriksa sebuah benda yang aneh di rungannya. Yugo Kemudian menyentuhnya benda itu dengan tangan kanannya. Sedangkan Ratu Nannia menyentuh sebuah bentuk lekukan aneh dari pohon kehidupan. Tiba-tiba terjadi singkronisasi antara pada benda yang mereka pegang kemudian Yugo menarik tangannya begitu juga dengan Ratu Nannia.
“Ada apa?,” tanya Siyayu.
“Ada sesuatu yang aneh,” jawab Yugo dengan berpikir.
“Ada perasaan yang aneh,” kata sang Ratu Nannia dari kerajaan Matahari.

0 komentar:
Post a Comment