PAHLAWAN

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

PAHLAWAN

Heri pergi kerja melihat anak yang aneh, kemudian Heri mengabaikannya. Terus berjalan melewati persimpangan gang.   Melihat sosok yang anek manusia setengah  kepiting sombongnya sih bukan main. Heri merendah untuk menghormati manusia kepiting. Tiba-tiba manusia kepiting negor.

“Mas tahu gak anak aneh lewat sini,” tanya manusia dengan nada keras.

Heri berpikir, sontak menjawab “ tidak tahu.”

“Oh ya, terima kasih,” tukas manusia kepiting.

Manusia kepiting segera mencari lagi anak aneh tersebut. Heri terus melanjutkan perjalannya.  Tiba terpikir di benaknya “ jangan-jangan anak yang di temui tadi, wah celaka tiga belas ini mah.”

Heri segera bergegas berlari ketempat anak aneh itu berada. Dilihatnya anak tersebut ingin di hajarnya. Dengan gesit  Heri menghalanginya. Menyelamatkan dari pukulan manusia kepiting.

“Serahkan anak itu, yang sudah membuat ku celaka,” kata manusia kepiting.

“Tetapi Cuma anak kecil,” jawab Heri.

“Masa bodok yang penting, anak tersebut harus membacarnya rasa sakit  hati ku,” tegas manusia kepiting.

Heri berpikir keras untuk negoisasi yang alot. Tetapi tetap  waspada dengan menyiapkan ancang-ancang agar bisa menghadapi musuh yang berbadan besar. Manusia kepiting kalap kemudian menghajar Heri dengan tinjuan capitnya. Heri mulai memperhitungkan gerakannya. Segera mungkin melebaskan dasi yang di kerah lehernya kemudian menjerat mata kepiting yang jelalatan.  Kemudian ditariknya jeratan itu langsung mengeluarkan semua organ tubuhnya seperti  makan siap saji.  Heri berhasil menghancurkan manusia kepiting.  Sedangkan  anak aneh tersebut jojong aja pergi kaya gak ada masalah. Semenjak itu heri berambisi menjadi pahlawan.  
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment