KENAKALAN

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

KENAKALAN

Siang yang cerah di sebuah  hutan. Si Kerudung Merah berjalan menuju ke rumah Pak Beruang.  Di tengah perjalan Si Kerudung Merah melihat burung cantik sekali.

"Hay burung cantik.....," panggilan Si Kerudung Merah.

Burung cantik berwarna biru tetap jojong bernyayi dengan suara merdu di pucuk pohon yang rindang. Si Kerudung Merah terus memanggil dengan suara yang lantang. Tapi tetap saja Si Burung mengabaikan Si Kerudung Merah. Karena jengkel di acuhkan. Si Krudung Merah mengambil sebuah ketapel kesayangannya di dalam tasnya. 

"Saya tinggal mengumpulkan batu kecil sebagai pelurunya," celoteh Si Kerudung Merah.

Dengan segera Kerudung Merah mengumpulkan batu kerikil di sekitarnya. 

"Kayanya batu kerikil yang saya kumpulkan sudah cukup," kata Si Kerudung Merah.

Mulailah Si Kerudung Merah menarik ke tapelnya dan di arahkan ke arah Burung. Si Kerudung Merah melepaskan tembakan ketapelnya ke sasaran dengan arah yang tepat. Tapi sang Burung melihat ulah Si Kerudung Merah dari tadi. Lalu dengan cepat menghindari serangan tembakan Si Kerudung Merah.

"Tidak kena, Si Burung itu menghindari serangan saya," kata Si Kerudung Merah.

Kerudung Merah kembali menarik ketapelnya dan diarahkan serangan dengan tepat. Tapi berkali-kali  tetap saja menghindari serangan tembakan Si Krudung Merah.

"Iiiiiiihhhh.....jengkel gak kena-kena......," kata Si Kerudung Merah.

Karena kesal Kerudung Merah meninggalkan tempat tersebut dan mengabaikan Si Burung yang cantik. Lalu ke tapel di buang Si Kerudung Merah  ke tanah. Tapi tiba-tiba si Burung mengambil beberapa buah di dahan pohon. Lalu Si Burung memakannya satu, tapi biji di muntahkan ke arah Si Kerudung Merah. Melesatlah dengan cepat biji yang di tembakan ke arah Kerudung Merah.

"Kelutuk..........," suara bunyi biji menghantam kepala si Kerudung Merah.

"Sakit tahu.....siapa sih yang menyerang saya?," kata Kerudung Merah.

Si Kerudung mencari-cari pelakunya.

"Gimana serangan saya..........," kata Si Burung.

"Jadi kamu pelakunya yang meyerang saya dengan biji buah ini?," tanya si Kerudung Merah.

"Ia....benar sekali......saya hanya sedikit membales dari serangan anda yang bertubi-tubi ke arah saya," kata Si Burung.

"Jadi kamu ingin bales perbuatan saya yang tadi. Kalau mau begitu kita teruskan pertarungan ini," kata Si Kerudung Merah.

"Siapa takut?," kata Si Burung.

Kerudung Merah mengambil ketapelnya di buangnya ke tanah. Lalu dengan cepat mengumpul kerikil kecil. Mulai pertarungan antara Si Kerudung Merah dan Si Burung. Keduanya tidak mau mengalah dengan melancarkan serangan sampai peluru keduanya habis.

"Haa...haaaaa," helaan nafas Si Kerudung Merah.

"Haaaa...hahaaa," helaan nafas Si Burung Juga di atas tandan pohon.

Tapi keduanya mulai bangkit kembali dari kelelahannya melancarkan serangan demi serangan yang mematikan. Di sisi lain Pak Beruang melintas di daerah itu lalu melihat pertarungan Si Kerudung Merah dengan Si Burung. Karena kenekatan Pak Beruang malah berakibat kena sasaran tembakan dari ke duanya. Pak Beruang makin jengkel  sekali dengan ulah keduanya. Berteriak Pak Beruang dengan keras sampai keduanya pun berhenti dari pertarungan.

"Ayo Marsa....ikut saya pulang ke rumah," kata Pak Beruang.

Pak Beruang memegang tangan Si Kerudung Merah dan menuju ke kediamannya. Sedangkan Si Burung pergi meninggalkan tempat tersebut dan terbang menjauh.

"Lain kali jangan bikin ulah lagi ya.....Marsa....," nasehat Pak Beruang.

"Iya...........," kata Si Kerudung Merah sambil mengangguk.

Pak Beruang dan Si Kerudung Merah sampai di rumah. Dengan segera Pak Beruang menyambut tamu dengan suguhan secangkir susu coklat beserta kuenya yang enak sekali.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment