MUSIK DANGDUT
Hari itu yang cerah tiba-tiba mendung. Dengan cepatnya Laras berlari untuk berteduh di sebuah pinggiran toko. Dengan sabar menunggu hujan berhenti. Suasana makin dingin sampai-sampai Laras menggigil. Datanglah seorang dengan payung berwarna merah di hadapan Laras.
"Lira.......penolong saya," kata Laras.
"Laras sudah berapa disini?," tanya Lira.
"Ya cukup lama sampai kedinginan seperti ini," Laras.
"Oh....ayo kita pulang................," ajakan Lira.
"Ayo......," jawab Laras.
Laras dan Lira bergerak dari situ dengan berbagi payung. Hujan makin lebat di tambah angin bertiup dengan kencang. Laras dan Lira mempercepat langkah kakinya. Tiba-tiba kilat di barengin petir menyambar sebuah pohon di hadapan Lira dan Laras.
"Deger......," sambaran petir.
"Astafirohullazim........," sontak keduanya mengucap.
Pohon mulai tumbang kehadapan arah mereka berdua. Dengan cepat tanggap menghindari dari tumbangnya pohon. Tapi naas bagi pedagang di bawah pohon. Tempat dagangnya hancur berantakan. Untungnya penjual tidak berdagang. Laras dan Lira segera menghindar dari kejadian bergegas pulang ke rumah. Selang berapa saat sampai di rumah juga. Dengan basah kuyup. Laras mengeluarkan kuci dari tasnya dan segera membuka pintu. Lalu keduanya masuk rumah. Ketika hendak menghidupkan lampu karena keadaan rumah gelap. Tiba-tiba petir menyambar gardu listrik. Sontak aliran listrik ke rumah padam.
"Kenapa ini?," kata Lira sambil memencet sakelar.
"Mungkin mati lampu.............Lira...lagi giliran kali," kata Laras.
"Bener-bener sial banget.........hidup di kota sering mati lampu......kaya hidup di desa," kata Lira.
"Di sabarkan sajalah namanya ujian hidup," kata Laras.
"Tapi...........kan hari ada acara kesukaan saya yang saya tunggu," kata Lira sambil mencari lampu lilin di sebuah selorokan.
"Itu bisa nonton lewat Hp juga bisa.......," kata Laras.
"Mana bisa Hpnya lobet," kata Lira sambil menghidupkan lilin di taruh di meja makan.
"Itu namanya....sial banget, tapikan bisa nonton tayangan ulangnya," kata Laras.
"Lewat mana nonton tayangan ulangnya," Lira cembetut di tempat duduk.
"Lewat Youtube......kan....," kata Lasas yang sudah berganti pakaian.
"Itu...kan lama nunggu ngecas Hp.....," kata Lira.
"Sabar.....lah.....memangnya mau nonton acara apa sih....sampai ngebet gitu?," tanya Laras.
"Via Valen.......," kata Lira dengan penuh senang.
"Oh penyayi dangdut yang lagi hit...di publikasikan berbagai media karena lagu yang bagus kan.....," kata Laras.
"Ia.....lagunya bagus......sekali saya seperti berdengdang ria dan di tambah penampilan Via Valen cantik banget..............," kata Lira memuji.
"Dasar penggemarnya," kata Laras.
Laras pergi ke kamar untuk beristirahat. Sedangkan Lira segera berganti pakaian sambil memasak mie untuk mengisi perut yang kosong. Dengan sabar Lira menunggu sampai lampu hidup. Lira menikmati mei sampai habis di lahapnya. Tiba-tiba lampu hidup.
"Hore....................... lampu hidup saya bisa nonton penampilan Via Valen.," teriak Lira kegirangan.
Dengan cepat Lira menghidupkan televisi dan menyetel cenel yang menunjukkan penampilan Via Valen. Lira mulai terlarut alunan musik dangdut. Laras pun terbangun dari tidurnya dan langsung keluar kamar melihat Lira yang sedang berdendang ria.
"Dasar pengemar Via Valen," kata Laras.
Laras mendatangin Lira yang lagi asik ikutan bernyayi dan berjoget.
"Asik banget.....," tegur Laras.
"Iya........Laras.....saya lagi bahagia sekali karena lampu di rumah hidup jadi saya langsung nonton acara Via Valen," kata Lira.
"Oh....gitu...," saut Laras.
Laras juga asik menonton acara Via Valen. Lama kelamaan Lasar terhipnotis acara dangdut tersebut dan ikut-ikut berdengdang bersama Lira.
"Bener-bener....asikkkkk," kata Laras.
"Bener-benerkan.....Laras...kalau penampilan vokal Via Valen bagus baget kan," kata Lira.
"Bener deh....bagus apalagi arasemen musik dan sair lagu.....bagus banget. Enak dan mudah di pahami," kata Laras.
"Laras ....bener-bener pengamat musik dangdut yang baik," kata Lira.
Laras dan Lira terus berdendang ria di ruang tengah sampai acara musik dangdut selesai.


0 komentar:
Post a Comment