PERSELISIHAN

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

PERSELISIHAN

Hanoman bangun dari tidurnya. Mencari makan ke dalam hutan yang lebat. Melompat ke sana kesini. Mendapatkan banyak buah-buah segar di pohon yang rimbun. Hanoman menikmatinya dengan penuh keceriaan. Setelah kenyang Hanoman ketiduran di pohon yang lebat tersebut.  Lagi asik-asik tidur sesosok makluk yang sedang sakit kepalanya. Langusng menabrakkan dirinya ke pohoh tempat Hanoman tidur.

“Bruk.....,” bunyi benturan kepala ke pohon.

“Ah.........ah ... brukk,” bunyi terikan Hanoman jatuh.

Hanoman bangun dari jatuh dari pohon. Melihat sesosok hitam yang bertanduk. Hanoman mendatanginya ingin menegurnya.

“Hei kenapa kamu menabrak pohon ini,” tegur Hanoman.

Siluman Banteng melihat Hanoman terlihat kalap. Kemudian menyeruduk Hanoman dengan tanduknya yang keras. Hanoman pun terpental jauh sampai jatuh di pinggir gunung.

“Bruukkkkk....,” suara benturan.

Sekali Hanoman bangkit dari jatuhnya yang kedua kali. Dengan langkah yang kuat sampai pijakannya terbentuk/ membekas di tanah. Tanda bahwa Hanoman marah. Dengan dengan berlari menuju tempat  Siluman Banteng yang mengila.

“Ah.....ah...,” terikan Siluman Banteng.

Dengan mata yang merah sang Siluman Banteng berubah menjadi besar sekali. mengamuk kian  kemari dan menghancurkan daerah sekitar.  Para penghuni panik dan berlarian. Hanoman langsung terbang ke langit. Terlihat Siluman Banteng makin menjadi-jadi. Dengan cepat Hanoman meluncur dan meninju Siluman Banteng tepat di kepalanya. Benturan kekuatan hebat terjadi. Siluman Banteng mulai pusing. Terlihat  dari matanya berkunang-kunang. Siluman Banteng pingsan dan jatuh dan kembali ke wujudnya sedia kala.

Hanoman berdiri dengan gagah di hadapan Siluman Banteng yang pingsan.  Sesosok makluk kecil keluar dari telinga Siluman Banteng. Secara perlahan berubah menjadi seekor kera.

“Siapa kamu yang membuat Siluman Banteng ini pingsan,” tanya Kera.

“Saya Hanoman,” jawabnya dengan kerendahan hati.

“Jadi, kamu Hanoman. Saya adalah Go kong raja dari gunung Hua ko.” Memperkenalkan diri.

“Jadi kamu yang telah menghasut Siluman Banteng ini mengila,” kata Hanoman.

“Itu bener sekali, tetapi  Siluman ini membuat ulah di daerah saya. Ya jadinya saya kembali saya permainkan,” penjelasan Go kong.

“Tetapi karena ulah mu banyak lebih celaka lagi,” teguran Hanoman.

“Itu sih bener juga,” kata Go kong sambil melihat sekitar yang hancur.

“Jadi saudara Go kong harus bertangung jawab semuanya,” tegasnya Hanoman.

“Gak mau, saya masih banyak urusan,”  kata Go kong dengan kasar.

Tanpa basa-basi Go kong pergi meninggalkan Hanoman dan Siluman Banteng yang pingsan. Sangking keselnya Hanoman mengejar Go kong yang terbang ke langit. Langsung menghadangnya.

“Tunggu dulu, selesaikan masalah ini,” kata Hanoman.

“Udah selesa....Siluman Banteng sudah pingsan,” jawab Go kong.

“Bawa Siluman Banteng itu pergi dari daerah sini,” tegasnya Hanoman.

“Ehhhh .... sial....haaaaa,” geramnya Go kong.

Perselisihan ke dua kera tersebut terjadi. Dengan kemarahan Go kong menghajar Hanoman. Dengan cepat Hanoman menangkisnya dengan tangannya. Kemudian Go kong mencabut  tinju yang di tahan dan mundur.  Mengeluarkan jarum penenang lautannya dari telinganya dan di ubahnya menjadi toya. Hanoman yang melihat senjata Go kong. Kemudian mengeluarkan gadanya yang di pegang di tangan kanannya. Keduanya mulai ancang-ancang dengan memegang kuat senjatanya masing-masing. Pertarungan terjadi benturan ke dua senjata terjadi. Gelombang dari benturan senjata membuat getaran yang cukup hebat.

Pertarungan 2 kera berkecamuk. Tidak satu pun yang mau mengalah.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment