MEMBASMI IBLIS

Posted By Cerpen universal on Wednesday, July 26, 2017 | July 26, 2017

MEMBASMI IBLIS

Seorang ninja bernama kabuto turun gunung. Melewati jalan setapak untuk  sampai ke sebuah rumah di tengah hutan. Kabuto belum sampai di rumah di tengah hutan  bertemu dengan anak kecil bernama Tenma.

“Hey Tenma sedang apa?,” Tanya kabuto.

Tenma menoleh  kebelakang dan melihat kabuto yang sambil melambaikan tangan sambil memangil namanya.

“Ohhh...kak Kabuto,” jawab panggilan Tenma.

Segera Tenma meningalkan tempat ia mencari jamur. Bergegas mendatangi Kabuto.

“Ada gerangan apa kakak main ke sini?,” tanya Tenma.

“Saya ingin mengajak kamu bergambung dalam tim saya,” kata Kabuto.

“Tujuannya apa kakak merekrut saya?,” tanya Tenma.

“Untuk membasmi iblis yang telah menguasai kerajaan dan meresahkan rakyat,” kata Kabuto.

“Oh.....maksudnya iblis Sogun. Saya telah banyak mendengarnya desas- desus dengan sepak terjangnya dan juga beberapa anak buah yang iblis,” info Tenma.

“Maka itu saya merekrut Tenma, ngomong sampai sejauh mana jurus ninja mu Tenma?,” tanya Kabuto.

“Lumayan..kak,” ujar Tenma.

Tenma mulai menunjukkan kehebatannya ninjanya kepada Kabuto. Tenma mengeluarkan sebuah gasing kemudian di lemparkan. Gasing yang di lemparkan Tenma berputar sangat cepat dan menghancurkan beberapa dahan. Gansing Tenma telah di modifikasi untuk berubak menjadi senjata pemotong. Tenma mengeluarkan lagi Gasingnya. Berputarlah dengan gasing yang di lempar  Tenma dan menabrak ke sebuah pohon besar.

“Booom,” suara ledakan.

Tubanglah pohon yang di hantam bom gansing Tenma. Kabuto sangat salut dengan kemajuan kemampuan Ninja Tenma. Kabuto menyuruh Tenma mempersipakan diri dan bertemu di sebuah desa terpencil bernama desa lirih. Tenma mengerti maksud  Kabuto. Segeralah Tenma meningalkan pertemuan dengan Kabuto pergi menuju rumahnya untuk berkemas. Sedang Kabuto segera bergegas menuju sebuah  kuil tua yang berada di dalam hutan angker. Dengan cepat kabuto melangkah. Sampailah Kabuto ke sebuah kuil tua.

“Iblis merah,” panggil  berkali-kaliKabuto.

Sang iblis merah bangun dari tidurnya. Keluar dari sebuah goa dekat kuil tua. Melangkah iblis merah mendatangi Kabuto dengan membawa tongkat besinya.

“Ada apa  Kabuto?,” tanya Iblis merah atau di sebut Tengu.

“Gini Tengu, saya ingin kamu bergabung dalam tim saya untuk membasmi iblis Sogun,” kata Kabuto.

“Baik lah Kabuto sudah lama saya tidak membasmi iblis jahat,” jawab Tengu.

“Kalau begitu kita bertemu di desa Lirih,” kata Kabuto.

“Baik lah,” jawab Tengu.

Tengu meninggalkan Kabuto kembali ke goanya untuk bersiap-siap untuk melakukan misi. Sedangkan Kabuto dengan segera melesat dengan cepat ke sebuah tempat tidak jauh dari tempat situ. Sampailah Kabuto di sebuah rumah yang cukup terpandang. Bertamulah Kabuto kerumah Hidoyosi.

“Permisi....,” kata Kabuto.

“Siapa......?,” tanya Hidoyosi.

“Kawan lama,” jawab Kabuto.

Hidoyosi keluar dari rumah dengan membuka pintu rumahnya.

“Oh kamu kabuto.....ada angin apa datang kemari,” kata Kabuto.

“Ada sebuah misi untuk membasmi iblis,” kata Kabuto.

“Pantas......pedang Yumenmaru  saya selalu berteriak keras. Pastinya lawannya telah bangkit dari tidurnya,” kata Hidoyosi.

“Jadi keputusannya?,” tanya Kabuto.

“Baiklah.......pedangku jawaban dari kesediaanku,” ujar Hidoyosi.

“Kalau begitu kita bertemu di desa Lirih,” kata Kabuto.

“Baiklah,” jawab Hidoyosi.

Hidoyosi masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah. Hidoyosi menyiapkan segala keperluannya. Kabuto segera pergi menuju desa lirih dengan cepat. Selang berapa saat sampailah di desa Lirih. Kabuto mampir ke sebuah rumah di pinggir desa untuk menemui seseorang bernama Sakura. Sampai Kabuto di depan rumah Sakura.

“Permisi.......,” kata Kabuto.

“Siapa yaa?,” kata Sakura.

Keluar Sakura  dengan membuka pintu rumahnya. Terlihatlah Kabuto sedang berdiri.

“Hay...Sakura,” kata Kabuto.

“Oh Tuan Kabuto silakan masuk,”ujar Sakura.

“Ya...udah lama gak ke sini,” kata Kabuto sambil melangkah masuk ke rumah.

“Apa gerangan Tuan kesini?,” tanya Sakura.

“Saya ingin mengajak kamu untuk membasmi iblis,” kata Kabuto.

“Oh...begitu saya bersedia Tuan Kabuto,” jawab Sakura sambil menghidangkan minuman.

“Sekarang kita teman-teman datang,” kata Kabuto.

“Baik Tuan,” jawab Sakura.

Selang berapa lama datang Tenma, lalu Tengu dan terakhir Hidoyosi. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah Sakura  untuk menyusun rencana untuk membasmi iblis. Sakura sebagai tuan rumah menghidangkan makan dan minuman ala kadarnya menyambut tamu sekaligus teman seperjuangan.

“Kak .......masih cantik seperti dulu,” kata pujian Tenma.

“Terima kasih adik kecil,” kata Sakura

“Oooooooooh ya....gimana luka mu.....masih menyerang mu?,” kata Hidoyosi.

“Masih sering kambuh....karena tato naga yang di buat iblis Sogun mulai sering berkecamuk,”  sedikit cerita Sakura.

“Bener-bener sudah pertanda kebangkitan iblis jahat.,” kata Tengu.

“Tapi bagaiman kakak bisa terkena kutukan iblis Sogun?,” tanya Tenma.

“Itu jawabannya hanya ada pada Hidoyosi,” kata Kabuto.

“Itu semua adalah strategi iblis Sogun. Hanya pedang Yumenmaru yang bisa menyembuhkan Sakura. Tapi disisilain kekuatan Yumenmaru menghilang. Iblis Sogus menang dan pedang iblisnya bernama Ranggu lawan dari Yumenmaru berjaya,” penjelasan Hidoyosi.

“Kalau begitu susah juga antara dua pilihan,” sahut Tenma.

“Hal itu kita abaikan dulu. Sekarang kita fokus membasmi iblis pertama di sebuah rumah bangsawan bernama Yako. Menurut cerita sudah banyak korban karena kebiadaban dari iblis laba-laba,” rencana Kabuto.

“Kapan kita bergegas menyerang kesana?,” tanya Tenma.

“Besok malam karena perjalan kesana memakan satu hari,” kata Kabuto.

“Baiklah kalau begitu,” kata Tenma.

“Ok,” sahut Tengu.

“Siap,” jawab Hidoyosi.

“Baik Tuan,” jawab Sakura.

Mereka berlima setelah menyusun rencana segera beristirahat  di rumah Sakura. Sedangkan Sakura sudah menyiapkan kamar untuk mereka semua. Kabuto tetap terjaga dalam tidurnya kalau-kalau ada musuh akan menyerang mereka. Begitu juga dengan teman-teman yang lain. Karena menurut infomasi dari burung gagak yang menghampiri kabuto saat teman-temannya istirahat. Ada beberapa musuh akan menyerang mereka dalam perjalan suruhan iblis laba-laba.
Blog, Updated at: July 26, 2017

0 komentar:

Post a Comment