TAK SENGAJA
Malam begitu larut sekali. Fitri baru pulang dari tempat kerjaannya di sebuah karoke di ibukota Jakarta. Berjalan sendirian ke pinggir jalan. Melihat jalan sepi Fitri hendak menyebarang ke sebrang. Wisnu yang sedang menelpon sambil mengendarai mobil. Karena Wisnu mau mengambil tisu hp pun jatuh dalam posisi mengendarai Wisnu ingin mengambil Hpnya terjatuh. Dengan meraba-raba dan juga mengendarai mobil.“Dapet juga,” kata Wisnu.
Ketika Hpnya dapet terlihat wanita di tengah jalan.
“Aaaah,” teriak Fitri.
Fitri terkejut sampai terjatuh. Wisnu langsung mengeram dadak karena hampir menabrak Fitri.
Wisnu keluar dari mobil dengan perasaan bersalah.
“Maaf kamu tidak apa-apa?.,” tanya Wisnu.
“Eh gak apa-apa?,” jawab Fitri.
“Kalau ada yang sakit, saya bawa ke rumah sakit terdekat. Kalau gak gini aja ini. Saya anter pulang aja sebagai permintaan maaf,” kata Wisnu yang kalut.
“Eeee gak pa-pa mas. Saya masih bisa jalan kok,” kata Fitri.
“Jam segini tidak ada kendaraan.” Kata Wisnu.
“Saya lagi nunggu jemputan,” kata Fitri.
“Masalah saya merasa bersalah. Hampir membuat celaka kamu karena kebodohan saya. Jadi kamu menerima ajakan saya untuk di antar pulang. Sebagai permintaan maaf saya,” kata Wisnu.
“Baiklah mas memaksa,” kata Fitri.
Wisnu mengajak Fitri masuk ke dalam mobilnnya dengan membukakan pintunya. Fitri duduk depan mobil. Setelah menutup pintu rapat Wisnu segera masuk mobil kemobilnya dengan segera mengendarai mobilnya. Temannya Fitri yang bernama Joe dateng menjemput dengan menggunakan motor. Joe berhenti di seberang jalan sambil melihat Fitri pergi dengan sebuah mobil mewah.
“Fitri......ya dia pergi sama siapa lagi. brengseklah...,” teriak temannya memanggil dengan penuh kesal.
Dialam mobil Wisnu mulai bertanya “ maaf siapa namanya.”
“Fitri,” jawabnya dengan penuh kelembutan.
“Oh...dek Fitri. Saya Wisnu. Jadi arah pulang kemana dek Fitri?,” tanya Wisnu.
“Menteng,” jawab Fitri.
“Oh Menteng....oh sekali lagi minta maaf,” kata Wisnu.
“Ya mas saya maaf kan. Saya juga nyebrang tidak lihat kanan dan kiri,” kata Fitri.
Wisnu mengendarai mobilnya dengan arah tujuan ke menteng. Selang berapa saat sampai di depan rumah Fitri.
“Terima kasih banyak ya mas,” kata Fitri.
“Ya sama-sama. Sekali lagi saya minta minta maaf. Oh ya jika ada masalah tentang keadaan kamu segera telpon aja, karena saya merasa bersalah,” kata wisnu sambil memberikan kartu namanya yang di keluarkan dari dompet.
“Ya mas,” jawab Fitri.
Pintu mobil di tutup. Mobil segera di laju oleh Wisnu menuju pulang ke rumah. Fitri masuk ke dalam. Joe pun dateng dan memberhintikan depan rumah Fitri.
“Fitri siapa tadi yang mengantarkan kamu pulang?,” tanya Joe.
“Oh bukan siapa-siapa? hanya teman aja,” kata Fitri.
“Oh begitu...jadi saya maaf Fitri jemputnya terlambat,” kata Joe.
“Ya ..mas kalau begitu Fitri istirahat dulu,” kata Fitri.
“Oh.... kalau gitu saya pamit pulang,” sahut Joe.
Joe segera menghidupkan motornya dan melaju menuju pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah Fitri hanya beberapa gang saja. Fitri masuk ke dalam rumah, segera membenah diri, lalu istirahat tidur.

0 komentar:
Post a Comment