SEBUAH PENANTIAN

Posted By Cerpen universal on Monday, January 2, 2017 | January 02, 2017

SEBUAH PENANTIAN

Setelah pertemuan yang pahit Heru meninggal tempat yang tidak terlupakan. Sejujurnya memang Heru yang salah tidak berkata sejujurnya. Siapa dirinya kepada Anita?. Selama berhubungan dengan Anita terus saja Heru berbohong. Awalnya Anita tidak menetahui keburukan dari Heru yang ia tahu adalah Heru adalah anak yang baik. Terlihat dari kebiasaan setiap hari. 

Bekerja memenuhi kebutuhannya sehari-hari sendirian tanpa ada keluarga di sisinya. Awal pertemuan Heru dengan Anita terjadi pada suatu hari yang cerah tiba-tiba  udara makin dingin awan hitam terlihat dari kejauhan perlahan-lahan tertiup oleh angin. Sampai pada kawasan terjadilah hujan. Anita dalam perjalan pulang dari kuliah menggunakan motornya. Anita berhenti sebentar di pinggir jalan dekat pertokoan. Anita menumpang berteduh  sebuah kedai makan. 

Seorang pelayan memperbolehkan Anita untuk duduk di kedai makan. Sambil menunggu hujan berhenti Anita menyibukkan diri dengan main Hp. Hujan makin deras tak berhenti-henti. Padahal Anita ada urusan mendadak yang harus di selesaikan. Karena halangan hujan maka Anita menundanya. 

Kemudian Anita memanggil pelayan kedai makan memesan makan dan minum. Terasa perutnya keroncongan apalagi di pengaruhi dengan suasana di kedai makan dan udara dingin karena hujan menambah laparnya Anita.

Dengan senang hati pelayan menyuguhkan makan dan minuman yang di pesan Anita. Lalu Anita segera menyantapnya sambil membuka beberapa pesan sms yang dikirimkan temannya masalah urusan kuliahnya.  Waktu pun berlalu  lumayan sedikit membosankan. Hari makin menjelang malam hujan pun berhenti. Makan sudah habis dimakan malahan minuman nambah dua kali.

Kemudian Anita membayar makanan dan minumannya segera meninggalkan kedai makan tersebut. Mengambil motornya di parkiran di samping kedai makanan. Anita menghidupkan motornya segera pergi dari tempat ia berteduh. Sangking keburu-buru pergi dari tempatnya berteduh Anita melupakan Hpnya tertinggal di meja. Seorang pelayan menemukan Hp yang ketinggalan  dan memberitahukan kepada  Pak Bosnya.

“Nanti yang punya hp kesini simpan aja,” kata  Pak Bos.

“Baik  Pak Bos,” jawab pelayan sambil memegang Hp.

Selang berapa jam Anita sampai di tempat tujuannya. Anita ingin menelpon temannya. Ternyata hpnya tidak ada di tasnya. Anita mencoba berpikir sejenak dimana terakhir menggunakan Hp tersebut. Anita teringat dengan hpnya. Dengan segera Anita pergi dari tempatnya menuju ke kedai makan.

Sesampai di kedai makanan  Anita menanyakan pada seorang pelayan.

“Mas apa tadi Hp saya ketinggalan di sini,” kata Anita.

“Oh iya bak ini hpnya ketinggalan. Ini ,” sahut pelayan.

"Terimakasih ya mas, "kata Anita penuh kesantunan.

Anita segera pergi dari kedai menuju tempat yang urusannya belum sesai. Banyak gejala problematika yang di hadapi oleh Anita. Sampai gak tahu yang mau diselesaikan duluan. Padahal udah di selesaikan  masih aja ada masalah yang lain yang membututinya. Pusing udah kepalang hal hasil jalani aja sudah biasa bagi wanita yang tegar menghadapi hidup. Cenderung Anita bosen dengan keadaan yang sebenarnnya gak jauh-jauh tentang cowok. Kadang jadi hal yang membingungkan kalau tuntutan pacaran. 

Kalau lagi manis enak rasanya. Kalau udah pahit dibuang ini bikin sebel sekali. Intimidasinya kelewat bates. Bilang setia eh selingkuh di depan mata Anita. Di simpen rasa jengkel tersebut supaya gak salah kaprah. Hal hasil di simpen rasa sakit itu akhirnya membludak. Seperti bom waktu. 

Kesabaran Anita ada batasnya. Terjadilah pertengkaran antara ke duanya. Tetap wanita yang kalah. Anita jujur dan setia tetap malapetaka. Kenapa ini terjadi pertanyaan anita dalam dirinya?. Derita ini berkepanjangan gak tahu langkah yang tepat. Tetap saja cowok menang. Gampang dan mudah dapet cewek lain. Kini Anita sendiri prasankanya tentang ke kasihnya benar. Air mata tidak gunanya untuk menangisi cowok yang gak punya tanggung jawab. Sebanyak apa pun di sukai tetap satu jawaban yaitu setia.

Hal Anita belajar bahwa setia itu susah. Menjalani hanya sepihak yang jujur. Malah kebohongan kadang bisa abadi. Bingung kalau belajar dari keadaan. Siapa yang mulai kebohongan berakhir dengan kebohongan?.  Hal hasil jujur lebih membingungkan kalau cinta hanya permainan untuk memilih yang lebih baik. Sakitnya luar biasa. Gak tahu jalan yang di lakukan Anita. Menjaga hati gak sok malah bener sok. Akhirnya melupakan pelan-pelan agar ini ber akhir angin lalu.
Blog, Updated at: January 02, 2017

0 komentar:

Post a Comment