3 ANAK LAKI-LAKI

Posted By Cerpen universal on Wednesday, October 5, 2016 | October 05, 2016

3 ANAK  LAKI-LAKI

Hari Minggu pagi  yang cerah. Rudiawan sedang menikmati hidupnya dengan bermain sepedah di pinggir jalan dekat kompleks perumahan bersama kedua temannya yang bernama  Toto dan Jusuf. Mereka bertiga bergembira ria sambil memicu sepedah dengan cepat kadang lambat mengitari komplek sampai puas. Terbesit ide dalam benak Toto lalu menghentikan laju sepedahnya dan memanggil ke dua temannya. Toto menyarankan untuk bermain di gudang kosong yang halaman parkirnya luas. Rudiawan berpola pikir seperti anak pinter. Kemudiaan mengambil keputusan "Ok". Sedangkan Jusuf seperti biasa ngekor aja mau teman keduanya. "Iyalah," tegas Jusuf.

Segeralah mereka bertiga mengayuh sepedah menuju tempat yang di sepakati bersama. Dengan santai mereka mengayuh sepedah tersebut tanpa ada beban sedikit pun. Perlahan-lahan pasti sampai gudang kosong. Tetapi Toto menyuruh temannya untuk berhenti. Karena dari kejahuaan Toto melihat sosok yang masuk ke dalam gudang. Toto menyarankan pulang "Gak enak kalau pemilik ada." Rudiawan terkejut "Ha" sedangkan Jusuf bingung dengan sikap kedua temannya.

Tetapi Jusuf menyarankan "Udah telanjur main aja. Jojong aja yang penting menghibur diri."

"Bener tuh saran Jusuf, udah terlanjur Toto lebih baik main sebentar. Terus pulang yang penting gak ganggukan atau membuat keributan," ujar Rudiawan.

"Iya sih omongan mu bener. Tetapi orang yang masuk itu jadi masalah, " kata Toto.

"Masalah apa sampai kamu ketakutan," sahut Jusuf.

"Iya ini, dia yang menyarankan malah bimbang," kata Rudiawan.

"Bukan begitu masalahnya. Gimana ya. Menurut iyunya orang baru masuk itu polisi," penjelasan Toto.

"Apa urusan dengan polisi di gudang kosong itu. Tadi katanya pemilik gudang jadi bingung yang bener yang mana To," ujar Jusuf.

"Dia ini gak punya pendirian. Mana yang bener informasinya,"sahut Rudiawan.

"Gini aja, lebih baik kita melihat keadaan tersebut dengan diam untuk memastikan. Karena lewat belakang gudang ada celah untuk masuk lewat pager seng bolong. Dan juga pintu belakang gudang jarang di kunci," kata Toto dengan baik.

"Ya uda kami berdua ikuttin sarannya," sepakat Rudiawan dan Jusuf.

"Ya udah, tapi jangan berisik supaya gak ketahuaan, "saran Toto.

"Beres lah itu," kata Rudiawan. "Iya saya nunut aja," ujar Jusuf.

Mereka bertiga bergegas menuju target. Sesampai di sana dengan diam-diam. Lalu ketiganya memarkirkan sepedahnya di pinggir gang. Mereka bertiga masuk tanpa ketahuaan terus sampai ke pintu belakang yang jarang di kunci. Sebagai pemimpin kelompok Toto memandu temannya dengan pelan. Membuka pintupun dengan hati-hati agar suara pintu tidak ketahuaan. 

Mereka berhasil masuk ke dalam gudang kosong. Menyelinap di antara barang-barang gudang berserakan sampai pada satu tempat yang berkemungkinan pemilik gudang ke kamar tersebut. Perhitungan Toto bener ternyata orang di perkirakan. Mereka bertiga melihat kegiataan lagi memproduksi sebuah barang yang aneh. Jusuf dan Rudiawan begitu juga melihatnya. Kemudiaan seperti biasa kebiasaan mereka lah membawa Hp. Lalu di rekamlah kegiataan mereka berdua. Sampai terlihat barang berwarna putih seperti tepung dan obat-obatan dalam plastik yang di kemas. 

Ternyata Jusuf menemukan sebuah kotak berisi obat yang di kemas gak jauh dari mereka bertiga bersembunyi barang yang tersusun rapih menutupi tubuh mereka. Eh gak sengaja Rudiawan menjatuh sebuah benda kecil. "Glenteng" suara kaleng. Mereka bertiga ketakutan. Dua orang pemulik gudang terkejut dan mencari keberadaan suara tersebut. 

Tuhan masih melindungi mereka bertiga. Ternyata seekor tikus lewat di kaki pemilik gudang yang kata Toto adalah polisi. Terkejutlah dia, mengaggap itu biasa aja laku kembali kerjaannya dan pergi meninggalkan gudang tersebut dengan membawa barang dalam kresek bermerek sreperti pengelabuan.

Dengan mereka bertiga pergi dari tempat mereka bersembunyi dengan membawa beberapa butir obat dari tempatnya dandi kantongin oleh Jusuf. Rekaman kejadiaan pun mereka bertiga save dengan rapih. Pelan tapi pasti. Kemudiaan keluar dari gudang kosong lewat jalan mereka bertiga masuk. Dengan segera mengayuh sepedah pulang ke rumah masing-masing.

Sesampai di rumah Toto menunjukkan vidio ke pada bapaknya. Ternyata gudang kosong tersebut jadi inceran target Bapaknya Toto sebagai aparat penegak hukum. Lalu Bapak Toto meminta bukti barang tersebut. Dengan segera Bapak Toto membuktikan ke asliaan tersebut ternyata obat-obat terlarang. Kemudian untuk memastikan dengan seksama Bapak Toto ke lab kepolisiaan. Ternyata data final Bapak meminta surat tugas kepada Bapak pimpinan kepolisian sebagai dasar admistrasi data kerja kepolisiaan untuk pengecekaan data gampang.  Setelah persetujuaan Bapak  Pimpinan dengan segera Bapak Toto  membawa teman sejawatnya menangkap gembong narkotika yang berdalih sebagai polisi gadungan untuk menututupi pekerjaan yang lebih kotor lagi. Surat kabar memberitakan keberhasilan kepolisian dalam memberantas narkotika dengan bantuaan tiga anak laki-laki berani dengan menyembunyikan identitasnya untuk keamanan.

Akhirnya Toto, Rudiawan dan Jusuf tetap senang karena berhasil mengukap kejahatan yang tidak jauh dari komplek perunahaan mereka tinggal. Selalu bermain sepedah sehabis pulang sekolah.
Blog, Updated at: October 05, 2016

0 komentar:

Post a Comment