HARIMAU
Dalam perjalan Maria pulang
kerumah. Banyak hal yang lihat. Kerlap-kerlip cahaya lampu kota besar. Hilir mudik
kendaraan dari motor, mobil dan
lain-lain. Saat yang benar-benar menyenangkan pada saat itu. Berjalan bergandengan
tangan dengan kekasih. Sampai di
persimpangan dekat toko emas terjadi tragedi. Kerumunan orang memenuhi kejadian
itu. Perampok itu melarikan diri dengan menggunakan motor bersama kawan
kawannya. Pemilik toko sudah melaporkan kepolisi. Polisi setempat mulai
pengejaran para penjahat. Tiba –tiba kekasih maria menghilang. Maria mencari
kekasihnya.
“Kak Steven….kak Steven…..
dimaka kamu terus menerus memanggil namanya,” teriak Maria khawatir.
Maria bertanya dengan
orang sekitar tentang kekasihnya itu. Dari tingginya, parasnya dan menunjukkan
foto yang di simpan di dalam hp dan dompetnya. Ternyata tidak ada yang tahu di
keberadaanya. Di hubungi hp nya selalu oprator yang menjawab.
“Maaf nomor yang
sedang di hubungi tidak aktif,” suara
oprator.
Khawatiran berlangsung lama. Menjadi tibul pikiran yang
aneh-aneh.
“Kemana kak Steven ini.
Di telepon gak di angkat. Teru. gimana ya …!. oh ya,” celoteh Mariakarena bingung.
Maria mencoba menelepon
keluaga dan teman-teman kak Steven. Mereka pun yang tidak tahu keberadaan Steven.
****
Di sisi lain steven
berubah menggunakan jam perubahan.
“Berubah…Armor Harimau……,” kata Steven dengan
memencet tombol di jamnya.
Jamnya berevolusi menjadi
baju pelindung seperti Harimau. Segera mengejar
para penjahat itu. Dengan berlari sangat
cepat dan juga sambil mencium aroma tubuh penjahat agar mudah untuk diteksi.
Di pertigaan dekat swalayan. Harimau mulai menyergap mangsanya. Dengan memperhatikan
sekelilingnya Harimau segera meringkus para penjahat. Satu persatu Penjahat bisa di tangkap dengan
menggunakan kekuatan Harimau. Walau ada sedikit pertarungan yang penting tidak
ada korban di masyarakat. Kejadian itu berlangsung singkat di tengah kota. Polisi
yang mengejar segera menangkap para penjahat itu.
Tinggal satu lagi
yang menghindari kejaran Harimau. Dengan
sekejab Harimau berlari layaknya binatang yang tidak akan melepaskan mangsanya.
Pengejaran itu berakhir. Penjahat mulai terpojok di suatu daerah dekat pabrik
tua. Mau gak mau penjahat bertarung dengan Harimau. Ke anehan pun terjadi dari penjahat itu di selah-selah pertarungan
ia mulai menyuntikan sesuatu kedalam
tubuhnya. Penjahat itu mulai berubah menjadi monster yang sangat menyeramkan. Mulutnya
di penuhi dengan gigi tajam tangan kakinya
keluar cakar yang tajam. Pertarungan itu mulai menjadi sengit antara ke
dua pelah pihak.
Sebenarnya Harimau
tidak mau menggunakan kekuatan penuh, tetapi penjahat tersebut sudah berubah
menjadi monster karena itu ia kehilangan jadi dirinya sebagai manusia. Dengan kekuatan Harimau ia
mengeluarkan senjata andalannya. Cakar yang sangat besar sekali. Di hancurkan pertahan
musuh dengan sekejab. Tiba-tiba wujud monster
itu berangsur menghilang. Tidak sepenunya sih menghilang masih tersisa di
bagian tangan, badan dan wajahnya.Harimau menangkapnya walau wujudnya menjadi
buruk. Ia segera menyerahkannya kepada polis dengan semua barang bukti. Harimau
pun pergi meninggalkan kantor polisi dengan cepat. Harimau bingung benda di
tanganya tersebut.
“Dari mana penjahat
itu mendapatkan serum ini. Apa mungkin dari kompotan bawah tanah yang di ketua
Haina?,” celoteh Harimau.
****
Lain pihak maria hampir
sampai di rumah. Ia pulang sendirian menggunakan kendaraan umum. Sesampai di
depan pintu tiba-tiba steven muncul.
“Hai sayang maaf ya
karena meninggalkan mu sendirian. Ada sedikit urusan dan juga baterai Hpnya lobet,” kata steven dengan
penuh penyesalan.
“Ya gak apa-apa. Yang penting
jangan di ulangi lagi,” jawab Maria dengan penuh bahagia.
“Ok sayang….,” balasan
Steven dengan penuh rasa cinta.


0 komentar:
Post a Comment