SARAT CINTA
Anto selesai beli koran di warung Lastri, ya segera pulang ke rumah. Sampai di rumah. Anto terkejut melihat Agnes sedang ngobrol dengan Ibu, ya seperti biasanya dengan akrab. Anto duduk di teras depan rumah.
"Tumben banget Agnes main ke rumah?!" kata Anto.
Anto pun baca koran. Ibu ke dapur sebentar ada yang mau Ibu bereskan, jadi Agnes berhenti ngobrol dengan Ibu. Agnes pun menemui Anto di teras depan. Agnes duduk dan berkata dengan penuh kelembutan "Anto".
Anto mendengarkan suara Agnes yang lembut itu, ya rasa merinding banget.
"Anto," kata Agnes.
Anto pun berhenti baca koran karena takut kalau tidak di tanggapin Agnes, ya marah.
"Apa Agnes?" kata Anto.
"Anto aku minta pertolongan," kata Agnes.
Di dalam hati Anto "Agnes dari dulu kalau ada maunya, ya baik sikapnya. Kalau tidak ada maunya. Jutek habis, aku menghadapi sikapnya."
"Apa yang bisa Anto tolong?" kata Anto.
"Anto menghadap Ayah untuk melamar aku," kata Agnes yang jujur banget.
Anto kaget dengan permintaan pertolongan Agnes "Loe....loe....jadinya kok aku harus menghadap Ayahnya Agnes tujuannya melamar!"
"Jadi Anto menolak Agnes?!" kata Agnes.
Anto yang takut Agnes marah, jadi berkata lebih baik lagi "Bukan menolak Agnes. Cuma Agnes mendadak meminta aku untuk menghadap Ayah Agnes untuk melamar itu. Jangan-jangan ada masalah?!" kata Anto.
"Memang ada masalah sih. Kemarin Ayah bertemu dengan teman lamanya, Pak Hasan. Tujuan Pak Hasan untuk menjodohkan Desta dengan aku," kata Agnes.
"Ooooo begitu. Di jodohkan. Kacau," kata Anto.
"Anto tidak mau kehilangan Agnes, jadi segera melamar Agnes. Kalau cinta sama Agnes!" kata Anges.
"Aduh bukan masalah melamarnya. Masalahnya Agnes selama ini mengabaikan Anto kenapa, apa salah Anto sampai Agnes bersikap ya tidak bisa di omongin lah?!" kata Anto.
"Anto yang salah. Satu lupa janji di masa kecil. Kedua Anto berubah di masa SMA, ya buat aku kecewa. Yang ketiga, ya aku jaga jarak dengan Anto. Kita sudah dewasa!" kata Agnes.
"Masalah cuma itu doang. Aku kirain apa? Ya sudahlah aku menghadap Ayah Agnes sekarang juga. Untuk ujian baca Al Qur'an dan juga hadits," kata Anto.
"Kok ujian baca Al Qur'an dan hadits?!" kata Agnes.
"Sebenarnya. Anto telah menghadap Ayahnya Agnes, ya tujuannya untuk menyelesaikan masalah Agnes yang sikap ya tidak bisa di omongin lah. Sekalian melamar Agnes. Ayah Agnes merestui aku bersama Agnes, ya saratnya sih cuma ujian baca Al Qur'an dan hadits. Tapi aku tidak melaksanakannya, alias menunda," kata Anto.
"Jadi Anto duluan yang melamar?!" kata Agnes.
"Iyalah. Anto cinta sama Agnes. Demi memenuhi janji masa kecil," kata Anto.
Di dalam hati Agnes seneng banget, ya Anto cinta Agnes.
"Agnes doa kan semoga berhasil dengan ujiannya!" kata Agnes.
"Iya," kata Anto.
Anto ke dalam rumah, ya langsung ke kamarnya untuk berganti pakaian kokolah. Sedangkan Agnes, ya ngobrol lagi sama Ibu Anto di ruang tamu. Anto yang sudah pake baju koko, ya ke luar dari kamarnya dan segera ke rumah Agnes. Di jalan Anto bertemu dengan Toni yang ingin main ke rumah Anto.
"Anto mau kemana dengan pakaian koko, ya rapih banget gini?" kata Toni.
"Mau ke rumah Agnes. Ujian baca Al Qur'an dan hadist sama Ayah Agnes. Tujuannya melamar Agnes," kata Anto.
"Ujian baca AL Qura'an dan hadits. Melamar?!" kata Toni.
"Agnes di rumah aku. Meminta aku untuk melamar. Ini semua gara-gara ada cowok yang mau sama Agnes selain aku!" kata Anto.
"Ooooo begitu toh. Jadi hari ini tidak membahas koran tentang cerita cinta dong. Ya sudahlah kalau begitu aku temenin lah," kata Toni.
"Ayok jalan!" kata Anto.
"Ayok!" kata Toni.
Toni dan Anto, ya ke rumah Agnes. Sampai di rumah Agnes, ya Anto dan Toni bertemu dengan Ayahnya Agnes. Anto membicarakan urusan tentang melamar Agnes. Ayah Agnes menerima Anto, jadi segera ujian baca Al Qur'an dan hadits. Toni ikut nemenin Anto, ya ujian juga sih.

0 komentar:
Post a Comment