JODOH
Toni sedang santai di teras depan rumah sambil minum kopi dan baca koran. Selesai membeli somay di pinggir jalan, ya Anto memutuskan ke rumah Toni. Sambil makan somay yang di bungkus plastik, ya Anto berjalan santai banget. Tiba-tiba mobil mewah berhenti di depan rumah yang besar. Anto berhenti berjalan melihat mobil mewah yang di perhitungkan harga mahal banget, ya mobil lamborghini. Keluar dari mobil mewah itu, cewek cantik banget dengan gayanya waw banget cetar membahana.
"Cantik cewek itu," celoteh Anto.
Cewek cantik itu masuk rumah mewah, ya di temanin pelayannya yang ganteng dan juga pakaian elegan banget. Bisa di bilang pelayan pribadi itu bodyguard.
"Bener-bener kaya itu cewek. Ada bodyguard yang jadi pelayan pribadinya," kata Anto.
Anto bergerak lagi menuju ke rumah Toni. Somay habis di makan, ya di buanglah bungkus plastiknya ke tempat sampah. Anto sampai juga di rumah Toni.
"Assalamualaikum," kata Anto.
Toni menghentikan baca koran dan koran di taruh di meja, ya jawab salam "Waalaikumsalam."
Toni mempersiapkan Anto duduk, ya Anto duduklah. Toni pun ke dapur untuk membuat kopi. Kopi jadi, ya di bawa ke teras depan rumah.
"Kopi...Anto!" kata Toni menaruh gelas kopi di meja.
"Iya," kata Anto.
Anto mengambil gelas kopi di meja dan segera di minumnya.
"Enak....kopi ini, " kata Anto.
Anto menaruh gelas kopi di meja.
"Toni, hari ini cerita di koran apa yang menarik!" tanya Anto.
"Cerita di koran yang menarik. Cerita cinta," kata Toni.
"Cerita cinta toh. Seperti apa ceritanya?" kata Anto.
"Ceritanya sih tentang seorang pemuda Indonesia yang jatuh cinta dengan seorang cewek Turki," kata Toni.
"Jauh juga ya dapet jodohnya di Turki," kata Anto.
"Nama juga jodoh. Pemudanya kan kerja di Turki. Pastinya dapet jodohnya orang Turki. Kata orang tua sih. Dimana tempat kita bekerja atau menimba ilmu, ya jodoh itu ya di situ," kata Toni.
"Jadi ceritanya di kaitkan dengan perkataan orang tua tentang jodoh. Memang bener sih omongan orang tua. Di mana tempat kita bekerja atau menimba ilmu, ya di situ jodohnya. Tentang jodoh sebagai pembuktikan kebenaran dari omongan orang tua. Artis Raffi Ahmad dengan Nagita Slavina, sama-sama menekunin pekerjaan keartisannya jadinya jodoh," kata Anto.
"Maka itu. Omongan orang tua itu doa," kata Toni.
"Memang omongan orang tua itu doa. Jadinya keramat banget," kata Anto.
"Gimana kalau main bulu tangis," kata Toni.
"Boleh juga sih. Main bulu tangkis," kata Anto.
Anto menunggu di teras depan rumah, ya sambil minum kopi. Toni mengambil raket dan kok di kamarnya. Setelah raket dan kok di pegang Toni, ya di bawa keluar menuju teras depan rumah.
"Ayo main!" kata Toni.
"Iya," kata Anto dan menaruh gelas kopi di meja.
Anto dan Toni main bulu tangkis di halaman depan rumah. Permainan bulu tangkis pun seru banget, ya berjalan setengah jam. Langit berubah menjadi gelap dan hujan pun turun. Toni dan Anto berhenti main bulu tangkis, ya segera masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"Main catur apa nonton Tv?" kata Toni.
"Nonton Tv. Acaranya film Korea," kata Anto.
"Kan ada film India juga acara di Tv," kata Toni.
"Memang ia ada film India acara di Tv. Film Turki pun ada. Ya lebih baik main catur aja!" kata Anto.
"Ok lah....main catur," kata Toni.
Toni dan Anto menyusun pion catur di papan catur dengan baik.
"Gimana urusan mu Anto dengan Agnes?" kata Toni.
"Ya masih proses sih. Menghadapi sifat Agnes, ya di sabarin dengan baik," kata Anto.
"Ooooo begitu toh," kata Toni.
Toni dan Anto serius main catur, tapi santai gitu.

0 komentar:
Post a Comment