JOMLO YANG SANTAI
Toni setelah membeli koran di warung Lastri segera pulang ke rumahnya. Sampai di rumah. Toni menaruh koran di meja teras depan rumah. Toni masuk ke dalam rumah langsung ke dapur untuk membuat kopi. Ya kopi jadi bawa ke teras depan rumah sama Toni. Eeeee Anto dateng mengucap salam "Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam," kata Toni.
"Kopi buat aku. Tahu aja kalau mau dateng," kata Anto sambil mengambil gelas kopi di meja.
"Dasar kebiasaan," kata Toni.
"Memang," kata Anto, ya duduk santai minum kopi yang enak.
Toni masuk ke dalam rumah langsung ke dapur untuk membuat kopi lagi. Kopi jadi, ya di bawa ke teras depan rumah. Anto sedang asik baca koran. Toni, ya duduk sambil menikmati minum kopinya. Tiba-tiba Anto menaruh koran di meja dan berkata "Pusing."
Toni yang asik minum kopi, ya menaruh gelas kopi di meja dan berkata "Kenapa pusing Anto?"
"Pusing, mikirin Toni lah," kata Anto.
"Mikirin aku. Emangnya aku punya masalah?" kata Toni.
"Ada masalah sih. Toni masih jomlo. Aku sudah jadian sama Agnes," kata Anto.
"Masalah aku jomlo sih tidak ada masalah kan. Cuma yang jadi masalah adalah Anto. Kenapa urusan pernikahannya di tunda sampai lebaran haji tahun depan?" kata Toni.
"Masalah itu sih. Emang aku buru-buru buat anak kaya orang-orang kebelet kawin saja!" kata Anto.
"Iya juga ya. Anto tidak belet kawin kaya orang-orang. Ini semua permintaan Agnes, ya agar jadian resminya sama Anto," kata Toni.
"Masalah aku selesai kan. Jadi masalah Toni. Kenapa masih jomlo?" kata Anto.
"Aku jomlo yang santai. Aku masih usaha cari yang cocok di hati," kata Toni.
"Kalau begitu sih lama dapet pasangannya," kata Anto.
"Ya gak juga lah. Aku mau cepet sih, ya aku comot saja cewek dan langsung menikah. Kalau tidak mau cepat sih, ya milih milih ceweklah yang terbaik gitu!" kata Toni.
"Oooooo begitu toh," kata Anto.
Anto mengambil gelas kopi di meja dan segera di minumnya. Toni mengambil koran di meja dan segera di bacanya dengan baik.
Anto menaruh gelas kopi di meja dan berkata "Toni tidak ada makan kecil?"
Toni menghentikan baca korannya dan berkata "Tidak ada makan kecilnya!"
"Kalau begitu aku beli dulu, ya!" kata Anto.
"Iya," kata Toni.
Toni melanjutkan baca korannya. Anto ke warung Lastri untuk membeli makanan. Di tunggu Toni dengan sabar Anto, ya sambil baca koran tetap Anto tidak muncul. Sampai koran di baca Toni semuanya dan koran di taruh di meja. Anto tidak juga muncul.
"Kemana Anto ini?" kata Toni.
Toni pun bergerak ke warung Lastri. Sampai di warung Lastri. Toni tidak menemukan Toni.
"Kemana Anto ini?" kata Toni.
Toni pun balik pulang ke rumahnya. Eeeee sampai di rumah. Anto lagi santai baca koran sambil makan gorengan dan minum kopi. Toni duduk dan berkata "Anto!"
"Apa?" kata Anto sambil menaruh koran di meja.
"Aku tungguin tidak muncul-muncul. Aku cari ke warung Lastri tidak ada. Eeeee tahu-tahu ada di sini," kata Toni.
"Kenapa aku di cariin. Tinggal telepon saja mudah. Anto keberadaan mu di mana?" kata Anto.
"Iya...ya....aku lupa," kata Toni.
"Kalau lupa, ya sudah lah. Aku tadi memang ke warung Lastri beli gorengan. Di jalan aku bertemu Agnes di jalan. Ya Agnes minta bantuin menyelesaikan tugas kuliah. Jadi aku selesaikan urusan Agnes. Setelah selesai, ya ke rumah Toni!" kata Anto.
"Ooooo begitu toh," kata Toni.
"Hari ini cerita di koran tentang cerita cinta, menarik ya!" kata Anto.
"Iya. Cerita tentang seorang cowok yang sabar dengan urusan cintanya, ya selalu jadi bayang-bayang dalam kehidupan seorang cewek yang kerjaannya penyanyi terkenal dan juga punya hubungan spesial dengan seorang cowok yang kerjaannya aktor film. Sekian lama cowok itu menjadi bayang-bayang pada akhirnya jadian dengan cewek yang ia sukai, ya menikahlah," kata Toni bercerita.
"Cowok yang sabar sampai tujuannya tercapai," kata Anto.
"Sudahlah tidak perlu membahas lebih jauh. Main catur aja!" kata Toni.
"Ok, main catur," kata Anto.
Anto dan Toni segera menyusun pion di papan catur dan main dengan penuh keseriusan sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan.

0 komentar:
Post a Comment