BAYANG-BAYANG CINTA
Toni di halaman depan rumah, ya sedang main basket sendirian. Dengan menderibel bola basket sampai memasukkan bola basket ke ring.
"Anto belum dateng juga," kata Toni.
Toni, ya main basket sendirian, ya nunggu Anto karena sudah janjian main basket bersama. Anto berlari menuju rumah Toni. Karena keburu-buru, ya hampir menabrak cewek cantik di jalan. Anto meminta maaf pada cewek tersebut. Tapi tidak di sangka Anto ternyata temannya semasa duduk di bangku SMA-nya
"Wulan," kata Anto.
"Anto," kata Wulan.
"Sekarang Wulan kuliah apa kerja?" kata Anto.
"Kerja. Sedangkan Anto?" kata Wulan.
"Kuliah. Kadang kerja juga sih, kalau ada panggilan kerja nyanyi," kata Anto.
"Wulan inget. Anto anak band sama dengan Toni semasa SMA. Jalan karir menyanyi di jalankan dengan baik sampai sekarang. Maaf Anto tidak bisa ngobrol lama-lama. Wulan ada kerjaan!" kata Wulan.
"Iya," kata Anto.
Anto melihat Wulan berjalan menjauh darinya.
"Kalau tidak salah. Toni memang dari SMA suka sama Wulan. Tapi sampai sekarang kenapa tidak pernah jadian sama Wulan? Malah mau ikutan dengan aku yang menyukai cewek sholehah. Memang sih, Wulan belum berjilbab," kata Anto.
Anto pun berlari menuju rumah Toni. Sampai di rumah Toni. Anto melihat Toni main basket sendiri, ya segera mengucap salam "Assalamualaikum."
Toni yang mendengar salamnya Anto, ya berhenti main basket dan berkata "Waalaikumsalam."
"Toni. Maaf telat. Aku bertemu Wulan di jalan, ya teman kita di semasa SMA," kata Anto.
"Ooooo begitu," kata Toni.
"Kok tanggapannya cuma gitu aja. Wulan kan, cewek yang di sukai Toni semasa di SMA?" kata Anto.
"Wulan. Sebenarnya aku tidak mau membahas tentang Wulan. Karena Anto tidak tahu tentang Wulan. Lebih baik aku ceritain aja ya. Sebenarnya memang aku suka sama Wulan saat SMA, tapi ternyata Wulan ketahuan sama aku jadian sama Joko. Hubungan Wulan sama Joko, ya kaya teman saja....jadi tidak ketahuan hubungan keduanya pacaran gitu," kata Toni.
"Ooooo begitu toh permasalahannya. Kalau begitu main basket aja!" kata Anto.
"Ya," kata Toni.
Toni dan Anto main basket dengan penuh semangat. Kadang keduanya pun teringat di masa SMA, ya bermain basket bersama teman-teman tim basket. Toni berhasil memasukkan bola ring.
"Aku jago kan Anto, memasukkan bola basket ke ring," kata Toni.
"Iya," kata Anto.
Anto dan Toni terus melanjutkan main basket dengan baik. Anto menderibel bola dengan baik. Toni berusaha menghalangi Anto dengan baik. Anto pun berhasil memasukkan bola basket di ring.
"Aku hebat Toni," kata Anto.
"Iya," kata Toni.
"Ngomong-ngomong kita main basket kaya film 'Heart', ya Toni!" kata Anto.
"Kok....film 'Heart'. Kan banyak film yang di kaitkan dengan basket," kata Toni.
"Memang banyak film di kaitkan dengan basket. Tapi paling populer sampai di buat sinetronnya kan film 'Heart'," kata Anto.
"Ya kalau di pikir dengan baik sih ada benernya juga sih. Film 'Heart', ya populer di masanya," kata Toni.
"Ooooo iya... Toni hari ini ada cerita apa yang menarik di koran?" tanya Anto.
"Cerita cinta sih. Ceritanya seperti ini. Seorang cowok yang baik yang selalu mendukung keinginan cewek jadi penyanyi. Hubungan keduanya teman, tapi kedekatannya kaya orang pacaran. Cewek itu terus berusaha untuk jadi penyanyi terkenal dengan ikut audisi lomba nyanyi. Usaha kerasnya tuh cewek berhasil banget jadi penyanyi terkenal. Cewek itu sebenarnya menyukai cowok yang selalu mendukungnya itu, tapi cowok itu tidak bisa menerima cinta. Selama ini cowok itu senang menjadi bayang-bayang tapi tidak berharap cinta. Cewek itu menerima ya keputusan cowok yang selalu mendukungnya itu. Ending cerita cewek itu, ya menikah dengan cowok yang pernah jadi rival di perlombaan menyanyi," kata Toni menceritakan poin dari cerita di koran.
"Sekedar jadi bayang-bayang tuh cowok demi teman ceweknya yang ingin jadi penyanyi. Kuat tuh cowok ya. Biasanya teman jadi cinta dan akhirnya menikah. Ini tetap jadi teman. Cerita yang menarik!" kata Anto.
"Sikap cowok seperti itu. Lebih cenderung sih kaya penggemar dari awal karirnya seorang penyanyi," kata Toni.
"Kalau di pikir dengan baik. Ada benarnya sih Toni, pendapat mu. Penggemar awal karirnya seorang penyanyi. Teman terbaik namanya!" kata Anto.
"Ayo kita lanjutin lagi main basketnya!" kata Toni.
"Ok!" kata Anto.
Anto dan Toni melanjutkan main basketnya. Keduanya bermain dengan penuh kecerian banget.


0 komentar:
Post a Comment