RUMAH SAKIT
Dodo merasa tubuhnya tidak enak, ya di tambah bersin-bersin. Beni saudara Dodo merawat dengan baik Dodo agar cepat sembuh. 14 belas hari Dodo mengisolasi mandiri dari dirinya sakit. Dodo pun sembuh total dengan perawatan yang baik oleh Beni. Dodo pun keluar dari rumah, ya jalan-jalan menikmati keadaan hidup yang sehat banget.
Dodo pun duduk di bawah pohon rindang untuk menghilangkan rasa capeknya. Beni yang masih khawatir dengan Dodo yang masih pulih dari sakitnya, jadi Beni mencari Dodo kemana-mana pake motor. Eeeee ketemu juga Dodo yang sedang duduk di bawah pohon...jadi Beni menghampiri Dodo. Motor di parkirkan dengan baik, oleh Beni dan segera Beni....ya duduk di sebelah Dodo.
"Dodo...pulang!" kata Beni.
"Aku lagi santai, ya menikmati hidup," kata Dodo.
"Dodo kan baru sembuh dari sakit," kata Beni.
"Beni....kaya tidak tahu saja penyakit ku. Aku ini flu sudah dari kecil. Cairan yang keluar dari hidung, ya ingusan bisa di bilang beler. Maka itu belerku ini terus keluar jika kambuh karena kondisi tubuhku tidak sehat. Kalau sehat sih aku tidak beler sih," kata Dodo.
"Aku mengerti...Dodo, penyakitmu sudah dari kecil. Tapi sekarang ini. Penyakit mu itu di katagorikan sama dengan virus corona," kata Beni.
"Hidup mudah di bikin susah," kata Dodo.
"Nama juga....program pemerintahan untuk menanggulangi Kesehatan. Jadi anggaran di keluaran untuk menanggulangi Kesehatan," kata Beni.
"14 hari....isolasi mandiri di rumah. Di jaga kamu...Beni. Mana bantuan pemerintahan itu?!" kata Dodo.
"Namanya juga bantuan, ya bisa nyampe bisa juga tidak nyampe. Tergantung lingkunganya itumah," kata Beni.
"Kalau begitu sih tidak perlu di bahas lagi. Aku lagi menikmati keadaan!" kata Dodo.
"Di sini kan area rumah sakit, Dodo," kata Beni.
"Dulunya ini tah lapang berdasarkan cerita orang tua. Sekarang ini di bangun rumah sakit untuk menanggulangi orang sakit. Di dalam rumah sakit itu penuh orang sakit. Tempat berkumpulnya penyakit di rumah sakit itu. Maka sistem yang di jalankan, ya diseterilkan sama petugas yang kerja di rumah sakit," kata Dodo.
"Aku tahu itu. Malahan banyak teman aku kerja di rumah sakit itu. Belajar jadi perawat dan jadi dokter demi menyelamatkan orang yang sakit ringan sampai sakit parah," kata Beni.
"Dulu hidup parah banget berdasar cerita orang tua. Ketika wabah penyakit menyerang manusia....tidak ada yang bisa menyelamatkan. Pada akhirnya gelimpangan manusia mati. Dukun atau tabib pun putus asa jika tidak bisa mengobati pasiennya yang sakit parah sampai mati," kata Dodo.
"Kemajuan ilmu di bidang kedokteran dapet menyelamatkan banyak manusia sekarang ini," kata Beni.
"Memang aku akui itu perkembangan bidang kedokteran maju pesat. Tetap saja tidak bisa mencegah wabah penyakit yang berkembang pesat. Kata orang tua, jika hewan mati setiap hari gara-gara penyakit. Pasti berikutnya wabah penyakit itu menyerang manusia," kata Dodo.
"Memang kenyataannya seperti itu," kata Beni.
"Maka itulah hidup itu singkat. Banyak yang paham agama lebih memilih mati sahit karena bisa masuk surga. Wabah penyakit itu kan ke hendak Tuhan yang menentukan kematian. Maka itu Allah itu Maha Mematikan....tertulis di al Quran," kata Dodo.
"Berarti sudah takdir manusia merasakan hidup yang sejenak dan mati. Ya tinggal memilih mau masuk surga atau neraka," kata Beni.
Tiba-tiba ada petugas Satpol PP, Polisi dan Tentara....ya razia masker. Dodo dan Beni yang tidak mau kena razia masker, ya memilih pulang. Beni membawa motornya dengan baik dan Dodo duduk di belakang dengan santai. Sampai di rumah. Dodo masuk rumah, ya begitu juga Beni.
"Zaman sekarang semua orang pake masker...tujuan agar mencegah dari penyakit yang di sebab kan virus corona," kata Dodo.
"Namanya hidup seperti ini, ya di jalanin aja. Kalau keluar rumah pake masker," kata Beni.
"Dulu sebelum wabah ini berkembang pesat. Aku sering kambuh penyakit flu ku ini. Tetap saja keluarga dan teman tidak ada yang kena penyakit ku ini, karena kekebalan tubuh mereka beda dengan ku. Aku yang penbawa penyakit ini pun, ya dasar ya kondisi tubuhku yang lemah sudah dari kecil. Tapi bersyukur aku panjang umur. Beda dengan cerita di Tv yang ini dan itu...sampai mati," kata Dodo.
"Tv itu dampaknya mempengaruhi keadaan lingkungan. Tetap saja katanya ada Menteri Komunikasi dan Informatika akan menangani semua bentuk pemberitaan ini dan itu yang dapat memperkeruh keadaan, kenyataannya...tetap saja manusia yang menonton Tv terpengaruh keadaan," kata Beni.
"Ironis banget itu mah!" kata Dodo.
"Memang ironies lah," kata Beni.
Beni yang ada urusan, ya keluar rumah. Dodo di rumah, ya santai lah.
"Enak ya punya pacar yang ngertiin keadaan jika aku sakit," celoteh Dodo.
Dodo pun baca buku untuk menambah wawasan. Beni sampai juga ke di rumah Angun, ya pacarnya Beni. Jadi Beni pun ngobrol banyak hal di ruang tamu bersama Anggun. Ya orang tua Anggun, ada di rumah seperti biasa mengawasi hubungan Beni dan Anggun.

0 komentar:
Post a Comment