KOPI VIRAL
Boby membuat kopi di dapur. Setelah kopi jadi, ya Boby membawa kopi ke ruang tamu. Boby duduk di lantai beralaskan tukar sambil minum kopi.
"Santai sambil minum kopi," kata Boby.
Joe dateng ke rumah Boby. Pintu rumah Boby di ketok sambil mengucap salam "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Boby sambil membuka pintu.
Joe masuk rumah Boby dan duduk di lantai beralaskan tiker.
"Lagi asik minum kopi...Boby?!" kata Joe.
"Iya, kopi viral," kata Boby.
"Kopi viral. Ooooo kopi yang di promosin sama di Tv ya, Boby,?!" kata Joe.
"Iya....iklan kopi di Tv. Jadi mau minum kopi?!" kata Boby sambil minum kopinya.
"Boleh juga. Ingin tahu kopi viral," kata Joe.
Boby pun beranjak dari duduknya di ruang tamu ke dapur untuk membuat kopi. Setelah kopi jadi, ya di bawa Boby ke ruang tamu.
"Ini kopi viralnya," kata Boby menaruhnya di lantai beralaskan tikar.
"Terima kasih Boby," kata Joe.
Joe pun menikmati minum kopi yang viral kata Boby.
"Emmmm enak kopi ini. Pantes viral," kata Joe.
"Ngomong-ngomong tumben main ke sini?!" kata Boby.
"Ya....bosen di rumah. Tidak ada teman di ajak ngobrol. Jadi ke rumah mu....Boby, ya sekedar ngobrol aja," kata Joe.
"Oooo begitu," kata Boby.
"Boby, gimana dengan urusan cinta mu dengan cewek mu, ya Meli?!" kata Joe.
"Baik sih. Tapi sekarang ini....Meli merantau ke Jakarta, ya demi mengejar mimpinya jadi penyanyi," kata Boby.
"Hubungan jarak jauh. Kata orang sih, ya bisa putus di tengah jalan tuh hubungan cinta. Di sini setia menunggu, ya di sana mungkin bisa jatuh cinta lagi dengan cowok yang lebih kaya dari Boby," kata Joe.
"Memang sih itu bisa terjadi. Aku cuma petani miskin. Ya Meli ingin...jadi orang kaya. Aku sadar itu nah," kata Boby.
"Yang sabar ya menghadapi ujian cinta jarak jauh itu," kata Joe.
"Iya. Gimana dengan urusan cinta mu, Joe?!" kata Boby.
"Masih sama seperti kemarin. Aku tetap menyatakan cinta sama Diana, ya tetap di tolak. Aku tidak habis pikir apa salah ku apa dosa ku?!" kata Joe.
"Coba Joe ngaca dulu kenapa Diana nolak!" kata Boby.
"Emang ada yang salah dengan wajah ku. Kalau begitu pinjem kaca. Aku ingin ngaca...Boby!" kata Joe.
"Sebentar...ya aku ambil kacanya," kata Boby.
Boby beranjak dari duduknya, ya ke kamarnya dan mengambil kaca di dinding. Ya kaca di bawa ke ruang tamu.
"Joe ini kaca, ya ngaca," kata Boby.
"Iya," kata Joe sambil mengambil kaca di tangan Boby.
Joe pun mengaca dirinya, ya tiba-tiba kaca pecah.
"Kenapa kaca ini pecah?!" kata Joe.
"Joe....Joe, masih belum sadar juga. Wajah mu itu elek, ya item lagi," kata Boby yang terus terang.
"Ternyata aku ini elek toh. Maka Diana menolak aku," kata Joe sambil menaruh kaca di tiker.
Joe minum kopi yang enak itu.
"Aku sadar pada diriku. Ya mungkin aku melupakan Diana saja. Tidak berharap...ah jadian sama Diana," kata Joe.
"Ada baiknya gitu," kata Boby.
Boby minum kopinya yang enak itu. Joe dan Boby, ya main kartu remi untuk menikmati keadaan yang tenang sambil bercerita banyak hal, ya seputar kehidupan keduanya.

0 komentar:
Post a Comment