GEREJA TUA
Andi di depan sebuah gereja tua, ya tepatnya sih di pagar, ya bersandar di dinding pagar. Memang hari malam. Bulan purnama bersinar terang. Bintang di langit, ya kerlap kerlip.
"Suasana yang tenang," kata Andi.
Andi pun melihat jam di tangannya.
"Pukul 20.00 WIB. Orang yang ku tunggu belum keluar," kata Andi.
Andi tetap bersabar menunggu, sambil memikirkan orang ia sukai.
"Awal aku dan Laras teman biasa saja. Ketika aku punya rasa, ya pertemanan pun jadi cinta. Aku selalu memikirkannya jadi aku memberanikan diri menyatakan perasaanku pada Laras. Syukurnya aku di terima," Andi yang gerutu menceritakan tentang kisah cintanya.
Keluar dari gereja, ya suster Wati. Memang suster Wati memperhatikan Andi, tapi di abaikan. Suster Wati ke tempat rumah panti ya di sebelahnya gereja. Suster Wati pun bertemu dengan Laras.
"Laras...malam-malam begini mau kemana?" tanya suster Wati.
"Ada janji dengan teman," kata Laras.
"Ooooo pemuda di depan gereja, kaya nunggu Laras," kata suster Wati.
"Iya orangnya. Kalau begitu. Permisi suster," kata Laras.
"Iya, silahkan," kata suster Wati.
Laras pun berjalan menemui Andi yang sudah lama menunggu di depan.
"Hai...Andi," kata Laras.
Andi pun melihat Laras karena di panggil.
"Laras," kata Andi.
"Ayo kita berangkat!" kata Laras.
"Berangkat kemana?" kata Andi yang niatnya bercanda.
"Iiii gitu Andi," kata Laras sampai menghentakan kakinya di tanah, tanda geregetan gitu.
"Baik lah. Ayo berangkat," kata Andi.
"Gitu dong," kata Laras.
Laras pun mendekati Andi dan jalan bareng. Andi pun berkata "Laras cantik malam ini."
"Terima kasih pujiannya," kata Laras
Andi dan Laras berjalan santai, ya menikmati keadaan. Sampai di taman yang ada acara musik yang mengadakan teman-teman Andi dan Laras, ya tujuannya menunjukkan kebolehan dalam bernyanyi dan bermain alat musik. Banyak warga sekitar terhibur dengan kebolehan teman-teman Andi dan Laras.
"Acaranya meriah," kata Andi.
"Iya," kata Laras.
Andi pun membeli permen kapas ke pedagang permen kapas, ya dua. Andi pun memberikan satu permen kapas ke Laras.
"Terima kasih permen kapasnya," kata Laras.
"Sama-sama," kata Andi.
Angga tahu-tahu di belakang Andi dan Laras.
"Asik pacaran kalian berdua," kata Angga.
Andi dan Laras menoleh kebelakang.
"Angga...kebiasaan," kata Andi.
"Iya kebiasaan...Angga," kata Laras.
"Maaf deh yang ganggu lagi pacaran," kata Angga.
Angga pun mengajak Andi untuk mengisi acara, tapi Andi tidak mau karena tidak bisa bernyanyi. Angga memang mengerti Andi yang bisa dance....jadi Angga menantang Andi battle dance. Andi menerimanya dengan senang hati pertarungan battle dance. Andi dan Angga baik panggung. Beni yang kepitarannya DJ gitu, ya memainkan musik. Andi mulai dance mengikuti musik yang di mainkan. Angga pun juga dance, ya mengikuti musik yang di mainnya. Battle dance makin seru. Penonton bersorak sorai karena memang battle dance bagus banget. Laras pun bersorak sorai juga.
Andi dan Angga selesai juga battle dance persahabatan itu. Acara pun di isi dengan Leni yang pandai menyanyi karena memang suaranya merdu. Angga masih terus mengikuti acara musik. Andi dan Laras, ya udahan gitu. Andi dan Laras berjalan menuju arah pulang. Sampai di depan gereja.
Laras mencium pipi Andi.
"Terima kasih....Andi," kata Laras.
"Sama-sama," kata Andi.
Laras pun berjalan menuju panti asuhan. Andi ya senang hari ini rencana berjalan dengan lancar, jadi ia pun berjalan menuju rumah. Sampai di rumah. Andi ya istirahat di kamarnya dengan perasaan yang begitu bahagia banget. Laras pun di kamarnya, ya penuh perasaan bahagia karena pacarannya berjalan lancar.

0 komentar:
Post a Comment