PEMUJAAN
Heru sedang membersihkan keris warisan keluarga dengan tata cara yang di turunkan dari generasi ke generasi. Toing melihat ulahnya Heru tersebut, ya rasa merinding pada diri Toing. Heru pun selesai proses pembersihan keris warisan dan di taruh di kamar. Heru pun duduk bersama Toing di teras rumah sambil melihat keadaan lingkungan sekitar.
"Heru lama-lama kamu kaya dukun saja....pegangan mu bikin ngeri. Apalagi proses pembersihan keris pusaka? Kaya di puja-puja gitu!" kata Toing.
"Ah....hal biasa itu mah. Jangan selalu di kaitkan dengan pemujaan pada benda pusaka," kata Heru.
"Kalau...roh halus yang ada di dalam keris itu muncul gimana Heru?" kata Toing.
"Mana ada. Aku cuma menjalankan kewajiban aku saja," kata Heru.
"Itu muncul roh halus ya!" kata Toing.
"Iya....iya muncul," kata Heru.
"Wujudnya menyeramkan," kata Toing.
"Menyeramkan sekali kaya kamu....Toing," kata Heru.
"Cuma bercanda, Heru," kata Toing.
"Iya aku tahu," kata Heru.
"Ngobrol di dalam saja yuk!" kata Toing.
"Ayo!" kata Heru.
Heru dan Toing masuk rumah. Keduanya duduk di ruang tamu. Toing menghidupkan Tv. Setelah Tv hidup, ya Toing duduk lagi di sebelah Heru. Jadi keduanya ya santai di ruang tamu untuk nonton Tv.
"Heru. Dukun dan paranormal....zaman sekarang jadi artis ya di Indonesia?!" kata Toing.
"Iya," kata Heru.
"Dukun dan Paranormal....itu bisa melihat makluk halus itu?!" kata Toing.
"Iya. Ada beberapa berita terbaru sih. Ada seorang pemuda yang di bimbing di jalan kebaikan oleh makluk halus tersebut," kata Heru.
"Benar enggak tuh beritanya. Jangan-jangan Hoaks lagi!" kata Toing.
"Ya bener sih itu berita. Karena aku mencoba dengan ilmu kebatinan gitu," kata Heru.
"Jadi Heru...keberadaan tuh pemuda itu dengan ilmu kebatinan," kata Toing.
"Ya...tidak tahu sih keberadaannya. Karena itu pemuda, ilmunya beda dengan semua ilmu yang di turunkan pada ku turun menurun," kata Heru.
"Jadi....itu pemuda jangan-jangan di jagain malaikat dong!" kata Toing.
"Bisa jadi itu malaikat yang membimbing tuh pemuda," kata Heru.
"Itu mah, kaya cerita para Nabi saja," kata Toing.
"Mungkin saja sih. Jika Tuhan menghendaki semuanya," kata Heru.
"Iya juga ya. Orang terpilih lagi di muka bumi ini," kata Toing.
"Iya," kata Heru.
"Hebat ya itu pemuda," kata Toing.
"Emmm," kata Heru.
Heru pun ke dapur untuk membuat kopi. Toing pun nonton Tv dengan santai banget. Heru selesai membuat kopi di dapur, ya di bawa ke ruang tamu. Toing menikmati kopi sambil nonton Tv.

0 komentar:
Post a Comment