GEDUNG PENCAKAR LANGIT

Posted By Cerpen universal on Saturday, October 31, 2020 | October 31, 2020

GEDUNG PENCAKAR LANGIT

Boby duduk di taman menikmati keadaan sambil baca buku, ya walau pademi virus corona masih ada. Riki melihat keadaan sekitar. Riki terdiam saja di tempat, ya melihat Ibu-ibu yang bercerita tentang keluarganya yang ini dan itu sampai tentang kesehatan yang ini dan itu.

"Hidup manusia komplek," kata Riki. 

Riki meninggalkan tempat tersebut dan ke tempatnya Boby yang duduk di taman sambil baca buku. Riki duduk di sebelah Boby. 

"Haaa, manusia selalu mencari kesempurnaan hidup," kata Riki. 

Riki melihat gedung pencakar langit yang di buat manusia. 

"Gedung pencakar langit yang di buat manusia bagus-bagus, ya Boby?!" kata Riki. 

Riki menghentikan baca bukunya. 

"Gedung pencakar langit, ya memang bagus di buat manusia," kata Boby. 

"Semua itu dasarnya kemajuan dari pola pikir manusia yang berkaitan dengan ekonomi yang ini dan itu," kata Riki. 

"Menurut banyak tiori menyatakan....di katakan kota maju, ya banyaknya gedung pencakar langit di bangun dan juga pabrik ini dan itu yang menopang perekonomian kota tersebut," kata Boby. 

"Terlihat maju banget ya. Seperti menyentuh langit, gedung pencakar langit itu," kata Riki. 

"Iya," kata Boby. 

"Banyak....bangunan di bangun di mana-mana, ya tinggi-tinggi banget. Aku pernah berdiri di gedung pencakar langit. Sangat takjub melihat keindahan kota, tetap juga takut itu ada.....takut jatuh sih," kata Riki. 

"Hal yang wajar bagi manusia yang merasakan ketakjuban kota yang di bangun manusia dan sekaligus takut....jatuh dari ketinggian," kata Boby menegaskan omongan Riki. 

"Kadang paling aku takutin itu. Berhasil dengan usaha keras sampai puncak kesuksesan, ya ada yang menjatuhkan sampai jatuh ke dasar ke terpurukan," kata Riki. 

"Semua orang takut seperti apa yang kamu omongin Riki. Jatuh dari kesuksesan yang menjatuhkan orang-orang yang tidak suka. Hidup harus bertarung dengan penuh segala kemampuan, agar bertahan dari di dunia yang keras yang mengejar segala hal demi kesuksesan di puncak seperti terlihat di mata kita, Riki. Gedung pencakar langit," kata Boby. 

"Aku paham itu....Boby. Oiya aku ada janji dengan Melisa. Aku tinggal, ya Boby!" kata Riki. 

"Iya," kata Boby. 

Boby kembali membaca buku. Riki berlari sekuat tenaga ke rumah Melisa. Saat mendekati rumah Melisa sekitar 100 meter lagi, ya Riki berhenti untuk mengatur nafasnya. 

"Aku capek berlari," kata Riki. 

Riki melihat Melisa di bersama Roy keluar dari rumah. Melisa dan Roy, ya akrab banget. Roy pun masuk mobilnya dan meninggalkan rumah Melisa. 

"Rasa di dalam hati ini sakit. Banyak rumor yang mengatakan Melisa ada hubungan spesial dengan Roy," kata Riki. 

Riki pun mendatengin Melisa di rumahnya. Riki bertanya tentang Roy dengan baik-baik sama Melisa. Ya Melisa mengakui hubungannya dengan Roy. Tak di sangka. Roy menyatakan cinta ke Melisa, ya di terima Melisa karena Roy memberikan kalung emas yang mahal yang di pake di lehernya Melisa. 

Riki tidak bisa berkata-kata lagi, apalagi....Melisa langsung berkata pada Riki dengan tegas "Hubungan kita putus!" 

Melisa masuk rumahnya. Riki merasa dirinya dijatuhkan dari gedung pencakar langit sama orang yang di sukainya. Luluh lantak hati Riki hancur banget. Riki meninggalkan rumah Melisa. Di perjalanan pulang Riki bertemu dengan Boby. Ya Riki bercerita tentang kisah cintanya yang kandas sama Boby. 

Sebagai teman yang baik, ya Boby memberikan masukkan yang baik sama Riki. 

"Ikhlaskan semuanya. Agar Riki tenang!" kata Boby.

"Iya, aku Ikhlaskan saja. Cewek bukan Melisa saja. Banyak cewek di muka bumi ini," kata Riki. 

Riki dan Boby pulang ke rumah masing-masing setelah urusan Riki selesai. 
Blog, Updated at: October 31, 2020

0 komentar:

Post a Comment