PABRIK

Posted By Cerpen universal on Saturday, October 31, 2020 | October 31, 2020

PABRIK

Mario sedang duduk di pinggir jalan, ya sambil makan keripik singkong dan juga minum es cendol. Hasan sedang mengendarai motor, ya mau ke rumah Mira. Hasan melihat Mario di pinggir jalan. Hasan pun menghentikan laju motornya dan berhenti di depan Mario.

"Mario....asik sendirian aja!" kata Hasan.

"Kebiasaan saja tahu-tahu muncul," kata Mario.

Hasan memarkirkan motornya dengan baik dan duduk di sebelah Mario. 

"Keripik," tawaran Mario.

"Iya," kata Hasan.

Hasan mengambil keripik di dalam plastik dan segera di makannya. Mario minum es cendolnya. 

"Ngomong-ngomong. Kenapa Mario duduk di pinggir jalan?" tanya Hasan.

"Sedang asik makan keripik dan minum es cendol," kata Mario.

"Cuma itu saja?!" kata Hasan.

"Sebenarnya. Aku sedang melihat pabrik di seberang jalan itu!" kata Mario.

"Ooooo pabrik di seberang jalan toh. Memangnya ada apa dengan pabrik di seberang jalan itu?!" kata Hasan.

"Dulunya. Belum ada pabrik di seberang jalan. Cerita orang tua. Hanya ada hutan saja di situ!" kata Mario.

"Kalau dulu, ya cerita orang tua....memang di seberang jalan itu belum di bangun pabrik," kata Hasan.

"Hidup orang tua zaman dulu kebanyakan petani. Sekarang aja, ya banyak kerja di pabrik. Tujuannya ekonomi ini dan itu. Permintaan karyawannya, ya biasa gaji yang tinggi karena untuk peningkatan hidup," kata Mario.

"Ya biaya hidup itu besar juga. Apalagi kalau karyawan itu tempat tinggalnya jauh. Makan waktu yang lama untuk sampai ke tempat kerjaan dan juga biaya tranfortasinya kan di perhitungan, belum lagi biaya hidup yang ini dan itu," kata Hasan.

"Maka itu banyak buruh yang unjuk rasa ingin dapet gaji yang besar....tujuannya untuk hidup yang berat ini," kata Mario.

"Sebenarnya sih tergantung dari kebijakan perusahaan sih. Jika perusahaan modalnya besar dan menejemen perusahaannya baik, ya jaminan untuk karyawan atau buruh....bener-bener terjamin. Ya gajinya besarlah," kata Hasan.

"Memang benar omonganmu Hasan. Kebijakan perusahaanlah yang dapat mensejahterakan karyawan atau buruh," kata Mario menegaskan omongan Hasan.

"Itu semua aku dapatkan dari orang-orang yang kerja di perusahaan dengan jaminan kesejahteraannya terjamin banget," kata Hasan.

"Iya, aku paham. Hasan pandai bergaul dengan orang-orang yang baik bekerja di perusahaan," kata Mario.

"Aku ada janji. Ngobrolnya di tempat Mira saja!" kata Hasan.

"Iya," kata Mario.

Mario dan Hasan beranjak dari duduknya di pinggir jalan, ya melihat pabrik di seberang jalan. Mario duduk di belakang motor, ya Hasan di depan motor dan segera menghidupkan motor. Motor pun di kendarai Hasan dengan baik. Selang berapa saat sampai di rumah Mira. Tapi ternyata Mira tidak ada di rumah, ya keluar bersama temannya ke mall. Hasan dan Mario, ya duduk di teras depan rumah nunggu Mira pulang dari mall. 

"Setiap hari manusia bekerja memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Mario.

"Ya kalau tidak kerja, ya miskinlah. Tuntutan hidup itu banyak," kata Hasan.

"Apalagi...sudah punya istri dan anak, ya tuntutan hidup yang ini dan itu. Kesejahteraannya," kata Mario.

"Kewajiban tetap kewajiban demi hidup," kata Hasan. 

"Iya," kata Mario. 

Mira pun pulang dari mall. Hasan, ya ngobrol dengan Mira dengan asik di teras depan rumah. Mario, ya santai juga baca koran sambil makan kue dan teh manis yang di suguhin Mira. 
Blog, Updated at: October 31, 2020

0 komentar:

Post a Comment