KEAJAIBAN CINTA
Toni berjalan dengan santai ke rumah Anto. Di jalan Toni melihat sosok cewek yang cantik banget berjalan bersama anak kecil cewek yang kira-kira umur 3 tahun.
"Lucu juga punya anak kecil kira-kira umur 3 tahun. Aku saja jauh dari urusan jodoh. Gimana punya anak ya?" kata Toni.
Toni memang berpapasan dengan cewek cantik bersama anak kecil cewek itu. Toni pun berjalan terus menuju rumah Anto. Sampai di rumah Anto. Toni sedang melihat Anto baca koran di teras depan rumah.
"Assalamualaikum," kata Toni.
Anto menjawab salam Toni "Waalaikumsalam", sambil koran di taruh di meja
Anto mempersilakan Toni duduk, ya segera Toni duduklah.
"Anto hari ini cerita menarik di koran apa?" kata Toni.
"Cerita cinta," kata Anto
"Cerita cinta toh," kata Toni.
"Cerita tentang seorang cewek yang kembali menjalin hubungan dengan cowoknya yang telah lama meninggal 5 tahun karena cowoknya kena serangan jantung," kata Anto.
"Ceweknya menjalin hubungan dengan cowoknya telah meninggal, berarti hantu dong cowoknya?" kata Toni.
"Cowoknya bukan hantu," kata Anto.
"Ooooo bukan hantu toh. Aku baca dulu korannya!" kata Toni segera mengambil koran di meja
"Iya," kata Anto.
Anto menikmati minum kopinya. Toni, ya serius baca korannya dengan baik cerita cinta di koran.
Beberapa saat kemudian. Toni selesai baca koran dan koran di taruh di meja. Anto telah menghabiskan kopinya dan gelas kopi di taruh di meja.
"Ceritanya tentang keajaiban dari permintaan ceweknya pada batu kristal. Ternyata batu kristal itu milik dewa," Kata Toni.
"Cewek itu bahagia karena bertemu dengan kekasih hatinya telah lama meninggal dunia. Hubungan kembali menjadi baik, ya hari demi hari. Sampai batu kristal lebur jadi debu. Hubungan bahagia itu hanya sejenak saja. Ya cewek itu melepaskan kepergian cowoknya untuk selamanya dengan baik," kata Anto.
"Walau sejenak bertemu kembali dengan cowok yang telah lama meninggal, ya sudah cukup bagi cewek itu. Hidup harus di jalanin maju dengan membawa kenangan manis bersama orang yang memberikan cinta terbaik," kata Toni.
"Ya sudahlah. Main catur aja!" kata Anto.
"Ayo!" kata Toni.
Toni dan Anto menyusun pion di papan catur, ya segera dimainkan dengan baik.

0 komentar:
Post a Comment