CINTA BEDA AGAMA
Anto di teras depan rumah sedang asik baca koran. Toni keluar dari rumahnya, ya bergerak ke rumah Anto. Di jalan ada penjual es dugan. Memang hari gerah sih panas gitu. Jadi Toni membeli es dugan di pinggir jalan. Mamang menyiapkan pesanan buatan Toni dengan baik di masukkan dalam plastik. Lalu di berikan plastik berisi es dugan pada Toni. Ya Toni memberikan uang pas pada Mamang penjual es dugan. Toni berjalan dengan santai sambil minum es dugan.
Toni melihat cewek cantik yang ia kenalnya. Ayu gadis cantik teman lama Toni di masa SMA dan juga beragama Hindu. Toni dan Ayu benar-benar papasan gitu, tapi cuma senyum keduanya dan terus berjalan dengan tujuan masing-masing.
"Ayu. Andai saja kau bukan agama Hindu dan dari Bali lagi. Mungkin aku ingin bersama mu," kata Toni.
Toni yang sadar dirinya agama Islam, ya tidak mau menjalin hubungan cinta dengan Ayu yang agama Hindu karena ribet urusan dengan orang tua yang paham agama masing-masing. Toni terus berjalan dengan baik sampai di rumah Anto. Es dugan habis di minum Toni jadi plastiknya di buah ke tong sampah di depan teras rumah Anto.
"Assalamualaikum," kata Toni.
"Waalaikumsalam," jawab Anto sambil menghentikan baca korannya dan koran di taruh di meja.
Anto mempersilakan Toni duduk, ya segera Toni duduk.
"Hari ini berita yang menarik apa Anto?" kata Toni.
"Berita menarik. Tentang pengeboman di gereja," kata Anto.
"Terorisme. Merajalela lagi," kata Toni.
"Keadaan mulai kacau lagi," kata Anto.
"Aku tidak habis pikir dengan pengeboman di gereja ya. Hidup tenang itu enak. Ini mah kacau," kata Toni.
"Berita yang lain Anto yang menarik?" kata Toni.
"Cerita Cinta tentang beda agama," kata Anto.
"Kisah Cinta tentang beda agama. Kaya menarik. Kalau begitu aku baca dulu korannya!" kata Toni.
"Silakan!" kata Anto.
Anto mengambil gelas kopi di meja dan meminum kopi dengan baik. Toni yang telah mengambil koran di meja, ya di baca koran tersebut dengan baik. Anto terus menunggu dengan sabar sampai Toni selesai baca koran. Kopi di gelas habis di minum sama Anto dan gelas di taruh di meja. Toni pun selesai baca korannya dengan baik, ya koran di taruh di meja.
"Bagus ceritanya. Cerita Cinta beda agama. Lokasinya di Bali," kata Toni.
"Memang bagus sih kisah cintanya. Seorang gadis Bali yang bernama Mahalini jatuh hati dengan seorang pemuda bernama Prakasa dari Jakarta yang awal tujuannya hanya berlibur di Bali. Prakasa yang jatuh cinta sama Mahalini jadinya menetap di Bali sekitar satu tahun sekaligus ada kerjaan di Bali karena berhasil mendapatkan kerjaan di Bali gitu. Orang tua Prakasa memang tidak setuju dengan Mahalini karena agamanya Hindu. Prakasa tetap kekeh untuk mencoba mencintai Mahalini. Sampai akhirnya orang tua Mahalini tidak setuju dengan Prakasa yang beragama Islam," kata Anto.
"Kalau tidak di setujui orang tua pada akhirnya hubungan putus juga. Sama-sama kekeh di agama masing-masih, ya tidak mau mengalah gitu," kata Toni.
"Orang tua kan keputusan finalnya. Tidak dapet restu orang tua. Hubungan tidak berkah lah," kata Anto.
"Kisah di koran ini tidak jauh beda dengan kisah ku sih. Ya aku memang menyukai Ayu, teman kita saat SMA....Anto. Agamanya Ayu, ya Hindu sama dengan Mahalini," kata Toni.
"Ayu. Teman SMA. Memang Toni ada hubungan cinta dengan Ayu. Setahu aku sih Toni dengan Ayu cuma teman saja," kata Anto.
"Sebenarnya aku memendam rasa dengan Ayu. Tapi urusan beda agama jadi aku urungkan niat aku. Tadi aja aku bertemu dengan Ayu di jalan. Tetap baik-baik saja hubungan seperti dulu," kata Toni.
"Bertemu dengan Ayu di jalan. Berarti cuma mengkaitkan keadaan saja. Seperti kisah cinta di koran tentang beda agama," kata Anto.
"Kalau Ayu itu agama Islam. Aku mau menjalin hubungan cinta dengan Ayu lah dengan baik," kata Toni.
"Aku sebagai teman baik mu Toni, ya mengertilah dengan keadaan kamu yang masih Jomlo. Mencari kekasih hati," kata Anto.
"Di hati ini rasa sepi. Beda dengan mu Anto. Di hati Anto ada Agnes jadi tidak sepilah di hati Anto," kata Toni.
"Ya...ya...ya. Kalau begitu main catur aja!" kata Anto.
"Ayo," kata Toni.
Toni dan Anto sepakat main catur dan segera menyusun pion di papan catur dengan baik. Keduanya main catur dengan baik banget.


0 komentar:
Post a Comment