INGIN MENYATAKAN CINTA

Posted By Cerpen universal on Tuesday, December 22, 2020 | December 22, 2020

INGIN MENYATAKAN CINTA

Seusai dari kerja, ya Heru segera pulang. Dengan baik Heru membawa motornya menuju rumah. Saat di pengkolan. Heru teringat bakso yang enak katanya Toing. Heru pun mampir ke penjual bakso di pinggir jalan. Heru memesan bakso sama Mamas pemilik bakso, ya dua bungkus dengan minumnya es jeruk. Dengan sabar Heru menunggu pesannya di siapkan sambil melihat keadaan lingkungan gitu. Mamas pemilik bakso telah selesai menyiapkan pesan Heru dengan baik, jadi di bayarlah. Setelah itu.  Heru meninggalkan tempat tersebut dengan membawa motor dengan baik. Hampir sampai rumah, ya Heru melihat Putri. Jadi Heru menghentikan motornya, ya turun dari motor dan menghampiri Putri dengan cepat.

"Putri," kata Heru.

"Mas Heru, ada apa?" kata Putri.

Heru ingin menyatakan cinta ke Putri, tapi jadi bingung mau ngomong niat yang sebenarnya, ya Heru berkata "Ini bakso satu bungkus dan es jeruk satu bungkus untuk Putri", sambil memberikan satu bungkus bakso dan es jeruk satu bungkus.

"Bakso dan es jeruk untuk Putri?" kata Putri.

"Iya. Aku beliin untuk Putri!" kata Heru.

Putri mengambil satu bungkus bakso beserta es jeruk satu bungkus juga dan berkata "Terima kasih Mas Heru!"

"Iya sama-sama," kata Heru.

"Kalau begitu Putri permisi karena ada urusan," kata Putri.

"Iya, silakan," kata Heru.

"Assalamualaikum," kata Putri.

"Waalaikumsalam," kata Heru.

Putri berjalan menjauh dari Heru, ya menuju tujuannya. Heru masih melihat Putri dan berkata "Kenapa aku tetap tidak bisa bicara sebenarnya aku suka sama Putri?!"

Heru pun ke tempat motornya dan segera membawa motornya dengan baik menuju ke rumah. Motor pun di taruh di teras rumah. Toing sedang duduk di teras rumah sambil minum kopi.

"Enak kopi ini," kata Toing.

Toing menaruh gelas kopi di meja.

"Assalamualaikum," kata salamnya Heru.

"Waalaikumsalam," jawab salamnya Toing.

Heru pun duduk sambil menaruh sebungkus bakso dan sebungkus es jeruk di meja.

"Beli bakso dan es jeruk, Heru," kata Toing.

"Iya," kata Heru.

"Kok cuma satu saja. Biasanya dua," kata Toing.

"Memang biasa beli dua. Yang satunya aku kasih Putri," kata Heru.

"Jatah aku di kasihkan ke Putri. Aku ikhlas deh!!!!" kata Toing.

"Kenapa aku belum bisa menyatakan suka sama Putri, ya?!" kata Heru yang tidak habis pikir dengan drinya.

"Mungkin gerogi depan orang yang di sukai, jadi susah ngomong yang ingin di omongin yang sebenarnya," kata Toing.

"Omongan Toing ada benernya sih. Mungkin lain kali aku terus terang perasaan ku dengan Putri," kata Heru.

"Waktu masih banyak. Yang sabar ya. Sampai tujuan tercapai. Kalau sudah tercapai, aku sebagai teman yang baik. Aku ucapkan selamat berbahagia dengan pujaan hati," kata Toing.

"Ya sudahlah. Bakso dan es jeruknya untuk Toing saja!" kata Heru.

"Asik rezeki tidak kemana-mana!" kata Toing yang senang.

"Aku berbenah diri, gerah!" kata Heru.

"Iya," kata Toing.

Toing dan Heru masuk ke dalam rumah bersama, tapi tujuannya beda. Toing ke dapur, ya Heru ke kamarnya dan setelah itu ke kamar mandi. Mangkok dan gelas di ambil di rak piring dan segera di bawa ke teras depan. Kucing sudah naik di meja dan ingin mencakar bungkus bakso. Toing segera mengusir kucing dengan kata "Husss!". Kucing pun turun dari meja.

"Bakso ku selamat," kata Toing. 

Toing memindahkan bakso yang ada di bungkus plastik ke mangkok dan juga es jeruk di dalam plastik di pindahkan ke gelas. Setelah itu Toing menikmati makan bakso tersebut.

"Enak bakso ini," kata Toing.

Toing terus makan bakso beserta dengan minum es jeruk yang seger gitu. Heru selesai berbenah diri. Perutnya bunyi, ya tanda laper gitu.

"Aku buat nasi goreng saja. Makanan kesukaan ku," kata Heru.

Heru pun memasak di dapur dengan baik, ya membuat nasi goreng kesukaannya. Selang berapa saat, ya nasi goreng jadi. Nasi goreng di taruh di piring dan segera di bawa Heru ke ruang makan. Dengan santai Heru menikmati nasi goreng buatannya.

"Enak nasi goreng ini," kata Heru.

Heru terus menikmati nasi gorengnya. Tiba-tiba Heru terpikir tentang Putri, jadi berkata "Putri...Putri...Putri!"

Heru terus saja makan nasi goreng sampai perutnya kenyang. Setelah itu di cucilah piring dan gelas, ya habis makan gitu. Piring dan gelas yang telah bersih di taruh di rak piring. Toing, ya selesai makan bakso yang enak dan minum es jeruk yang seger.

"Kenyang banget," kata Toing.

Heru ke ruang tamu untuk nonton Tv, ya bisa menghibur diri dengan acara Tv yang bagus gitu. Toing, ya membawa mangkok dan gelas ke belakang untuk di cuci gitu. Setelah itu di cuci bersih mangkok dan gelas, ya di taruh di rak piring.

"Kopi ku," kata Toing.

Toing ke teras depan untuk mengambil gelas kopi dan di bawa ke ruang tamu. Toing duduk di sebelah Heru.

"Kopi yang enak," kata Toing.

Kopi pun habis di minum Toing dan gelas di taruh di meja. Heru melihat artis cewek yang mengisi acara di Tv, ya berubah jadi Putri semuanya.

"Kok jadi Putri," kata Heru sambil mengucek-ngucek matanya.

"Heru berhalusinasi tentang Putri. Penyakit cinta itu mah," kata Toing.

Pandangan Heru kembali semula setelah mengucek matanya.

"Bener-bener aku kena penyakit cinta. Ini karena belum menyatakan cinta sama Putri," kata Heru.

"Heru...Heru...Heru....sampai segitunya jatuh cinta pada cewek," kata Toing.

"Namanya jatuh cinta, ya terbuai dengang keadaan," kata Heru.

"Ya...ya...ya!" kata Toing.

"Sudah jangan di bahas lagi fokus nonton Tv yang acaranya bagus. Musik!" kata Heru.

"Iya," kata Toing.

Toing dan Heru asik nonton Tv yang acaranya musik karena menghibur banget karena artis yang mengisi acara keren-keren gitu.

Blog, Updated at: December 22, 2020

0 komentar:

Post a Comment