BUJANG

Posted By Cerpen universal on Thursday, December 3, 2020 | December 03, 2020

BUJANG

Toing duduk di ruang tamu sambil nonton Tv dan minum kopi. Heru sedang dalam perjalan pulang dengan menggunakan motornya. Ketiga masuk gang. Heru melihat Tania sedang berjalan menuju rumahnya. Jadi Heru menawarkan diri untuk mengantar Tania sampai rumahnya. Tania menerima tawaran Heru. Tania naik motor Heru, ya di bonceng di belakang motor. Heru membawa dengan baik motor  menuju rumah Tania. Ternyata Putri melihat Heru membonceng Tania. Saat itu Putri sedang berjalan menuju warungnya Minah. Rasa hati di dalam diri Putri resah banget.

"Rasa ini belum waktunya," kata Putri.

Putri mengabaikan perasaan di dalam hatinya dan berjalan menuju warung Minah. Heru pun sampai di rumah Tania. Ya Tania berterima kasih pada Heru sudah di antar sampai rumah. Heru pun segera meninggalkan rumah Tania, ya menuju rumah. Toing di rumah melihat jam dinding.

"Jam segini Heru belum sampai di rumah. Ngelayap kemana tuh Heru?" kata Toing.

Toing pun minum kopinya sambil nonton Tv. Heru pun sampai di rumah. Motor di parkir kan dengan baik di teras rumah dan Heru pun mengucap salam "Assalamualaikum."

Toing mendengar salam Heru, ya menjawabnya "Waalaikumsalam."

Heru masuk rumah dan duduk di ruang tamu.

"Hari yang melelahkan," kata Heru.

"Tumben pulangnya tidak tepat waktu?" kata Toing.

"Aku ketemu dengan Tania di jalan. Jadi aku menawarkan diri untuk jadi tukang ojek untuk mengantarkan Tania pulang. Baik sama cewek gitu!" kata Heru.

"Oooo ketemu Tania di jalan dan di antar pulang. Pantes pulangnya telat," kata Toing.

"Aku berbenah diri dulu. Gerah!" kata Heru.

"Iya!" kata Toing.

Toing pun minum kopinya sambil nonton Tv. Heru kebelakang untuk berbenah diri. 

"Tania. Cewek yang cantik. Baik pula orangnya," kata Toing.

Toing mengganti chenel Tv pake remot karena teringat sinetron kesukaannya. 

"Ini sinetron yang aku suka," kata Toing.

Toing pun menonton sinetron kesukaannya dengan santai banget. Heru selesai berbenah diri, ya membuat mie rebus di dapur. 

"Tania. Cewek yang cantik dan baik. Gimana dengan Putri ya?" kata Heru. 

Mie rebus pun jadi. Heru menaruh mie ke mangkok dan di bawanya ke ruang tamu untuk makan sambil nonton Tv.

"Mie rebus," kata Toing.

"Iya, laper Toing," kata Heru.

Heru makan mie rebusnya. Toing minum kopinya.

"Heru gimana perkembangan hubungan mu dengan Putri?" kata Toing.

"Masih teman. Aku juga terlalu sibuk dengan kerjaan jadi tidak bertemu dengan Putri," kata Heru.

"Ooo begitu. Kalau seandainya Tania mau sama Heru gimana?" kata Toing.

"Gimana ya ? Aku pikir kan dulu!" kata Heru.

"Dipikirkan dulu. Berarti di hati tetap saja Putri. Tidak bisa kelain hati," kata Toing.

"Bisa di bilang begitu sih!" kata Heru.

Heru pun terus makan mie rebusnya sampai habis. Toing pun menghabiskan kopi di gelasnya, ya gelas pun di geletakkan saja di meja. Toing serius nonton sinetron kesukaannya. Heru pun selesai makan mie rebusnya dan segera membawa mangkok ke belakang untuk di cuci. Setelah mangkok di cuci dengan bersih dan di taruh di lemari makan, ya Heru membuat kopi. Jadi tuh kopi di buat Heru, ya di bawa ke ruang tamu. Heru minum kopinya sambil nonton Tv.

"Artis itu selalu cantik-cantik dan ganteng-ganteng, ya Heru?" kata Toing.

Heru menaruh gelas kopi di meja.

"Memang kebanyakan sih artis itu cantik-cantik dan ganteng-ganteng gitu. Tapi kan ada yang ancur gitu, ya biasa sih untuk lucu-lucuan. Memang jadinya lucu banget sih," kata Heru.

"Memang ada artis ancur, untuk membuat keadaan jadi lucu aja. Sekarang ini malah hebohnya, ya mirip artis gitu!" kata Toing.

"Mungkin di rezekinya tuh orang yang mirip artis," kata Heru.

"Rahasia rezeki itu misteri ya?" kata Toing.

"Kebanyakkan sih misteri sih!" kata Heru.

Heru mengambil gelas kopinya di meja dan di minumnya kopinya.

"Hidup menyenangkan belum menikah, ya bujang. Belum ada beban!" kata Heru.

Heru menaruh gelas kopi di meja.

"Memang sih enak jadi bujang. Tidak ada beban sama sekali. Mikirin cewek saja sekedar saja. Kalau sudah menikah, ya kewajiban semuanya. Demi cewek yang di nikahi, ya bahagia hidup bersama aku," kata Heru.

"Pemikiran yang dewasa. Tidak semua orang pemikirannya seperti Heru. Di luar sana, ya banyak cowok yang mempermainkan cewek sampai sakit hati," kata Toing.

"Semua kan tergantung dari didikan orangtua yang paling utama. Dua, didikan guru. Ketiga, ya pergaulan yang saling menasehatin, itu lah pergaulan yang baik. Contohnya seperti Heru dan Toing lah!" kata Heru.

"Maka Heru jadi orang yang berguna untuk diri, keluarga dan masyarakat," kata Toing.

"Lebih dikit dong!" kata Heru.

"Nusa dan Bangsa," kata Toing.

"Nah baru aku suka!" kata Heru.

Heru dan Toing pun fokus nonton Tv yang sinetron kesukaannya Toing.

Blog, Updated at: December 03, 2020

0 komentar:

Post a Comment