PANTAI

Posted By Cerpen universal on Tuesday, October 27, 2020 | October 27, 2020

PANTAI

Wahid duduk di pinggir pantai, ya sambil menikmati keindahan pantai. Deburan ombak yang tergulung sampai pesisir pantai. Wahid melihat gulungan ombak itu berkali-kali. Hafid ya baru selesai dengan urusannya dengan Soleh, ya ke tempat Wahid duduk. Hafid pun duduk di sebelah Wahid.

"Wahid, pantainya bagus," kata Hafid.

"Iya, pantai parangtritisnya bagus," kata Wahid.

"Rasanya aku rindu seseorang," kata Hafid.

"Siapa yang di rindukan Hafid?" kata Wahid.

"Ya...Ibu ku," kata Hafid.

"Ibunya Hafid toh. Aku kirain cewek yang di sukai Hafid," kata Wahid.

"Cewek yang aku sukai, maksudnya siapa?" kata Hafid.

"Gadis cantik dari Lombok, ya teman kita. Gita," kata Wahid.

"Ooooo Gita toh. Aku dan Gita hanya teman biasa tidak lebih," kata Hafid.

"Jadi Hafid....hanya sekedar teman biasa tidak lebih?!" kata Wahid.

"Iya lah. Oooo jangan-jangan Wahid yang suka dengan Gita. Biasa yang ngomongin tentang cewek duluan, ya naksir cewek itu. Biasalah mencari tahu....tentang teman dekatnya. Siapa tahu ada yang suka dengan cewek itu? Kalau tidak ada yang suka sama cewek itu, maka orang yang ngomongin itu, ya melaksanakan keinginannya untuk menyatakan cinta," kata Hafid. 

"Ah....tidak seperti itu," kata Wahid. 

"Ngelesnya....aneh," kata Hafid. 

"Ya aku. Aku akui deh. Aku suka dengan Gita. Tapi Gita mau sama aku apa tidak ya?!" kata Wahid. 

"Di coba dulu. Berhasil ya bagus. Kalau gagal ya sudah lupakan saja," kata Hafid. 

"Mudah bicara, tapi pelaksanaan butuh pertimbangan," kata Wahid. 

Gita sedang berjalan-jalan di pantai menikmati keadaan pantai yang bagus. Wahid dan Hafid melihat Gita yang berjalan-jalan menikmati keadaan. 

"Tuh Gita. Wahid samperin deh tuh Gita yang sedang jalan-jalan di pantai!" kata Hafid. 

"Iya, aku juga lihat. Nyatakan atau tidak," kata Wahid. 

"Kalau kamu tidak mau, ya aku saja. Gita juga Jomlo," kata Hafid. 

"Kalau begitu sih jadi rival namanya," kata Wahid. 

"Tidak ada masalahkan. Yang memutuskan ceweknya, mau dengan siapa?!" kata Hafid. 

"Ya aku mengerti. Tapi masalah orang tua gimana ya," kata Wahid. 

"Kaya dan miskin. Ujung-ujungnya kaya lagu saja 'Berbeza Kasta'.....," kata Hafid. 

"Seperti itulah," kata Wahid. 

"Laki-laki harus berani, ya walau resiko itu memang menyakitkan. Jadinya tahan banting gitu. Kuat, tegar menghadapi segala ujian apapun?!" kata Hafid. 

"Baiklah akan ku coba. Gagal tidak ada masalah," kata Wahid. 

Wahid pun bergerak menuju Gita berada. Hafid, ya melihat dari jauh saja. Wahid pun menyatakan cintanya dengan terus terang. Gita, ya agak terkejut dengan pernyataan cintanya Wahid. Gita pun memutuskan untuk menerima cinta Wahid, karena memang Gita menyukai Wahid. Keduanya jadian resmi berpacaran. Wahid, ya memegang tangan Gita. Keduanya berjalan-jalan di pantai untuk menikmati keadaan. Hafid senang, ya melihat Gita dan Wahid telah resmi berpacaran. Hafid pun meninggalkan pantai untuk menemui seseorang yang cintai Hafid, ya teman masa kecilnya yang cintanya di jaga sampai sekarang....Dewi. 
Blog, Updated at: October 27, 2020

0 komentar:

Post a Comment