MOBIL
Toni mengayuh sepedah dengan baik di jalan raya, ya rute sepedah. Saat melewati sorum mobil mewah, ya Toni berhenti untuk melihat mobil di sorum tersebut.
"Mobil keren abis. Kalau kaya aku bisa membeli mobil yang keren itu," kata Toni.
Toni mengayuh sepedahnya sampai ke rumah. Ternyata di teras depan rumah ada Rian yang duduk menungu Toni. Ya Toni menaruh sepedahnya dengan baik, baru deh duduk di sebelah Rian.
"Susah lama nunggu Rian?" kata Toni.
"Baru sekitar 3 menit pas kalau aku hitung di jam tangan ku ini," kata Rian.
"Ooooo begitu," kata Toni.
"Main sepedah sendirian saja, ngak ngajak-ngajak!" kata Rian.
"Maaf deh, lain kali ngajak Rian main sepedah bareng gitu," kata Toni.
"Sebenarnya sih aku punya sedikit masalah, jadi butuh pendapatmu Toni....ya sebagai masukkan saja!" kata Rian.
"Masalah apa? Cerita dong!" kata Toni.
"Biasa sih. Cewek sih. Aku berusaha untuk mendapatkan hatinya tuh cewek, eee ternyata aku tidak di anggap. Cewek itu pun memilih cowok lain yang ia sukai gitu. Jadi aku merasa terpukul. Cinta ku bertepuk sebelah tangan," kata Rian.
Toni ingin menanggapi omongannya Rian, tapi kenyataan yang di lihat Toni itu adalah Rian yang patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan dan juga Rian meneteskan air matanya.
"Rian, kamu nangis?" kata Toni.
"Ah...Enggak. Cuma kelilipan saja," kata Rian yang ngeles, ya sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya pake tangannya.
"Sakit hati karena cinta ya?" kata Toni.
"Iya," kata Rian.
"Sebenar aku juga bingung memberikan masukkan pada mu Rian. Takutnya tidak bisa di terima kamu Rian," kata Toni.
"Aku paham omongan mu Toni. Kamu kan belum punya pacar, jadi belum mengerti bagaimana bisa memahami masalah ku yang cintanya bertepuk sebelah tangan?!" kata Rian.
"Rian, kamu cowok apa cewek?" kata Toni.
"Ya jelas cowok lah," kata Rian yang tegas.
"Kalau cowok. Ya lupakan tuh cewek yang membuat mu sakit hati. Ya cari cewek yang lain yang dapat menerima mu apa adanya?!" kata Toni.
"Iya juga ya. Lebih baik aku lupakan saja. Pengorbanan ku untuk mengambil hatinya pun tidak di anggap," kata Rian.
"Itu baru cowok," kata Toni.
"Terima kasih atas masukkannya. Kalau begitu aku pulang, ya Toni!" kata Rian.
"Iya," kata Toni.
Toni melihat Rian meninggalkan rumahnya. Toni pun masuk rumahnya. Toni kepikiran lagi ingin punya mobil mewah gitu.
"Tabungan ku masih sedikit. Belum bisa beli mobil. Kalau begitu giat bekerja ah!" kata Toni.
Toni pun menetapkan dirinya untuk rajin bekerja dan terus menabung agar bisa beli mobil mewah. Satu minggu setelah Toni dan Rian ngobrol tentang masalah Rian yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Rian sudah mendapatkan cewek yang ia sukainya. Toni senang sekali melihat Rian bahagia. Toni tetap pada keinginannya, ya bekerja keras demi bisa membeli mobil mewah yang ia sukai.
Dua tahun Toni menabung untuk membeli mobil mewah, ya ternyata kenyataannya hanya bisa membeli mobil bekas.
"Kerja keras ku hanya sebatas bisa membeli mobil bekas, maklum kerjaan cuma swasta, ya jual kue. Tidak masalahlah yang penting beli mobil," kata Toni.
Toni pun tetap bangga dengan hasil kerjanya yang hanya bisa beli mobil bekas. Sedangkan Rian sudah berganti pacar tiga kali selama dua tahun. Pacar yang ketiganya Rian, ya hamil karena Rian menjebolinnya di rumahnya tuh cewek...saat orang tuanya tidak ada. Rian pun menikahi ceweknya itu. Ya Toni memang tidak abis pikir dengan Rian yang tadinya patah hati karena cinta bertepuk sebelah tangan, malah Rian menjadi-jadi urusannya dengan cewek. Sampai Rian berganti pacar dan akhirnya membobolin pacarnya, ya memang di nikahin sih.
Toni tidak mau ambil pusing lagi dengan jalan hidup teman baiknya itu, ya Rian. Toni terus maju dengan keinginannya yang membuahkan hasil yang sudah bisa beli mobil walau mobil bekas. Toni menikmati keberhasilannya bisa beli mobil dengan kerja kerasnya. Setiap hari Toni membawa mobilnya untuk jalan-jalan dan juga untuk kerja. Sampai Toni pun jatuh hati pada Nia, ya gadis cantik yang pekerjaannya guru SD.

0 komentar:
Post a Comment