KUBURAN

Posted By Cerpen universal on Thursday, October 29, 2020 | October 29, 2020

KUBURAN

Toha berjalan menuju arah pulang. Saat masuk gang yang melewati kuburan, ya Toha berhenti dan berpikir "Aku lewat jalan ini atau balik arah jalan muter ya?"

Toha dengan cepat memutuskan. 

"Lewat jalan sini!" kata Toha.

Toha terus berjalan masuk kuburan. Tahu-tahu ada kerumunan warga yang sedang proses penguburan, ya jauh dari keberadaan Toha. Ya Toha berhenti sejenak dan melihat proses penguburan tersebut.

"Satu saat aku seperti mayat yang di kuburkan itu," kata Toha.

Angga lewat kuburan juga dan melihat Toha yang sedang melihat proses penguburan. Angga mendekati Toha. 

"Toha," kata Angga.

"Angga," kata Toha.

"Kematian akan datang setiap makluk yang hidup di muka bumi ini," kata Angga.

"Memang iya," kata Toha.

"Menurut mu Toha, yang di kuburkan itu golongan ahli surga atau kah ahli neraka," kata Angga.

"Aku tidak tahu. Aku tidak kenal tuh mayat yang di kuburkan. Tapi aku berpikir baik aja. Ya ahli surga," kata Toha.

"Kayanya begitu lebih baik," kata Angga.

"Ayo kita tinggalkan tempat sini!" kata Toha.

"Ayo!" kata Toha.

Toha dan Angga meninggalkan tempat tersebut, ya berjalan menuju arah rumah. Tahu-tahu seorang pemuda yang baju putih dan berwajah pucat, ya berjalan sangat cepat sekali ke arah Toha dan Angga. Ketika berpapasan. Pemuda yang berbaju putih dan berwajah pucat, ya mengucapkan kata "Terima kasih doanya."

Pemuda berbaju putih itu pun menghilang. Toha dan Angga memang terkejut dengan berpapasan pemuda yang mengucap kata "Terima kasih doanya", dan juga pemuda itu menghilang begitu saja. 

"Toha, tadi itu manusia apa hantu?" kata Angga.

"Kayanya sih manusia, tapi kok menghilang ya?" kata Toha.

"Berarti hantu dong," kata Angga.

"Hantu kok mengucapkan terima kasih doanya," kata Toha.

"Iya juga. Padahal kita, cuma ngomong tentang ahli surga," kata Angga.

"Prasangka baik itulah," kata Toha.

"Mungkin saja. Berarti bener hantu," kata Angga.

"Hantu," kata Toha.

Toha pun berlari, ya begitu juga dengan Angga. Sampai di rumah Toha.

"Capek aku lari sekuat tenaga," kata Toha.

"Iya, aku sama," kata Angga.

"Lain kali jangan lewat kuburan ah. Nanti ketemu dengan hantu lagi," kata Toha.

"Iya juga. Lebih baik lewat jalan lain!" kata Angga.

"Angga mampir dulu ke rumah aku!" kata Toha.

"Terima kasih tawaran ya, aku langsung pulang ke rumah. Assalamualaikum!" kata Angga.

"Waalaikumsalam," kata Toha.

Toha masuk rumahnya. Angga terus berjalan menuju rumah. Di dalam rumah, ya Toha berbenah diri. Setelah itu, Toha duduk sambil nonton Tv. Toha mengingat kejadian pertemuan dengan pemuda berbaju putih di kuburan. 

"Jangan-jangan itu roh si mayat yang di kuburkan. Kenapa tuh roh mengucapkan kata terima kasih doanya, padahal aku dan Angga sekedar saja? Oooo iya. Ucapan yang baik itu doa. Ternyata bener aku tidak sengaja mendoakan mayit yang di kuburkan dengan doa yang baik, ahli surga," kata Toha.

Toha yang telah berpikir panjang, ya jadi tenang dan santailah nonton Tv. Sedangkan Angga sampai di rumah segera berbenah diri, ya setelah itu....Angga berusaha melupakan kejadian bertemu dengan pemuda berbaju putih di kuburan, ya hantu menurut Angga. Jadi dengan mendengarkan musik di radio tanya, ya Angga jadi tenang banget.
Blog, Updated at: October 29, 2020

0 komentar:

Post a Comment