YANG TERBAIK

Posted By Cerpen universal on Tuesday, September 8, 2020 | September 08, 2020

YANG TERBAIK

“Selamanya.. hanya dirimu yang selalu ada dalam hatiku.. selamanya.. tentang dirimu, kau selalu hadir dalam mimpiku.. engkau satu cintaku selamanya..”

Itulah lagu yang sering kita nyanyikan. Bayu, nama pacarku. Awalnya kita berkenalan di sebuah bus kota yang setiap hari kita naiki untuk pergi ke sekolah. Sekolah kita berbeda, namun berdekatan. Itulah yang membuat kita sering bertemu dan akhirnya jadian.

Tiap hari kita selalu bertemu, pergi dan pulang sekolah selalu bersama. Pada saat pulang sekolah, dia tiba-tiba bertanya padaku, “sayang, apa kamu enggak malu pacaran dengan aku?”

“Loh memangnya kenapa mesti malu? Ya enggak lah sayang” jawabku.

“Ya aku takut saja kamu malu pacaran denganku, aku kan pulang dan pergi sekolah selalu naik angkutan umum, enggak kayak cowok lain ke mana-mana bawa motor sendiri” ucapnya dengan wajah sedikit sedih.

“Enggak lah, aku kan terima kamu apa adanya, aku sayang kamu apa adanya, jadi aku sedikitpun gak malu” aku berusaha untuk meyakinkan dia.

“Ya syukur deh kalau gitu, terima kasih ya sayang.”

Hari demi hari kita lewati bersama. Tak terasa hubungan kita sudah terjalin selama 6 bulan. Dan kita masih tetap romantis, karena dia selalu mengerti aku, selalu sabar menghadapi aku. Sampai pada suatu hari aku mulai bosan padanya, dan mulai malas bertemu dengan dia. Aku pun diam-diam jalan dengan sahabatnya Bayu, dan sering smsan dengan sahabatnya itu. Dan akhirnya aku pun dilema, aku sayang sama mereka berdua. Suatu ketika aku dan Deny (sahabatnya Bayu) pulang sekolah bersama, diam-diam tanpa sepengetahuan Bayu. Pada saat itu sampai lewat magrib aku belum sampai rumah, Bayu yang memang sangat khawatir denganku, dia datang ke rumahku untuk memastikan apakah aku sudah pulang atau belum. Tapi aku tak peduli itu, karena aku mulai bosan padanya.

Kedekatan aku dengan Deny tidak berlangsung lama. Karena hati kecil aku tetap memilih Bayu. Aku lebih sayang dia. Dan ternyata sebenarnya dia tahu kalau aku sempat dekat dengan sahabatnya itu, tetapi dia sama sekali tidak marah dan tidak mengurangi rasa sayang dia terhadapku.

Tak terasa hubungan kita sudah 10 bulan, hampir 1 tahun.

Malam hari sekitar pukul 7, Bayu datang ke rumahku, kita pun asyik ngobrol. Dan entah kenapa aku ingin sekali pinjam hp nya, setelah aku pinjam hp nya dan aku lihat smsan Bayu dengan temannya (cewek), agak sedikit mesra. Aku pun kaget dan rasanya hatiku langsung sakit, aku mulai marah kepadanya.

“Ini maksudnya apa?” tanyaku sambil lihatin smsan nya itu ke dia.

“Enggak, itu cuma becanda. Mana mungkin aku suka atau selingkuh sama cewek lain, tolong percaya sama aku” jawabnya.

“Ya tapi gak kayak gini juga kan smsannya!” aku tetap marah dan cemburu, aku langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan dia begitu saja.

Setelah kejadian itu, Bayu pun terus menghubungi aku untuk meminta maaf. Dan menjelaskan kalau isi dari sms itu hanya candaan. Tapi aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan aku dengan dia. Namun, dia tak pernah menyerah untuk meminta hubungan kita nyambung lagi. Tapi keputusanku sudah bulat untuk pergi darinya.

2 bulan telah aku lalui tanpa Bayu, dan setelah putus kita tidak pernah bertemu lagi. Tiba saatnya hari ulang tahunku, Bayulah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku lewat sms. Tapi aku tak peduli itu.

Hari demi hari aku lalui tanpa dia, sampai akhirnya aku lulus dan bekerja. Setelah putus dengan Bayu, aku dekat dengan beberapa cowok. Tapi tidak ada yang seperti dia, sabar, baik dan tidak pernah marah.

Suatu hari Bayu menghubungi aku lagi, kita pun sering smsan. Tapi aku sudah tidak ada rasa lagi kepadanya. Dan aku mulai menjauh darinya. Namun, Bayu masih saja sering menghubungi aku walaupun selalu aku abaikan.

Setelah itu, Bayu tidak pernah menghubungi aku lagi. Hampir 2 tahun kita tidak pernah saling menghubungi. Dan suatu malam Deny menghubungi aku, 
“Kamu datang ke pernikahannya Bayu gak?” tanya Deny.

“What? Bayu nikah? Kapan? Aku kok gak diundang sih” aku kaget setengah mati.

“Iya tadi Bayu nikah, masa sih gak diundang?”

“Iya gak diundang, gak tahu deh kenapa.”

Saat tahu Bayu sudah nikah, entah kenapa rasanya hati aku sakit dan sedih. Langsung saja teringat semua kenangan kita semasa pacaran dulu. Sakit sekali hati ini setelah tahu Bayu sudah punya pendamping hidupnya. Teringat semua kenangan kita, teringat semua akan kebaikan dia kepadaku. Jarang sekali ada cowok sebaik dia.

Ya mungkin memang benar, penyesalan akan selalu datang di akhir dan ketika seseorang itu telah pergi dan tidak lagi mencintai kita. Itu yang aku rasakan sekarang.

Kini aku sadari, ternyata dialah yang terbaik yang pernah aku miliki.
Blog, Updated at: September 08, 2020

0 komentar:

Post a Comment