HIDUP AKAN BERLANJUT

Posted By Cerpen universal on Tuesday, September 8, 2020 | September 08, 2020

HIDUP AKAN BERLANJUT

Sepatu satin itu masih ada di meja belajarku. Masih terbungkus kotak sepatu dengan plastik mika bening di atasnya. Aku enggan mengambilnya, saat tau siapa yang mengirim. Arman, lelaki yang sudah menghancurkan hatiku berkeping keping. Aku tak akan melupakan kejadian satu bulan yang lalu. Tak akan pernah.

Satu bulan yang lalu.
Aku tak sengaja tersandung tali sepatuku sendiri yang tak aku ikat. Hari ini begitu sial karena aku terlambat datang. Aku, yang selalu tepat waktu saja selalu dicemooh apalagi terlambat. Tamatlah riwayatku. Aku langsung berlari kecil dengan tatapan aneh dari murid lain.

Aku sudah sampai dua puluh menit lalu dan sekarang sedang menghormati bendera diam. Ya, aku dihukum. Mungkin nasibku sial karena aku lihat ada murid yang lain terlambat tetapi tidak dihukum. Sudahlah, aku pikir ini pengajaran.

Aku masih hormat saat semua murid yang lewat sambil menahan tawa. Tanpa tatapan iba. Sampai aku melihatnya. Melihat dirinya yang berjalan di antara murid murid lain tapi tak ikut menahan tawa. 

Aku memperhatikannya dan dongkolnya ia malah balik memperhatikanku dan bodohya aku malah memberi senyuman yang dibalas tatapan kenapa-dia-tersenyum-padaku. Aku tak tau itu awal dari semua.

Hari berlanjut dan sekarang aku tau namanya. Arman Siregar dan gilanya satu kelas denganku. Entah aku tak memperhatikan sekitar atau ia tak pernah muncul aku sama sekali tak tau. Hubungan kami semakin dekat karena kami sering terlibat kerja kelompok. Dan tunas perasaan itu mulai muncul.

Ya tuhan, harusnya aku menginjak tunas itu sebelum aku tau apa yang ia inginkan.

Akhirnya kami jadian. Menjadikan kabar heboh. Ya, dia bukan orang bodoh yang mau dekat dengan perempuan jelek sepertiku. Dia menginginkan adikku. Tasya. Yang ternyata ia sudah tau aku kakaknya. Sungguh kejam dunia ini. Aku tau itu saat aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri mereka sedang asyik berciuman. Di depan mataku. Mungkin kalian tidak tersakiti jika terjadi. Tapi dia, di pacarku. Lelaki pujaanku. Dan aku bertekad tak akan menemuinya.

Air mataku meleleh. Aku tak tahan saat tadi ada yang mengirimiku bungkusan dan itu darinya. Dan ada kartu ucapan di dalamnya.

Untuk kakak iparku, Liliana
Kau pasti sudah mendengar adikmu hamil kan, dan kau tak akan tega jika ia sendiri. Datanglah ke sini dengan sepatu ini. Ini sepatu pemberian kami, keluarga kecil…

Aku tak membaca kelanjutannya. Yang aku tau memori tak akan pernah hilang. Sakit itu akan tetap ada. Tapi hidup akan terus berjalan.
Blog, Updated at: September 08, 2020

0 komentar:

Post a Comment