SAKITNYA MENCINTAI
Waktu itu saat Joni dan Dina masih bersekolah SMP dan selalu menghabiskan waktu bersama-sama, Joni berjanji akan selalu mencintai dan menunggunya sampai kapanpun, sampai suatu ketika saat Dina harus pindah rumah karena pekerjaan orangtuanya.
Waktu itu tak secanggih seperti saat ini yang dengan mudah berkomunikasi dengan menggunakan sosial media, dulu Dina hanya mengandalkan sms/pesan singkat, saat sore itu Joni menelepon Dina dengan senang Dina mengangkatnya, "Hey sayang" suara di seberang sana, "Hey juga, bagaimana kabarmu di sana", "Baik, Dina ada yang aku sampaikan padamu", Dina merasa aneh kenapa Joni seperti ingin menyampaikan sesuatu yang buruk, lantas Dina pun menjawab, "Iya ada apa, bicaralah", "Dina maafkan aku sebelumnya, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita, karena kita harus fokus sama sekolah serta aku pun tak bisa harus memendam rasa rindu yang teramat dalam karena jauh darimu", "Tapi kepada, aku tak bisa menerima keputusanmu ini,"," Dina percayalah suatu saat bila kita berjodoh kita akan bertemu lagi, dan maafkan aku semua ini aku lakukan untuk kebaikan aku dan kamu","Baiklah jika itu keputusanmu". Tutt... Tuttt... Tuttt... Dina langsung mematikan telepon dan setelah itu Dina langsung menangis karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan Joni barusan.
Entah kenapa rasanya Dina patah hati, saat ingin melakukan sesuatu selalu teringat akan Joni sampai-sampai seberusaha Dina untuk melupakan Joni bukannya lupa malah selalu teringat masa-masa indah bersama Joni.
10 tahun kemudian.
Hari ini saat dunia sudah canggih dipenuhi aplikasi-aplikasi dan medsos yang beraneka ragam di suatu rumah yang sederhana, Dina sedang membuka-buka facebooknya, lantas dia iseng-iseng dan penasaran mencari nama Joni, satu demi satu nama Joni, dia lihat profilnya dan tak berapa lama setelah mengklik dan melihat foto profil yang kesekian, Dina pun terdiam dan tak terasa ia meneteskan air mata, seakan percaya dan tak percaya ia menemukan seseorang yang ia cintai lagi berkat medsos lantas ia langsung ngeadd Joni dan mengirimi Joni pesan karena sejak kejadian beberapa tahun lalu Dina dan Joni lost contact, Dina pun teramat bahagia tapi sayangnya ketika Joni membalas terlihat cuek dan biasa saja, Dina pun merasa sedih dengan tanggapan Joni lantas Dina pun merasa Joni sudah menemukan penggantinya.
Diam-diam Dina ngestalk akun fb-nya Joni dilihatnya satu persatu status maupun foto yang ada di akun Joni tapi tak ada tanda-tanda kalau Joni memiliki seorang kekasih, Joni pun tetap berpikir positif, yaa mungkin saja setelah sekian tak ada kabar Joni jadi canggung untuk sekedar chatan saja, sejak kejadian itu Dina selalu melihat dan mengikuti perkembangan Joni di medsos dan bahkan kali ini ahmad yang mengirim pesan duluan, betapa bahagiannya Dina dan bahkan sekarang Joni meminta pin bb Dina, setelah itu Joni dan Dina semakin dekat hari demi hari yaa walaupun mereka tidak bisa bertatap muka secara langsung karena beda kota tapi Dina tetap setia menunggu Joni, sampai suatu ketika chat di bbm. "Dina kapan kita ketemu?", "Seterah kamu aja maunya kapan", "Dina mungkin ga kita balikan lahi, entah kenapa aku gak bisa melupakanmu","Udah ketemu aja dulu, nanti omongin lenih banyaknya jangan di pesan mendingan ngomong langsung". Dari percakapan itu entah kenapa seakan Joni niat gak niat untuk bisa bersama dengan Dina, karena dari situ Joni jarang mengubungi Dina lagi.
Dan tak tarasa 3 bulan Joni, tidak menghubungi Dina, sore itu saat Dina melihat branda fbnya gak sengaja Dina melihat status terbaru Joni yang ternyata baru ditambahkan 1 jam yang lalu, setelah Dina melihat ternyata Joni baru menambahkan foto, dan ternyata foto itu adalah undangan pernikahan Joni dengan wanita lain, seketika hati suci sakit dan suci hanya bisa menangis bagaimana mungkin lelaki yang dicintainya akan menikah padahal beberapa bulan lalu ia masih meminta Dina balikan dengannya, Dina sekan percaya dan tak percaya ia sesekali menangis karena bagaiman mungkin lelaki yang ia tunggu bahkan sampai 10 tahun lebih lalu datang lagi ketika Dina hampir bisa melupakannya dan sekarang malah menikah dengan wanita lain, sakit memang ketika harus merelakan orang yang sangat kita cintai terlebih saat kita tahu dia pun memiliki rasa yang sama terhadap kita, tapi nyatanya dia malah lebih memilih kehidupan dengan wanita baru bahkan Joni tidak memberi tahu atau bahkan mengundang Dina, apakah Joni tidak ingin Dina datang dihari bahagianya atau Joni berpikir ketika ia mengundangnya ia malah akan menyakiti hati Dina lebih dalam lagi.
Namun kini Dina berusaha bangkit dari keterpurukannya dan mencoba mencari pengganti Joni, namun satu hal yang Joni, tak tahu rasa cinta tulus yang Dina punya akan tetap ada dan selalu ada walaupun Joni sudah menyakitinya dan biarkanlah waktu yang menghapus rasa sakti dan cinta ini nantinya.


0 komentar:
Post a Comment