HIRAUKAN RASAKU

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 1, 2020 | August 01, 2020

HIRAUKAN RASAKU

“Kenapa! Kenapa masih aku yang disalahkan, aku sudah mengikhlaskan dia untukmu jadi untuk apa lagi kau menginterogasiku, menjadi stalker di hidupku sedangkan ku sudah tak ada urusan dengan dia lagi. Apa pernah aku mengganggu hubungan kalian. Tidak bukan. Jadi kenapa kau masih saja menyalahkanku atas semua hal buruk yang menimpamu dengan dia. Din…!!!”

Cinta. Apalah arti dari kata itu apakah sebuah Cerita Indah Namun Tiada Arti ataukan sebuah Cerita Indah Namun Tiada akhir. Apa sebenarnya definisi Cinta itu, tapi mungkin cerita Cinta yang kualami selama ini adalah sebuah Cerita Indah Namun Tiada Arti. Aku jatuh cinta pada dia yang tidak pernah mencintaiku sebelumnya, aku menunggu dia yang tidak pernah menungguku sebelumnya, aku tidak pernah melupakan dia yang selalu menghiraukanku, aku selalu menggap dia penting dalam hidupku meskipun dia tidak begitu. Tapi kenapa aku masih saja menyimpan sebuah rasa yang sangat dalam untuknya, menyimpan sebuah cinta yang menahun hanya untuknya sedangkan dia tak pernah sedikitpun berbalik mencintaiku.

BODOH! mungkin itu memang kata yang tepat untukku ataukan rasaku memang sudah membeku. Bukankah mencintai tanpa pernah dicintai itu sangat menyakitkan tapi kenapa masih saja kulakukan, mereka bilang aku ini buta, aku ini tuli aku ini hilang ingatan, aku ini sudah tak punya perasaan hati dan perasaanku sudah terkunci rapat rapat dengan yang namanya Rian dewansyah, hingga aku tak bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, mana fakta dan mana dusta, tapi aku masih memegang prinsip hidupku dalam dalam tentang cinta, bahwa kebahagiaan orang yang kucintai lebih penting dari kebahagiaanku sendiri jadi untuk apa aku mengganggu hubungan mereka jika mereka memang sudah saling mencintai.

“Loe emang gak tau diri, jelas jelas dia selama ini gak pernah nganggep loe ada di hidupnya jadi mana mungkin dia cinta sama loe. Ngaca dong jadi orang! loe tuh harus tau diri udah tampang pas pasan, miskin gak tau diri lagi masih aja ngarepin cowok orang!”

Bagaikan bencana yang teramat dahsyat ketika aku mendengar kata kata itu. Memang selama ini aku sangat mencintainya dan aku sadar mungkin ini adalah sebuah kesalahan terbesar dalam hidupku tapi jatuh cinta bukanlah keinginanku, aku tak bisa menentukan kemana hati ini akan berpijak, andai saja aku bisa memilih aku tak pernah menginginkan kisah cinta seperti ini apalagi ini adalah sebuah kisah cinta pertamaku. Bayangkan bagaimana perasaanmu jika menjadi diriku. Dia yang selama ini selalu di sampingmu, selalu ada disaat kau butuh, selalu ada dalam suka dan duka tiba tiba memasukanmu ke dalam neraka, panas hatiku kini selalu terbakar api cemburu melihatnya bersama gadis lain, sedangkanku hanya bisa mengenangnya dari kejauhan, hanya air mata yang bisa mewakili kata kata yang selalu tersimpan dalam kebisuan sedangkan dia dan juga dirinya tertawa bahagia di dalam surga cinta.

Apa salah jika aku mencintainya, ucapannya, janjinya, semua perilakuknya selalu memabukanku, dia selalu membawaku ke atas langit dengan semua perbuatannya tapi sekarang dia hempaskanku ke dasar bumi. Mataku buta melihat fakta yang ada, telingaku tak mendengar semua cerita mereka, aku tak pernah percaya bahwa kau dengan dia telah bersama dalam suatu hubungan penuh cinta, diam diam kamu adalah kekasihnya, kalian berpacaran sedangkanku menghiraukan semuanya hanya karena kata katamu.

“Percayalah padaku! aku janji takkan pernah mengecewakanmu, aku janji taakan pernah membuatmu sedih, takkan kubiarkan meski hanya setetes air matapun jatuh di pipimu dalam kesedihan, kau adalah segalanya bagiku, jangan dengarkan kata mereka yang berbicara buruk tentangku, mereka semua hanya iri tentang hubungan ini yang selalu berjalan apa adanya, dan ingatlah satu hal. Aku bukanlah pacarnya Dinda atau siapapun, hanya ada aku dan kamu dan itu takkan pernah berubah. AKU JANJI!”

Ya, semua itu memang benar. Kini aku bisa mencerna kata katamu dengan sangat baik HANYA ADA AKU DAN KAMU tetapi BUKAN KITA, aku memang terlalu bodoh terlalu terlena akan indahnya cinta hingga aku kini terkurung di dalamnya, lalu apa yang bisa membuatku bebas seperti dulu sesaat sebelum aku mengenal dirimu sesaat sebelum aku mengenal cinta, entahlah aku pun tak tau harus bagaimana. Jalani saja apa yang ada meskipun terkadang terasa menyiksa. Aku sakit aku patah hati duniaku seakan runtuh seketika disaat indra ku mulai sadar dan itu pun karena kau yang menyadarkanku. Hujan gerimis itu menjadi saksi bisu dari akhir cerita aku dan kamu, setelah puluhan kali bahkan mungkin ratusan kali atau ribuan kalli aku menanyakan hal yang sama dan kau baru mau mengakuinya.

“Untuk terakhir kalinya Riyan, aku menanyakan hal yang sama dan tolong jawab dengan jujur, tak apa meski itu menyakitkanku akan kuterima dengan lapang dada, apa benar kau dengan dia ada dalam satu hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan ataupun persahabatan seperti apa yang selalu kau katakan?. Apa benar kalian menjalin kasih?, sejauh mana hubungan kalian?, jujurlah Riyan tak apa karena cepat atau lambat semuanya akan terkuak untuk apa kau tutup tutupi dengan kata kata dan juga sikap manismu, katakanlah Riyan aku mohon karena aku sudah tak sanggup dengan semua ini”

Itu pertanyaan terakhirku meski malu memang menanyakan semuanya dan kemungkinan besar akan kudapatkan luka tapi itu akan memberikan kepastian dari suatu kerisauan. Dan inilah faktanya…

“Ya, semua itu memanglah benar adanya, maaf selama ini aku membohongimu aku tak pernah bermaksud melakukan hal itu, karena kutau semua ini akan membuatku kecewa semua ini akan membuatmu terluka dan aku tak pernah ingin melakukannya, percayalah untuk kali ini aku tak membohongimu, dan percayalah aku memang sudah putus dengannya dan kini hanya ada aku dan kamu, masihkah kau akan mempercayai apa kata orang lain?”

Semua terasa gelap gulita, ingin sekali aku menjatuhkan air mata yang sudah tak tahan membendung di mataku lalu menjatuhkannya di pipiku bersama dengan kepedihan ini karena semuanya bagaikan sebuah bencana besar yang tak kunjung berhenti di hidupku, namun aku tak bisa melakukannya hal itu terlalu bodoh untuk kulakukan sekarang di depannya. Kupejamkan mata lalu menarik nafas sedalam mungkin kuhembuskan perlahan lahan untuk sedikit meringankan beban dari luka batin yang mendalam, sebuah senyuman masih bisa kupaksakan untuk menutupi semua kesedihan.

“Tak apa Riyan, tak usah kau bohongi aku sampai sejauh ini, jujurlah karena jika ia ataupun tidak itu tak ada pengaruhnya untukku, aku tak akan membencimu ataupun membenci dia dan juga mereka, apa hak ku melakukan hal itu, bukankah hubungan ini hanya ada aku dan kamu bukan kita dan hal itu tak akan berubah itu kan janjimu dan kini aku sangat mempercayainya, jadi tak usah kau repot repot seperti ini, aku hanya menjadi beban di antara kalian. Ya jujur kecewa dan terluka memang ia, dari sikapku selama ini saja mungkin kau dan mereka juga sudah tau secara diam diam meskipun tak pernah kuungkapkan sebelumnya. Aku memang menaruh hati padamu, aku mencintaimu dan sangat menyayangimu dan kau sangat berarti bagiku, tapi apalah dayaku Riyan, bukankah percuma saja jika sebuah cinta hanya ada satu orang yang merasakannya. Jangan kecewakan dia Riyan, kumohon. Bahagiakan dia dan jangan pernah kau buat dia menangis jangan biarkan dia terluka dan terutama jangan pernah menyia nyiakan cintanya. Birkan aku yang merasakan sakit ini jangan ada orang lain lagi yang terluka selain diriku”

Indah bukan kata kata itu, tapi menusuk diriku sendiri, berat hati aku mengatakannya namun apalah daya cinta tak bisa dipaksakan meskipun kata putus di antara mereka sudah terucapkan, tapi aku tak pernah ingin jadi penghalang di antara hubungannya dengan orang yang di cintainya lagi. Selama ini aku selalu membebaskan dia untuk bergaul dengan siapa saja entah itu laki laki ataupun perempuan karena aku tau dia itu sangat sangat populer di sekolahnya tapi aku tak pernah habis pikir kenapa dia mengatakan hal hal semanis itu yang akhirnya menjadi duri duri tajam di hidupku menjadi racun racun yang mematikan dan tak terobati.

“Tanyakan saja padanya, kapan terakhir kali kita bertemu dan apa yang sudah kukatakan. Kau mau percaya atau tidak silahkan karena pantang bagiku untuk merebut kekasih orang lain. Aku salah kuakui itu iya tapi bukankah cinta tak bisa memilih begitupun dengan cintaku kali ini, jangan minta aku untuk melupakannya karena aku tak pernah tau bagaimana caranya, mungkin saja aku tak bisa melakukan hal itu, tapi mintalah untuk aku hilang dari kehidupannya agar aku tak menjadi penghalang antara kau dia dan juga mereka. Selamat Din, cintanya sudah bisa kau miliki dan maafkan aku telah mengganggu.”

Dan itulah jawabanku terhadap Dinda yang selalu menginterogasiku mengusik ketenanganku dan membuka luka lama yang selalu kucoba untuk melupakannya.

TAMAT.

Thangks ya bagi yang mau baca. Jujur aja sih ini banyak fiksi dan banyak juga kisah pribadi ya. Menyedihkan bukan menjadi diriku mencintai tanpa dicintai? tapi aku yakin Allah telah memberikan jodoh yang terbaik untukku, ya mungkin saja sekarang jodohnya lagi dijalan makanya belum bisa ketemu.

Dicatat ya guys ini menurut aku loh… CINTA ITU GAK HARUS MEMILIKI klo udah jodoh juga bakal dateng sendiri tanpa harus dipaksa, toh percuma saja kan ngejalin hubungan tapi cintanya hanya dimiliki satu orang gak ada di dua duanya yang ada makan hati terus. JIKA CINTA ITU HARU MEMILIKI mungkin itu bukan cinta tapi obsesi. Sekali lagi ini menurutku, apa menurut kalian? maaf bila ada yang tersinggung dengan cerita ini.
Ai saidah
Blog, Updated at: August 01, 2020

0 komentar:

Post a Comment