ARTI KEHADIRANMU

Posted By Cerpen universal on Friday, July 31, 2020 | July 31, 2020

ARTI KEHADIRANMU

Aku adalah seorang wanita yang cukup berpendidikan dan baik, setidaknya itu pendapat teman-teman dekatku. Diusiaku yang sudah sangat layak untuk menikah ini, 38 tahun, ada banyak teman dan saudara yang peduli dan memperkenalkanku dengan seorang pria yang menurut mereka layak menjadi pendampingku. Terkadang aku menolak niat mereka untuk memperkenalkanku dengan calon mereka, akan tetapi ada juga yang aku setujui untuk aku kenal lebih jauh.

Suatu waktu, seorang teman memperkenalkanku dengan seorang pria yang cukup baik secara perawakan dan kepribadiannya, setidaknya, itu informasi yang diberikan oleh temanku ini. Akan tetapi, ketika pria tersebut memberitahukan tentang pekerjaannya, aku merasa tidak yakin untuk mengenalnya lebih jauh.

Karena tidak ada rasa yang berarti, akhirnya hubungan itu hanya sebatas perkenalan saja. Aku akhirnya memutuskan untuk pindah kota demi mendapatkan tawaran kerja yang lebih baik. Singkat cerita, hampir dua tahun lamanya, aku bekerja di kota yang berbeda. Suatu kali, lelaki yang diperkenalkan denganku itu meneleponku dan bertanya tentang keadaanku dan di mana keneradaanku. Aku menjawabnya dengan baik.

Dua tahun berselang, aku mengalami stress di pekerjaan dan memutuskan untuk kembali ke daerah asalku dan mencari pekerjaan baru nantinya. Sekembalinya aku, teman yang dulu memperkenalkanku dengan pria tersebut, menanyakan apakah aku sudah punya tambatan hati. Kemudian dia mengingatkanku kembali tentang pria yang dulu pernah dikenalkan padaku.

Dengan jujur kusampaikan bahwa aku tidak menaruh hati pada pria tersebut. Oleh karena niat baik dari temanku ini dan sarannya untuk aku mencoba mengenal pria tersebut lebih jauh dulu, akhirnya aku pun menyetujuinya.

Aku dan pria tersebut akhirnya seringkali menghabiskan waktu berdua dengan niat untuk lebih mengenal satu dan lainnya. Masa perkenalan yang terbilang singkat, satu bulan, membawa pria tersebut untuk mengutarakan isi hatinya dan menyatakan keseriusannya akan hubungan kami tersebut.

Memasuki bulan ke dua, dia mulai menunjukkan keenganannya untuk meluangkan waktu bersama dengan alasan tugas luar kota. Saat itu perasaanku padanya sudah berkembang menjadi perasaan cinta. Akhirnya masa yang tidak pernah kubayangkan terjadi. Di bulan ketiga, pria tersebut memberikan dalih untuk hubungan tersebut berjalan menjadi pertemanan dan jika ada pria yang lebih baik darinya yang menyukaiku dan serius terhadapku, dia rela melepaskanku untuk pria tersebut.

Dia mencoba meyakinkanku bahwa niatnya bukan mempermainkanku. Dia hanya masih sedang disibukkan dengan rumitnya pekerjaannya. Alasan-alasannya dibuat sedemikian untuk tidak menyakiti hatiku. Akan tetapi, apapun kalimatnya, menurutku intinya dia hanya mempermainkan perasaanku sja.

Sedih dan sangat terpukul perasaanku disaat aku sudah sangat mencintainya. Aku seperti wanita yang telah dibodohi olehnya. Hatiku awalnya ingin memberontak lebih jauh. Aku mengalami cukup goncangan di hati menyadari kenyataan itu.

Dua bulan berlalu, aku sudah mulai bisa menata hatiku kembali. Meskipun terkadang aku masih mengingat dan sakit hati padanya. Aku hanya mampu melafalkan beberapa kalimat sebagai doa kiranya suatu saat dia mendapatkan hikmah dari apa yang telah dia perbuat padaku.

Dan aku pun meyakinkan hatiku bahwasanya pengalaman ini merupakan pelajaran bagiku. Mungkin dimasa lalu aku pernah melakukan hal yang sama terhadap orang lain, tanpa kusadari. Sehingga kejadian ini membuatku belajar untuk tetap menerima dan memaafkan perbuatannya.
Blog, Updated at: July 31, 2020

0 komentar:

Post a Comment