KAYA PEJABAT
Bono pun mengucap "Alhamdulilah" karena usaha ia seharian berjualan pasar tradisional berjalan dengan lancar banget. Bono bertemu Toing di tengah perjalanan untuk pulang ke rumah, ya Toing saat itu mau pulang dari kerjaannya dan mengendarai sepedah.
"Bono," kata Toing.
"Toing," kata Bono.
"Bono, naik di boncengan aku anter sampe rumah," ajakan Toing.
"Iya, terima kasih..aku jalan kaki aja sudah dekat rumah," kata Bono.
"Ya udah tidak masalah. Oh Iya Bono...gimana jualanmu di pasar?" kata Toing.
"Alhamdulilah. Rezeki ku lancar hari ini. Ini semua karena pelanggan aku dan juga keamanan di pasar terjamin karena ada, sapam, polisi, tentara, sapol PP dan petugas dinas pasar," kata Bono.
"Berarti pasar jadi lebih aman ya!!!" kata Toing.
"Iya, jadi aman jaminan bagi penjual dan pembeli. Dan juga tatanan yang di atur untuk jaga jarak bagi pedagang jauh lebih efektif, ya terlihat rapih aja...jadi tidak kumuh lagi," kata Bono.
"Apa karena new normal ya...untuk merapihkan tatanan pasar tradisional," kata Toing yang berpikir panjang.
"Mungkin new normal, tapi cenderungnya sih masih urusan corona, maka itu ada tempat cuci tangan dekat posko tentara," kata Bono.
"Jadi masih ada kaitannya dengan ini dan itu corona. Berarti ada ke berhasilan untuk mendisiplin warga untuk keteraturan gitu. Tetap aja sih masih...ada yang susah di atur, nama juga susah urusannya mengatur manusia...yang banyak dengan pola pikiran dan tindakannya beragam berdasarkan adat kebiasaan suku, bangsa dan agama, " kata Toing.
"Waduh Toing omongan mu terlalu tinggi banget, kaya pejabat padahal kerjaanmu cuma buruh," kata Bono.
"Maklum sering nonton berita di TV. Tapi omongan kamu, Bono...aku aminin karena Doa sih. Aku kaya pejabat. Jadi orang kaya enak, capek jadi orang susah," kata Toing.
"Amin. Kamu, Toing kaya pejabat," tegas Bono.
"Bono, ikut enggak aku bonceng sepedah!" ajakan kembali Toing.
"Terima kasih...Toing, aku jalan saja sudah dekat dari rumah," kata Bono.
"Ya, sudah aku permisi. Da...Bono," kata Toing sambil menggoes sepedahnya.
"Daaaa!!!" kata Bono.
Toing terus menggoes sepedah dan jauh dari Bono. Ya Bono dengan santai berjalan sampai ke rumahnya. Sampai di rumah. Bono langsung berbenah diri di belakang setelah itu santai nonton TV di temanin Mimin.., ya Istrinya Bono.
Sedangkan Toing, ya sampai di kos-kosan dan segera berbenah diri di belakang dan setelah itu nonton Tv. Heru ada di rumah sih, nonton TV.
"Heru, aku ketemu dengan Bono di jalan," kata Toing yang memulai pembicaraan.
"Bono, pedagang di pasar. Apa kabar ya?" kata Heru.
"Baik, kerjaannya di pasar malahan di jaga ketat para petugas keamanan...jadinya pasar lebih aman dan juga dengan jaga jarak...jadi rapih antar pedagang," cerita Toing.
"New normal, apakah nilai dari disiplin manusia agar terlihat keteraturan ya?!" kata Heru yang berpikir.
"Semua kan tujuanya agar tidak kumuh di pasar tradisional dan juga aman," kata Toing.
"Berarti, sistem kerja di jalankan ada yang berhasil ada juga yang tidak berhasil dong?!" kata Heru.
"Iya lah. Ngatur manusia agar jadi disiplinkan agar tercipta keteraturan butuh proses karena pola adat kebiasaan manusia di lihat dari suku, bangsa dan agama," kata Toing yang kompleks banget.
"Lama-lama omongan mu Toing kaya pejabat saja," kata Heru.
"Amin, di bilang dua kali kaya pejabat omongan ku. Semoga nasif ku berubah dari orang susah jadi pejabat yang kaya, tetap merakyat untuk mendengarkan keluhan rakyat yang ini dan itu," kata Toing.
"Bener-bener pejabat," tegas Heru.
Toing dan Heru...ya diam karena film bertemakan cinta, kesukaan yang di tayangkan di TV sudah di mulai. Dengan santai Heru dan Toing nonton TV untuk menghilangkan kejenuhan kerja seharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


0 komentar:
Post a Comment