DALAM GELAP

Posted By Cerpen universal on Friday, October 9, 2020 | October 09, 2020

DALAM GELAP

Banyak hal yang berlalu begitu cepat. Tak terasa, berjalan normal dan berakhir dengan sendirinya. Begitu juga dengan apa yang terjadi saat ini.

***

Tengah malam, seorang wanita tengah bersantai ruang tengah di kediamannya ketika suara-suara aneh mulai terdengar. Rintihan, jeritan. Semakin jelas setiap detiknya. “Ini bukan hal yang biasa terjadi.” pikir wanita itu. Kami -wanita itu dan seorang Kakaknya -baru saja pindah ke rumah ini ketika seorang tua tak dikenal datang berkunjung. Mungkin ia tetangga kami- dan mengatakan bahwa rumah yang baru kami beli dengan harga murah ini berhantu. Terkadang terdengar jeritan dari dalam rumah dan seseorang yang memandang ke luar dari jendela. Apa yang wanita itu dengar tak membuatnya merasakan apa pun, rasa percaya masih jauh darinya. Namun, saat mengalaminya sendiri, serasa berbeda. wanita itu merasa saatnya untuk percaya, namun terlambat. Ia berpikir untuk lebih memilih menghindari suara-suara itu dan berpura-pura mengabaikannya.

Tepat di seberang ruangan, yang mana sorotan cahaya lampu ruangan tak menggapai tempat itu, tepat di depan pintu, sesuatu bergerak dalam gelap, bergoyang perlahan namun tak berpindah dari tempatnya. 

Si wanita menyadarinya dan berharap itu hanya pantulan bayangan dari kakaknya yang bercermin dari dalam kamarnya. Namun sekejap setelahnya, dia menyadari kalau kakaknya tengah tugas di luar kota untuk beberapa hari dan akan kembali dua hari lagi. Sekejap, sesuatu yang besar menyergapnya, merasuk perlahan dari punggungnya, mengalir ke seluruh tubuhnya dengan aura dingin, mencekam. Rasa takut.

Setelahnya, yang ada hanyalah harapan tipis dan rasa was-was menyeruak dari tubuh wanita itu. 

Cengkeraman rasa takut menjadikannya memilih untuk menjauh dari pada memeriksa bayangan apa itu? karena ia tahu, ada bahaya pada bayangan itu. 

Sekarang si wanita berharap bayangan tersebut tengah membelakanginya, bukan malah menghadap kepadanya. Sehingga dengan begitu dia punya cukup waktu untuk bangkit berdiri, berjalan perlahan menjauh, ke arah tangga menuju kamar, masuk dan menguncinya. Semua sudah terencana dalam pikiran si wanita ketika ia baru bangkit berdiri, tak ada yang terjadi, bayangan itu masih bergoyang di tempatnya. Suara-suara aneh semakin nyaring terdengar. Ketika beberapa langkah mundur, sang bayangan nampak meninggi, bersama dengan menguatnya cengkeraman rasa takut, melilit erat. Si wanita diam, mematung di tempatnya berdiri.

“Dia bangkit..” pikirnya.

Sesaat setelahnya, bayangan yang jadi asal rasa takut itu lenyap, bersamaan dengan rebahnya si wanita, berlutut di lantai, lemas. Ketakutan merenggut seluruh tenaganya. Menaiki anak tangga, rasa was-was kembali menyeruak, bergejolak hebat, bersamaan dengan hasrat yang memaksanya untuk menengok ke belakang, ke arah munculnya bayangan tadi. 

Sejenak ia berhenti di pertengahan anak tangga, perlahan memalingkan wajah, sangat pelan. Tangannya mencengkeram erat sisi tangga. Tak ada apa pun di sana, hanya ada sisi gelap. Dengan bantingan keras, pintu tertutup. wanita itu cepat menguncinya dengan harapan telah berada di zona teraman. Tapi itu sebelum ia menyadari bahwa ada sesuatu yang tengah berdiri tepat di belakangnya, sesuatu yang ikut masuk bersama ke dalam kamarnya yang saat itu redup.

Cepat berpaling, ia melihat sosok di tengah kamar yang membuatnya tersentak, kaget, takut. Rasa takut yang kini telah berkoar hebat, menjadikannya kaku. Suara jeritan yang segera ia teriakan terhenti, berganti dengan rintihan ketakutan. Sang sosok mendekat bersamaan dengan terjajarnya si wanita ke belakang dan tersandar tepat di sudut kamar, kedua tangannya bergerak liar, mencari apa yang bisa ia raih. Namun tak menyentuh apa-apa hingga yang bisa ia lakukan hanyalah merapatkan tubuhnya ke dinding, berusaha menjerit. Kaki si wanita bertumpu pada lantai dan mendorong tubuhnya ke belakang dengan harapan semakin jauh dari sosok yang bergerak maju di hadapannya. Walau ia tahu dirinya telah sangat erat padanya. 
Blog, Updated at: October 09, 2020

0 komentar:

Post a Comment