CHIE SI PATUNG HIDUP

Posted By Cerpen universal on Tuesday, October 27, 2020 | October 27, 2020

CHIE SI PATUNG HIDUP

Aku dapat mendengarnya, mendengar derap langkah itu yang semakin mendekatiku. Sudah ku duga, bersembunyi di dalam lemari sendirian itu memang tak aman. Tetapi di luar, lebih mengerikan dari pada bom yang ditembakkan Amerika ke kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang! Suara-suara sayup itu terus saja memanggilku. Aku tak bisa menutup rapat kedua telingaku terus-terusan. Aku mencoba menutupi badanku dengan baju-baju yang ada di dalam lemari. Berharap ‘dia’ tak dapat menemukanku.

“Aku akan menemukanmu, Akane!” Seru seseorang atau lebih tepatnya, ‘benda mati yang dianggap sebagai orang’.

Aku harus cepat-cepat mengakhiri ini sebelum aku yang diakhiri. Tak ada jalan ke luar, selain..

Cplak!

Ah, air garamnya tumpah. Sialan. Bagaimana ini, aku menyia-nyiakannya. Aku tak bisa terus begini. Derap langkah kaki yang diseret itu terdengar seperti mendekatiku, semakin dekat dan semakin dekat. Krieeettt! Gawat. Pintu kamarku dibuka seseorang. Dengan cepat aku melirik arlojiku, namun nihil, lemari ini terlalu gelap. Aku berusaha menahan napasku sekuat mungkin, tetap dalam posisiku dan tak menimbulkan suara.

“Boo~”

Seraut wajah pucat pasi muncul tiba-tiba di depan wajahku, di dalam lemari ini. Aku bisa merasakan rambut panjangnya yang tergerai dan sangat kusut. Sontak detik itu juga aku menjerit dan berusaha ke luar dari lemari. Aku tak punya pertahanan lagi, semuanya sudah runtuh. Aku harus cepat-cepat mengakhiri ini. Namun di tengah lamunanku itu, tangan dingin mencekik leherku.

“Kau yang membuatku. Kau yang membuatku hidup. Kau yang mengajakku dan menyumpahiku untuk bermain permainan ini bersamamu. Itu salahmu, manusia,” katanya sayup. Cekikikan ‘orang’ di hadapanku terdengar semakin keras.

“Sebuah adonan pasir dan garam ini ingin sempurna. Aku ingin sempurna layaknya ‘manusia-manusia’ normal!”

Aku tak dapat bernapas, aku tak dapat.


“Berita terkini yang datang dari pusat kota. Seorang pemahat patung terkenal, Kazuko Akane telah tewas tanpa luka yang jelas mengeras di dalam lemari. Penyebab belum diketahui. Tetapi yang pasti, banyak tumpukan pasir dan garam di sekitar lemari serta rambut palsu berwarna hitam. Media sosial berbicara banyak!”

“Huh? Pemahat yang bodoh ya, chie,” Aku menatap patung kesayanganku dan memeluknya.

“Ya,” tanpa ku sadari, ekspresi patung itu berubah.

The End
Blog, Updated at: October 27, 2020

0 komentar:

Post a Comment