HIDDEN
Malam tenang di selimuti indahnya cahaya rembulan. Ren baru pulang dari tempat kerjanya hendak menuju ke rumah kenalannya bernama Lisa. Sepanjang jalan Ren melewati gang dengan mengendarai motornya. Sekelebat makluk melintas di depannya.
"Haaaa....," terkejut Ren sampai mengerem mendadak.
Ren membuka helmnya, lalu langsung menengok ke arah makluk yang tidak sengaja lewat depan mukanya. Rasa penasaran Ren untuk mengikuti pergerakan makluk aneh yang bergerak cepat dari satu rumah ke rumah lain. Ren mengejar makluk aneh tersebut menggunakan motornya dan berusaha tidak ketahuaan makluk aneh.
Sampailah di persimpangan gang Ren melihat makluk aneh tersebut masuk ke dalam sebuah rumah tua. Ren segera memarkirkan motornya dan menaruh helmnya di motor lalu masuk ke dalam halam rumah tua dengan melompat gerbang karna gerbangnya di gembok. Dengan langka diam-diam Ren menghampiri rumah tua dan berusaha untuk masuk ke dalam. Ren pun berusaha lewat samping melihat sedikit cahaya terpancar dari balik jendela.
Ren melihat di balik jendela makluk aneh tersebut sedang melakukan sesuatu dengan kelompoknya. Terlihat seorang gadis cantik bergaun putih di atas meja. Makluk aneh tersebut mulai melakukan ritual. Ren mulai geram dan bertindak cepat di hancurkan jendela kaca dengan sebuah benda keras.
"Brayar" terkejut semua makluk dan segera ke arah tempat hancurnya kaca jendela.
Ren segera menyelinap lewat tempat lain. Ternyata pintu terbuka karena dari balik jendela Ren melihat celah. Secepat mungkin tanpa ke tahuan sampai di meja persembahaan. Menyelamatkan gadis bergaun putih tersebut. Ternyata ketahuaan oleh para makluk aneh. Pada hal gadis yang di selamatkan Ren baru terlepas dari ikatan dan berusaha menggendongnya dari ruangan persembahaan.
Dengan sekuat tenaga Ren berusaha melarikan diri dan keluar dari rumah tua. Tetapi para makluk aneh selalu saja menghalangi langkah Ren sampai-sampai pintu keluar di kunci rapat oleh Makluk Aneh.
"Mau gak mau harus mengalahkan makluk aneh ini semua," celoteh Ren.
Diturunkan gadis yang di selamatkanya di tidurkan dilantai. Kemudiaan Ren menyingkir ke arah kanan setelah itu makluk aneh menyerang Ren satu persatu. Ren melawannya makluk aneh tersebut dengan melayani setiap serangan datang dan berusaha membela diri. pada akhirnya Ren pun kewalahaan di satu sisi menjaga diri agar tidak hancurkan makluk aneh di sisi lain melindungi gadis bergaun putih yang pingsan di lantai.
Saat genting Ren marah dan berubah menjadi Macan Hitam bertarung dengan para makluk aneh. Satu persatu Ren hancurkan dengan tinjuan dan tendangannya sampai para makluk aneh mati semuanya. Muncullah bosnya makluk aneh sang Monster Anjing menghajar Ren sampai terpental menabrak bangku. Ren bangun dari jatuhnya kemudian siap bertarung menghadapi Monster Anjing.
Sang Monster Anjing menyerang Macan Hitam dengan cepat dengan tinjuannya di tambah air liur Monster Anjing menetes terus ke lantai seperti zat asam. Macan Hitam berusaha menghindari serangan itu dengan mengela ke sebelah kiri bagian perut dan langsung meninju Monster Anjing sampai senep.
"Boleh juga serangan mu," kata Monster Anjing.
Macan Hitan bangun dari posisi menyerangnya dan kembali ke posisi siap bertarung. Macan Hitam pun kaget, karena kepalan tangannya terkena zat asam. Lalu Macan Hitam berusaha membuang zat asam tersebut dengan mengibaskan tangannya.
"Jadi tubuhnya Monster Anjing di lumuri zat asam yang mengalir dari mulutnya," celoteh Macan Hitam sambil menganalisa lawannya.
Monster Anjing mulai lagi menyerang dengan cepat ke arah Macan Hitam secara bertubi-tubi. Macan Hitam menahan serangan tersebut dengan menangkisnya sampai pergerakannya mundur beberapa langkah ke tembok rumah tua. Lalu Macan meningkatkan kekuatanya dengan memijak kuat lantai sampai hancur dan menekan Monster Anjing yang menijunya bertubi-tubi sampai efeknya zat asam melemahkan kekuatan Macan Hitam.
Serangan balik Macan Hitam langsung menghentikan serangan Monster Anjing sejenak. Tanpa pikir panjang Macan Hitam langsung menyingkir ke sebelah kanan kemudian menyerang dengan tinjuaan yang kuat bagian leher Monster Anjing sampai terpental menabrak tembok sampai jebol.
Dari reruntuhan tembok Monster Anjing bangkit.
"Aaaaaauuuuuuuu .........gugukkkkk," teriak Monster Anjing yang marah.
Macan Hitam dengan hentakan kakinya yang kuat menghancurkan lantai menyerang Monster Anjing dengan cakarnya yang kuat dan mencabiknya. Sang Monster Anjing berusaha untuk menangkisnya tetap saja kewalahan karena Macan Hitam meningkatka kecepatan seranganya. Tanpa terlihat oleh pandangan Monster Anjing langsung menusuk ke jantung dengan kuat di tarik keluar dari tubuhnya langsung di remukan oleh Macan Hitam dengan tangan kanannya yang kuat dan Sambil meraung tanda kemenangannya.
Monster Anjing pun tumbang tidak berdaya dan mati. Macan Hitam berjalan menuju gadis yang di selamatkan sontak terjatuh ke lantai karena kehabisan tenaga dan berubah kembali jadi Ren. Selang beberapa lama menahan sakit tubuhnya Ren berreaksi cepat memulihkan. Ren berusaha bangun dari ketidak berdayaanya menggendong gadis yang di selamatkan ke luar dari rumah tua dan di bawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan pertama. Jauh di lubuk hati Ren pun senang dengan pertarungan yang menantang dan mengerahkan seluruh kekuatannya.


0 komentar:
Post a Comment