FACED

Posted By Cerpen universal on Tuesday, May 4, 2021 | May 04, 2021

FACED

Kudo dapet informasi dari tim penelidik di sebuah gudang tua ada sebuah kegiaatan aneh. Kudo bergegas meninggalkan kantornya dengan mengendarai motor ke tempat yang di tuju. Selang beberapa saat Kudo sampai dengan menyelinap untuk memastikan semuanya. Ternyata para monster sedang mengolah bahan mentah menjadi sumber energi buat mereka. Kudo segera berubah menjadi Satria Merah dan menghajar para Monster  satu demi persatu setelah itu Satria Merah mengeluarkan pedang apinya dan menebas semua Monster sampai hancur.

Setelah membereskan para Monster di gudang tua terdengar suara yang nyaring seperti raungan macan. Satria bergegas menghampiri keberadaan suara tersebut. Tiba-tiba beberapa Monster menyerang kemudian dengan pedang api di tangan Satria Merah menebas para Monster tanpa ampun. Langsung segera mungkin ke sebelah gudang tua. Melihat sosok makluk hitam berwujud Manusia Macan.

Sang makluk Macan Hitam  sedang menghajar para Monster dengan sangat  buas. Satria Merah  langsung menyerang Macan Hitam karena di perkirakan satu dari kelompok kejahatan Monster yang lagi konflik internal. Akhirnya Macan Hitam berhadapan dengan Satria Merah. 

Satria Menyerang dengan cepat dengan meninju  dengan tangan kanannya Macan Hitam. Dengan instingnya Macan Hitam  menghindari serangan cepat  ke arah mukanya, lalu Satria Merah menyerang kembali dengan tangan kirinya. Lagi-lagi Macan Hitam  dengan sigap menangkisnya dengan ke dua tangan menutup mukanya. Efek serangan kuat dari Satria Merah membuat Macan Hitam mundur beberapa langkah.

Kemudiaan Macan Hitam berusaha mengabaikan serangan Satria Merah dan pergi dari area pertarungan. Macan Hitam baru membalikan badan Satria Merah melompat dan menendang. Lagi-lagi insting Macan Hitam menghindari serangan dadakan Satria Merah. terlihat Satria Merah mulai lagi melancarkan seranganya memasang kuda-kuda bertahan agar pondasi kakinya kuat setelah itu baru menendang dengan kaki kanannya ke arah Macan Hitam. 

Dengan sergapnya Macan Hitam mendang dengan kaki kanan juga. Kedua Satria tersebut beradu kekuatan. Kali ini Macan Hitam menyerang dengan cepat dengan melancarkan tinjuaan dari tangan kanannya, lalu Satria Merah menangkisnya. Kemudiaan Satria Membalesnya dengan  tinjuaan tangan kirinya. Sontak Macan Hitam mundur selangkah dan menangkis serangan tersebut dengan  tangan kirinya. Segera Satria Merah menyerang dengan Kaki kananya dengan kuat ke arah pinggang Macan Hitam pada akhirnya terkena serangan tersebut terpental sampai menabrak kotak kayu yang tersusun rapih.

Macan Hitam berusaha bangun susah payah akibat serangan tersebut. Satria Merah maju ke depan dengan berlari, lalu menciptakan tolakan kemudiaan meninju dengan pukulan mematikanya. insting Macan Hitam memberi tanda langsung menghindar dari serangan mematikan Satria Merah. Tinjuan dari Satria Merah membuat hancur lantai. Macan Hitam bangkit dengan siap bertarung kembali.

"Boleh juga," kata Satria Merah.

Kembali lagi pertarungan sengit di atara keduanya. Pukulan demi pukulan saling membales dan tendangan demi tendangan saling membales. Sampai pada puncak pertarungan  Satria Merah mengeluarkan pedang apinya. Macan Hitam tidak lengah sedikit pun. Dengan mengubah elemen tubuhnya lebih keras lagi. Macan Hitam siap menghadapi pedang api Satria Merah. Tanpa pandang bulu Satria Merah mengeluarkan seluruh energi tersalur ke pedang dan menghajar Macan Hitam. Dengan cekatan menangkisnya dan kemudian cakar tajamnya menghantam tubuh Satria Merah setelah itu menendangnya. Satria Merah terpental jauh dengan segera Macan Hitam meninggalkan arena pertarungan. 

Satria Merah bangun dari tempatnya terpental akibat serangan Macan Hitam. Dilihatnya dengan mata kepala Satria Merah. Ternyata Macan Hitam telah meninggalkan area pertarungan.

"Sial kemana dia," kata Satria Merah.

Melihat musuhnya gak ada kemudiaan berubah kewujudnya semula. Kudo segera menelepon timnya untuk membersihkan area pertarungan.
Blog, Updated at: May 04, 2021

0 komentar:

Post a Comment